Kamis, 05 Maret 2015

Contoh Makalah Mikrobiologi Kesehatan Lingkungan Mks


DAFTAR ISI
Kata Pengantar................................................................................ i
DAFTAR ISI  .................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................ 1
A.   Latar Belakang ...................................................................... 1
B.   Tujuan ................................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................... 4
A.   Pemeriksaan Kuman di Air ................................................... 4
1.     Pengertian Air ................................................................... 4
2.     Kualitas Air ...................................................................... 5
B.   Pemeriksaan Kuman di Udara  .............................................. 8
C.   Pemeriksaan Kuman di Makanan........................................... 9
BAB III PENUTUP.......................................................................... 13
A.   Kesimpulan............................................................................ 13
B.   Saran ..................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................... 14

 Kata Pengantar
Bismillahirrahmanirrahim.
              Puji syukur atas kehadirat Allah swt. Yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga Makalah Mikrobilogi ini dapat selesai dengan tepat waktu. Terwujudnya makalah ini, tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu saya selaku penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Ibu Hj.Wahyuni Sahani,S.T.,M.Si selaku dosen pengampu pada mata kuliah Mikrobiologi yang telah memberikan ilmu  dan sumbangsinya dalam menyusun makalah ini.
2.      Bapak dan Ibu tercinta yang telah memberikan motivasi dan dukungan baik moral maupun spiritual.
3.      Teman-teman yang tercinta yang telah sabar untuk meluangkan waktunya untuk berdiskusi dalam menyusun makalah ini.
4.      Dan semua pihak yang telah membantu dalam  menyusun makalah ini.
Dalam makalah ini terdapat beberapa pembahasan materi mengenai “Pemeriksaan Kuman di Udara, Air, dan Makanan”.  Namun dalam penyusunannya masih terdapat banyak kekurangan oleh karena itu kritik dan saran yang membangun diharapkan penulis dari semua pihak, agar kedepannya lebih baik lagi dalam menyusun makalah.  
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, baik itu  penulis terlebih kepada pembacanya.

Makassar,    November 2013

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Pemeriksaan kuman pada air sangat penting untuk dilaksanakan sehingga kita dapat mengetahui air yang digunakan harus memenuhi syarat dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Secara kualitas, air harus tersedia pada kondisi yang memenuhi syarat kesehatan. Kualitas air dapat ditinjau dari segi fisika, kimia, biologi dan radioaktif. Kualitas air yang baik ini tidak selamanya tersedia di alam. Dengan adanya perkembangan industri dan pemukiman dapat mengancam kelestarian air bersih. Sehingga diperlukan upaya perbaikan secara sederhana maupun modern.
Air diperlukan untuk minum, mandi, mencuci pakaian, pengairan dalam bidang pertanian dan minuman untuk ternak. Selain itu, air juga sangat diperlukan dalam kegiatan industri dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan taraf  kesejahteraan hidup manusia.
Air bersih dan air layak minum  adalah dua hal yang tidak sama tetapi sering dipertukarkan. Tidak semua air bersih  layak minum, tetapi air layak minum biasanya berasal dari air bersih. Air minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Air bersih perlu diolah dahulu agar menjadi air layak minum.
Sehingga penyediaan air bersih juga akan menunjang dalam pengolahan bahan makanan. Oleh karenanya pemeriksaan kuman pada makanan juga sangat penting agar kita dapat mengetahui apakah terdapat kuman dalam bahan makanan tersebut. Bahan makanan, selain merupakan sumber gizi bagi manusia, juga merupakan sumber makanan bagi mikroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme dalam bahan pangan dapat menyebabkan perubahan yang menguntungkan seperti perbaikan bahan pangan secara gizi, daya cerna ataupun daya simpannya. Selain itu pertumbuham mikroorganisme dalam bahan pangan juga dapat mengakibatkan perubahan fisik atau kimia yang tidak diinginkan, sehingga bahan pangan tersebut tidak layak dikomsumsi. Kejadian ini biasanya terjadi pada pembusukan bahan pangan.
Bahan makanan dapat bertindak sebagai perantara atau substrat untuk pertumbuhan mikroorganisme patogenik dan organisme lain penyebab penyakit. Penyakit menular yang cukup berbahaya seperti tifus, kolera, disentri, atau tbc, mudah tersebar melalui bahan makanan. Gangguan-gangguan kesehatan, khususnya gagguan perut akibat makanan disebabkan, antara lain oleh kebanyakan makan, alergi, kekurangan zat gizi, keracunan langsung oleh bahan-bahan kimia, tanaman atau hewan beracun; toksintoksin yang dihasilkan bakteri; mengkomsumsi pangan yan mengandung parasit-parasit hewan dan mikroorganisme. Gangguan-gangguan ini sering dikelompokkan menjadi satu karena memiliki gejala yang hampir sama atau sering tertukar dalam penentuan penyebabnya.
Secara umum, istilah keracuan makanan yang sering digunakan untuk menyebut gangguan yang disebabkan oleh mikroorganisme, mencakup gangguan-gangguan yang diakibatkan termakannya toksin yang dihasilkan organisme-organisme tertentu dan gangguan-gangguan akibat terinfeksi organisme penghasil toksin. Toksin-toksin dapat ditemukan secara alami pada beberapa tumbuhan dan hewan atau suatu produk metabolit toksik yang dihasilkan suatu metabolisme.
Dengan demikian, intoksikasi pangan adalah gangguan akibat mengkonsumsi toksin dari bakteri yang telah terbentuk dalam makanan, sedangkan infeksi pangan disebabkan masuknya bakteri ke dalam tubuh melalui makanan yang telah terkontaminasi dan sebagai akibat reaksi tubuh terhadap bakteri atau hasil-hasil metabolismenya.
Selain pemeriksaan kuman air dan makanan, pemeriksaan jumlah kuman di udara juga sangat penting, karena flora mikroba yang ada di udara bersifat sementara dan beragam. Udara bukan merupakan medium tempat mikroba tumbuh, tetapi pembawa bahan partikulat, debu, dan tetesan air yang semuanya sangat mungkin dimuati mikroba. Jumlah dan tipe mikroba yang mencemari udara ditentukan oleh sumber pencemaran di dalam lingkungan, misalnya dari saluran pernafasan manusia disemprotkan melalui batuk dan bersin.
Udara bukan merupakan habitat ali dari mikroba, tetapi udara di sekeliling kita sampai beberapa kilometer di atas permukaan bumi mengandung bermacam-macam jenis mikroorganisme dalam jumlah yang beragam. Mikroorganisme yang paling banyak berkeliran di udara bebas adalah bakteri, jamur, dan mikro alga. Kehadiran jasad renik dalam udara, juga dalam bentuk  vegetatif dan generatif (umumnya spora).



B.  Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Untuk mengetahui tentang pemeriksaan jumlah kuman pada air
2.    Untuk mengetahui tentang pemeriksaan jumlah kuman pada udara
3.    Untuk mengetahui tentang pemeriksaan jumlah kuman pada makanan



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.   Pemeriksaan Kuman di Air
1.     Pengertian Air
Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi.
Air yang bersih sangat penting bagi kehidupan manusia dan alam sekitar, Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Eropa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.
Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumber-sumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil.
Akan tetapi  air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia

2.     Kualitas Air
Standard kualitas air bersih dapat diartikan sebagai ketentuan-ketentuan berdasarkan Permenkes RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 yang biasanya dituangkan dalam bentuk pernyataan atau angka yang menunjukkan
persyaratan–persyaratan yang harus dipenuhi agar air tersebut tidak menimbulkan gangguan kesehatan, penyakit, gangguan teknis, serta gangguan dalam segi estetika. Peraturan ini dibuat dengan maksud bahwa air yang memenuhi syarat kesehatan mempunyai peranan penting dalam rangka pemeliharaan, perlindungan serta mempertinggi derajat kesehatan masyarakat.
Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan, yaitu :
Ø Syarat fisik
Ø  Syarat kimia
Ø Syarat biologis
Ø  Syarat radioaktif.
Namun pada makalah ini yang akan di bahas hanya syarat biologis dan syarat radioaktif air.
Ø Syarat biologis
Seperti kita ketahui jika standar mutu air sudah diatas standar atau sesuai dengan standar tersebut maka yang terjadi adalah akan menentukan besar kecilnya investasi dalam pengadaan air bersih tersebut, baik instalasi penjernihan air dan biaya operasi serta pemeliharaannya. Sehingga semakin jelek kualitas air semakin berat beban masyarakat untuk membayar harga jual air bersih. Dalam penyediaan air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat banyak mengutip Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 173/Men.Kes/Per/VII/1977, penyediaan air harus memenuhi kuantitas dan kualitas, yaitu:
Ø  a.       Aman dan higienis.
Ø  b.      Baik dan layak minum.
Ø  c.       Tersedia dalam jumlah yang cukup.
Ø  d.      Harganya relatif murah atau terjangkau oleh sebagian besar masyarakat


Adapun Parameter Air Bersih secara Biologi:
ü  Bakteri
ü  Binatang
ü  Tumbuh-tumbuhans
ü  Protista
ü  Virus

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI
Nomor : 907/MENKES/SK/VII/2002
Persyaratan  Kualitas air minum secara Bakteriologis

Parameter
Satuan
Kadar maksimum yang diperbolehkan
Keterangan
1
2
3
4
  1. Air Minum
E. coli atau Fecal coli
Jumlah per 100 ml sampel
0
2.      Air yang masuk sistem distribusi
E. coli atau Fecal col
Jumlah per 100 ml sampel
0
Total Bakteri Coliform
Jumlah per 100 ml sampel
0
3.      Air pada sistem distribusi
E. coli atau Fecal col
Jumlah per 100 ml sampel
0
Total Bakteri Coliform
Jumlah per 100 ml sampel
0


Ø Syarat radioktif
Radioaktivitas yang terdapat dalam suatu air dapat berasal dari kebocoran industri-industri nuklir, pusat-pusat pembangkit tenaga nuklir dan dari sampah-sampah radioaktif yang dapat bersatu dengan pasir atau lumpur dalam kehidupan biologis atau terlarut dalam air.
 Zat radioaktif yang teraplikasi dalam teknologi nuklir yang digunakan pada berbagai bidang dapat menimbulkan sisa pembuangan. Dapat saja sisa zat radioaktif tersebut terbawa ke dalam lingkungan air. Pengaruh radioaktif ini dapat mengakibatkan gangguan pada proses


pembelahan sel, rusaknya kromosom, dan lebih jauh dalam waktu yang lama dapat terjadi kerusakan sistem reproduksi dan sel tubuh. Untuk mengurangi terjadinya pencemaran air, dapat dilakukan
usaha-usaha pencegahan, antara lain, sebagai berikut:
§  tidak membuang sampah di sembarang tempat, baik itu di parit maupun di sungai;
§  tidak membuang limbah sembarangan dengan cara membuat tempat pengolahan limbah cair; air limbah diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke perairan sehingga air limbah tersebut tidak berbahaya bagi ekosistem air;
§  tidak membuang atau menggunakan pupuk pertanian secara berlebihan.
v Radioaktivitas
No
Parameter
Satuan
Kadar Maksimum
Gol.A
Gol.B
Gol.C
Gol.D
1.
Gross Alpha activity
Bq/L
0.1
0.1
0.1
0.1
2.
Gross Beta activity
Bq/L
1.0
1.0
1.0
1.0

KETERANGAN:
Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu
Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan
Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan
Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan, industri dan PLTA.
Adapun efek serta akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat manusia seperti berikut di bawah ini :
1.       Pusing-pusing
2.        Nafsu makan berkurang atau hilang
3.        Terjadi diare
4.       Badan panas atau demam
5.       Berat badan turun
6.       Kanker darah atau leukemia
7.       Meningkatnya denyut jantung atau nadi
8.       Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakit akibat sel darah putih  yang jumlahnya berkurang

B.   Pemeriksaan Kuman di Udara  
Udara bukan merupakan habitat jasad renik , sel-sel jasad renik terdapat dalam udara sebagai kontaminan atau spora jamur yang tersebar di udara, kuman pathogen tersebar di udara melalui butiran-butiran debu atau melalui residu tetesan air ludah yang kering. Bakteri yang terdapat di udara umumnya yang berspora , misalnya : Bacillus Sp, Clostridium Sp, M. tuberculosa.
Jasad renik pathogen terdapat di udara bersama 2 jenis partikel :
1.    Residu tetesan dahak yang telah diuapkan (inti tetesan)
.
2.    Partikel debu yang jauh lebih besar.
            Udara sebagai salah satu komponen lingkungan merupakan kebutuhan yang paling utama untuk mempertahankan kehidupan. Metabolisme dalam tubuh makhluk hidup tidak mungkin dapat berlangsung tanpa oksigen yang berasal dari udara. Selain oksigen terdapat zat-zat lain yang terkandung di udara yaitu karbondioksida, karbon monoksida, formaldehid, jamur, virus, dan sebagainya. Peningkatan konsentrasi zat-zat di dalam udara tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia. Udara dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
v   Udara luar ruangan (outdoor air)
v   Udara dalam ruangan (indoor air)
Kualitas udara dalam ruang sangat mempengaruhi kesehatan manusia karena hampir 90% hidup manusia berada dalam ruangan. Adapun menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1405/MENKES/SK/XI/2002 dalam keputusan tersebut dinyatakan bahwa angka kuman kurang dari 770 koloni/m3 udara, bebas kuman pathogen. Sumber penyebab polusi udara dalam ruangan berhubungan dengan bangunan itu sendiri, perlengkapan dalam bangunan (karpet, AC, dan sebagainya), kondisi bangunan, suhu, kelembapan, pertukaran udara dan hal-hal yang berhubungan dengan perilaku orang-orang yang berada di dalam ruangan, misalnya merokok. Sedangkan angka kuman udara sendiri merupakan jumlah dari sampel angka kuman udara dari suatu ruangan atau tempat tertentu yang diperiksa, sehingga hitung angka kuman bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri pada sampel. Prinsip dari pemeriksaan ini menghitung jumlah koloni yang tumbuh pada Plate Count Agar. Hitung angka kuman dilakukan  pengenceran bertingkat bertujuan agar  koloni tiap plate dapat dihitung pada tahap akhir, jumlah koloni dari tiap plate dikali dengan pengenceran dan dicari rata-rata dari semua plate. Nilai yang didpat adalah jumlah angka kuman dari sampel yang diperiksa salah satu penyebab meningkatnya angka kuman udara ruangan adalah dengan  penggunaan AC. Karena AC yang jarang dibersihkan akan menjadi tempat nyaman bagi mikroorganisme untuk berkembangbiak. Kondisi tersebut mengakibatkan kualitas udara dalam ruangan menurun dan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang disebut Sick Building Syndrome (SBS) atau Tight Building Syndrome (TBS). Banyaknya aktivitas di gedung meningkatkan jumlah polutan dalam ruangan.

C.                Pemeriksaan Kuman di Makanan
Pembiakan adalah proses perbanyakan organisme melalui penyediaan kondisi lingkungan yang sesuai. Mikroorganisme yang sedang tumbuh membuat replika dirinya, membutuhkan adanya elemen-elemen dalam komposisi kimia mereka. Nutrisi harus menyediakan elemen ini dalam bentuk yang mudah di metabolisme (Jawetz, etc. 2001). Demikian pula dengan media sebagai tempat berkembang biakan bekteri, karena media merupakan salah satu bahan yang terdiri dari campuran nutrisi zat makanan yang dipakai untuk menumbuhkan bakteri
Kebanyakan berat kering dari mikroorganisme adalah bahan-bahan organik yang mengandung elemen-elemen karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, phospor dan belerang.
Di samping itu, ion-ion anorganik seperti potasium, sodium, besi, magnesium, kalsium dan klorida dibutuhkan untuk memfasilitasi katalis enzim dan mempertahankan Gradien kimia yang melelui membran sel (Jawetz, etc. 2001). Oleh karena itu adapun syarat-syarat untuk media yang baik adalah media harus mengandung semua nutrisi yang mudah digunakan bakteri, Media tidak mengandung zat-zat penghambat serta media harus steril Klasifikasi media berasarkan fungsinya yaitu;
1.Enriched media, adalah sejumlah media umum yang kemudian ditambahkan dengan darah, serum, ekstrak tumbuh-tumbuhan atau kaldu yang mampu memacu pertumbuhan bakteri patogen.
2. Media selektif, yaitu media yang menggunakan bahan-bahan kimia yang bersifat memacu pertumbuhan bakteri yang diinginkan.
3. Media diferensial yaitu media yang ditamnahkan zat-zat kimia tertentu yang menyebabkan suatu mikroorganisme membentuk perubahan tertentu, sehingga dapat membedakan tipe mikrooraganisme.
4. Media Penguji, yaitu media dengan susunan tertentu yang digunakan untuk pengujian antibiotika, asam amino dan vitamin.
5. Media Khusus yaitu media untuk menentukan tipe pertumbuhan mikroorganisme dan kemampuannya untuk mengadakam perubahan-perubahan tertentu.
6. Media untuk bakteri Anaerob yaitu beberapa bahan kimia dapat ditambahkan untuk menguji kandungan O2 dengan pengikatan kimiawi.
Pada pemeriksaan suatu produk, jumlah bakteri akan menggambarkan mutu bahan baku, proses pembuatan dan tingkat kerusakan suatu bahan mekanan. Metode perhitungan sangat banyak, hanya biasanya metode yang dipilih adalah disesuaikan dengan kepentingan pemeriksaan, kecepatan dan ketepatan hasil pemeriksaan. Metode perhitungan itu adalah:
1.Metode hitung bakteri, metode ini dapat dikerjakan tergantung dari jumlah bakteri yang hidup dengan aktifitas metabolisme
a. Angka lempengan total,
b. Pengenceran, Most Probable Number (MPN),
c. Aktifitas metabolik.
2. Metode total bakteri hidup dan bakteri mati meliputi
a. Berat kering bakteri,
b. Kekeruhan, berdasarkan jumlah sinar yang diserap pada panjang gelombang tertentu,
c. Hitung partikel elektronik,
d. Hitung dengan mikroskop langsung,
e. Volume sel


D.     
Dari sejumlah metode di atas beberapa saja yang sering digunakan untuk pemeriksaan rutin yaitu;
1. Angka lempeng total ”Pour Plate” digunakan untuk menghitung bakteri dengan ketentuan yaitu
a. Satu koloni bakteri dihitung satu sel bakteri hidup,
b.Satu sel hidup dari sampel akan mampu membentuk koloni bakteri dalam lempeng petri dish,
c.Dihitung jumlah koloni antar 30-300 koloni. Apabila kurang maka dihitung jumlah koloni yang ada, sedang apabila lebih dari 300 maka perlu dilakukan pengenceran.
2.Penghitungan bakteri dengan bakteri ”Spread Plate”, prinsip hitung bakteri dengan metode ini adalah meratakan bakteri yang terdapat di dalam sampel dengan volume tertentu di atas permukaan media yang sesuai.
Slide spesial-counting Chambers sebagaimana penghitung bakteri Petroff-Hausser juga digunakan untuk membuat perhitungan langsung. Perhitungan bakteri ditempatkan pada sebuah jalur ruangan, dimensi dari yang kita tahu, dan dibungkus dengan yang kecil. Pengujian dapat di buat dengan lebih banyak kepuasan dengan lapangan-gelap atau fase mikroskopis, jika sel tidak ditandai dan karena itu tidak terlalu mencolok oleh pengujian terang-lapang.
Sejak counting cahmber diputuskan mati di dalam area yang pasti dan sejak kedalaman dari perhitungan pada ruangan diperhitungkan di ketahui, berarti bahwa di atas volume lain daerah yang diatus dapat dijumlahkan. Semuanya adalah dibutuhkan, oleh karena itu, apakah dijumlahkan nomor dari organisme di beberapa area, rata-rata mendapatkan bilangan untuk menghitung per area, dan juga mengalikan rata-rata ini oleh sebuah faktor yang tepat memasukkan penjumlahan ke nomor bakteri per millimeter.
Pemeriksaan angka kuman metode hitungan cawan didasarkan pada anggapan bahwa setiap sel yang dapat hidup akan berkembang menjadi satu koloni, jadi jumlah koloni yang muncul pada cawan merupakan suatu indeks bagi jumlah organism yang dapat hidup yang terkandung dalam sampel. Teknik yang harus dikuasai dalam metode ini ialah mengencerkan sample dan mencawankan hasil pengenceran tersebut. Setelah inkubasi jumlah koloni masing-masing cawan diamati. Jumlah organisme yang terdapat dalam sampel akan ditentukan dengan mengalikan jumlah koloni yang terbentuk dengan factor pengenceran pada cawan yang bersangkutan.
Saat bakteri di inokulasi kedalam sebuah medium dan di inkubasi secukupnya, kumpulan sel menjadi tak terlihat. Bakteri ataupun mikroorganisme lainnya tumbuh di sebuah medium laboratorium yang berhubungan dengan mengkultur.
Spesies yang berbeda dari pertumbuhan bakteri pada media beberapa macam media yang sama lebih terlihat berbeda; jadi diketahui dari penampilan, atau ciri khas kultur, dari sebuah species sangat berguna untuk pengenalan tipe yang pasti dari bakteri.





BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dari pembahasan beberapa materi di atas dapat disimpulkan bahwa, pemeriksaan jumlah kuman pada air, udara dan makanan sangat penting dilakukan guna untuk mengetahui seberapa besar kuman tersebut. Sehingga nantinya kita dapat mengetahui kualitas air, udara dan makanan yang kita pakai setiap harinya, apakah sudah memenuhi standar yang telah ditentukan oleh PERMENKES atau masih perlu dilakukan pengolahan.
B.  Saran
Dalam melakukan pemeriksaan kuman, setiap mahasiswa harus:
1.      Alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum
2.      Mengetahui cara perhitungan kuman di air, udara, dan makanan.
3.      Mengikuti secara tertib pelaksanaan praktikum.


DAFTAR PUSTAKA
http:// Environmental Sanitation.wordpress.com
Hj. Wahyuni Sahani.S.T.,M.Si. Hj.Inayah. Penuntun Praktikum Mikrobiologi; Makassar ; 2013.
  





0 komentar:

Contoh Makalah Mikrobiologi Kesehatan Lingkungan Mks

Written on 16.33.00 by Unknown


DAFTAR ISI
Kata Pengantar................................................................................ i
DAFTAR ISI  .................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................ 1
A.   Latar Belakang ...................................................................... 1
B.   Tujuan ................................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................... 4
A.   Pemeriksaan Kuman di Air ................................................... 4
1.     Pengertian Air ................................................................... 4
2.     Kualitas Air ...................................................................... 5
B.   Pemeriksaan Kuman di Udara  .............................................. 8
C.   Pemeriksaan Kuman di Makanan........................................... 9
BAB III PENUTUP.......................................................................... 13
A.   Kesimpulan............................................................................ 13
B.   Saran ..................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................... 14

 Kata Pengantar
Bismillahirrahmanirrahim.
              Puji syukur atas kehadirat Allah swt. Yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga Makalah Mikrobilogi ini dapat selesai dengan tepat waktu. Terwujudnya makalah ini, tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu saya selaku penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Ibu Hj.Wahyuni Sahani,S.T.,M.Si selaku dosen pengampu pada mata kuliah Mikrobiologi yang telah memberikan ilmu  dan sumbangsinya dalam menyusun makalah ini.
2.      Bapak dan Ibu tercinta yang telah memberikan motivasi dan dukungan baik moral maupun spiritual.
3.      Teman-teman yang tercinta yang telah sabar untuk meluangkan waktunya untuk berdiskusi dalam menyusun makalah ini.
4.      Dan semua pihak yang telah membantu dalam  menyusun makalah ini.
Dalam makalah ini terdapat beberapa pembahasan materi mengenai “Pemeriksaan Kuman di Udara, Air, dan Makanan”.  Namun dalam penyusunannya masih terdapat banyak kekurangan oleh karena itu kritik dan saran yang membangun diharapkan penulis dari semua pihak, agar kedepannya lebih baik lagi dalam menyusun makalah.  
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, baik itu  penulis terlebih kepada pembacanya.

Makassar,    November 2013

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Pemeriksaan kuman pada air sangat penting untuk dilaksanakan sehingga kita dapat mengetahui air yang digunakan harus memenuhi syarat dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Secara kualitas, air harus tersedia pada kondisi yang memenuhi syarat kesehatan. Kualitas air dapat ditinjau dari segi fisika, kimia, biologi dan radioaktif. Kualitas air yang baik ini tidak selamanya tersedia di alam. Dengan adanya perkembangan industri dan pemukiman dapat mengancam kelestarian air bersih. Sehingga diperlukan upaya perbaikan secara sederhana maupun modern.
Air diperlukan untuk minum, mandi, mencuci pakaian, pengairan dalam bidang pertanian dan minuman untuk ternak. Selain itu, air juga sangat diperlukan dalam kegiatan industri dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan taraf  kesejahteraan hidup manusia.
Air bersih dan air layak minum  adalah dua hal yang tidak sama tetapi sering dipertukarkan. Tidak semua air bersih  layak minum, tetapi air layak minum biasanya berasal dari air bersih. Air minum adalah air minum rumah tangga yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Air bersih perlu diolah dahulu agar menjadi air layak minum.
Sehingga penyediaan air bersih juga akan menunjang dalam pengolahan bahan makanan. Oleh karenanya pemeriksaan kuman pada makanan juga sangat penting agar kita dapat mengetahui apakah terdapat kuman dalam bahan makanan tersebut. Bahan makanan, selain merupakan sumber gizi bagi manusia, juga merupakan sumber makanan bagi mikroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme dalam bahan pangan dapat menyebabkan perubahan yang menguntungkan seperti perbaikan bahan pangan secara gizi, daya cerna ataupun daya simpannya. Selain itu pertumbuham mikroorganisme dalam bahan pangan juga dapat mengakibatkan perubahan fisik atau kimia yang tidak diinginkan, sehingga bahan pangan tersebut tidak layak dikomsumsi. Kejadian ini biasanya terjadi pada pembusukan bahan pangan.
Bahan makanan dapat bertindak sebagai perantara atau substrat untuk pertumbuhan mikroorganisme patogenik dan organisme lain penyebab penyakit. Penyakit menular yang cukup berbahaya seperti tifus, kolera, disentri, atau tbc, mudah tersebar melalui bahan makanan. Gangguan-gangguan kesehatan, khususnya gagguan perut akibat makanan disebabkan, antara lain oleh kebanyakan makan, alergi, kekurangan zat gizi, keracunan langsung oleh bahan-bahan kimia, tanaman atau hewan beracun; toksintoksin yang dihasilkan bakteri; mengkomsumsi pangan yan mengandung parasit-parasit hewan dan mikroorganisme. Gangguan-gangguan ini sering dikelompokkan menjadi satu karena memiliki gejala yang hampir sama atau sering tertukar dalam penentuan penyebabnya.
Secara umum, istilah keracuan makanan yang sering digunakan untuk menyebut gangguan yang disebabkan oleh mikroorganisme, mencakup gangguan-gangguan yang diakibatkan termakannya toksin yang dihasilkan organisme-organisme tertentu dan gangguan-gangguan akibat terinfeksi organisme penghasil toksin. Toksin-toksin dapat ditemukan secara alami pada beberapa tumbuhan dan hewan atau suatu produk metabolit toksik yang dihasilkan suatu metabolisme.
Dengan demikian, intoksikasi pangan adalah gangguan akibat mengkonsumsi toksin dari bakteri yang telah terbentuk dalam makanan, sedangkan infeksi pangan disebabkan masuknya bakteri ke dalam tubuh melalui makanan yang telah terkontaminasi dan sebagai akibat reaksi tubuh terhadap bakteri atau hasil-hasil metabolismenya.
Selain pemeriksaan kuman air dan makanan, pemeriksaan jumlah kuman di udara juga sangat penting, karena flora mikroba yang ada di udara bersifat sementara dan beragam. Udara bukan merupakan medium tempat mikroba tumbuh, tetapi pembawa bahan partikulat, debu, dan tetesan air yang semuanya sangat mungkin dimuati mikroba. Jumlah dan tipe mikroba yang mencemari udara ditentukan oleh sumber pencemaran di dalam lingkungan, misalnya dari saluran pernafasan manusia disemprotkan melalui batuk dan bersin.
Udara bukan merupakan habitat ali dari mikroba, tetapi udara di sekeliling kita sampai beberapa kilometer di atas permukaan bumi mengandung bermacam-macam jenis mikroorganisme dalam jumlah yang beragam. Mikroorganisme yang paling banyak berkeliran di udara bebas adalah bakteri, jamur, dan mikro alga. Kehadiran jasad renik dalam udara, juga dalam bentuk  vegetatif dan generatif (umumnya spora).



B.  Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Untuk mengetahui tentang pemeriksaan jumlah kuman pada air
2.    Untuk mengetahui tentang pemeriksaan jumlah kuman pada udara
3.    Untuk mengetahui tentang pemeriksaan jumlah kuman pada makanan



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.   Pemeriksaan Kuman di Air
1.     Pengertian Air
Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi.
Air yang bersih sangat penting bagi kehidupan manusia dan alam sekitar, Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Eropa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.
Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumber-sumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil.
Akan tetapi  air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia

2.     Kualitas Air
Standard kualitas air bersih dapat diartikan sebagai ketentuan-ketentuan berdasarkan Permenkes RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 yang biasanya dituangkan dalam bentuk pernyataan atau angka yang menunjukkan
persyaratan–persyaratan yang harus dipenuhi agar air tersebut tidak menimbulkan gangguan kesehatan, penyakit, gangguan teknis, serta gangguan dalam segi estetika. Peraturan ini dibuat dengan maksud bahwa air yang memenuhi syarat kesehatan mempunyai peranan penting dalam rangka pemeliharaan, perlindungan serta mempertinggi derajat kesehatan masyarakat.
Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan, yaitu :
Ø Syarat fisik
Ø  Syarat kimia
Ø Syarat biologis
Ø  Syarat radioaktif.
Namun pada makalah ini yang akan di bahas hanya syarat biologis dan syarat radioaktif air.
Ø Syarat biologis
Seperti kita ketahui jika standar mutu air sudah diatas standar atau sesuai dengan standar tersebut maka yang terjadi adalah akan menentukan besar kecilnya investasi dalam pengadaan air bersih tersebut, baik instalasi penjernihan air dan biaya operasi serta pemeliharaannya. Sehingga semakin jelek kualitas air semakin berat beban masyarakat untuk membayar harga jual air bersih. Dalam penyediaan air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat banyak mengutip Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 173/Men.Kes/Per/VII/1977, penyediaan air harus memenuhi kuantitas dan kualitas, yaitu:
Ø  a.       Aman dan higienis.
Ø  b.      Baik dan layak minum.
Ø  c.       Tersedia dalam jumlah yang cukup.
Ø  d.      Harganya relatif murah atau terjangkau oleh sebagian besar masyarakat


Adapun Parameter Air Bersih secara Biologi:
ü  Bakteri
ü  Binatang
ü  Tumbuh-tumbuhans
ü  Protista
ü  Virus

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI
Nomor : 907/MENKES/SK/VII/2002
Persyaratan  Kualitas air minum secara Bakteriologis

Parameter
Satuan
Kadar maksimum yang diperbolehkan
Keterangan
1
2
3
4
  1. Air Minum
E. coli atau Fecal coli
Jumlah per 100 ml sampel
0
2.      Air yang masuk sistem distribusi
E. coli atau Fecal col
Jumlah per 100 ml sampel
0
Total Bakteri Coliform
Jumlah per 100 ml sampel
0
3.      Air pada sistem distribusi
E. coli atau Fecal col
Jumlah per 100 ml sampel
0
Total Bakteri Coliform
Jumlah per 100 ml sampel
0


Ø Syarat radioktif
Radioaktivitas yang terdapat dalam suatu air dapat berasal dari kebocoran industri-industri nuklir, pusat-pusat pembangkit tenaga nuklir dan dari sampah-sampah radioaktif yang dapat bersatu dengan pasir atau lumpur dalam kehidupan biologis atau terlarut dalam air.
 Zat radioaktif yang teraplikasi dalam teknologi nuklir yang digunakan pada berbagai bidang dapat menimbulkan sisa pembuangan. Dapat saja sisa zat radioaktif tersebut terbawa ke dalam lingkungan air. Pengaruh radioaktif ini dapat mengakibatkan gangguan pada proses


pembelahan sel, rusaknya kromosom, dan lebih jauh dalam waktu yang lama dapat terjadi kerusakan sistem reproduksi dan sel tubuh. Untuk mengurangi terjadinya pencemaran air, dapat dilakukan
usaha-usaha pencegahan, antara lain, sebagai berikut:
§  tidak membuang sampah di sembarang tempat, baik itu di parit maupun di sungai;
§  tidak membuang limbah sembarangan dengan cara membuat tempat pengolahan limbah cair; air limbah diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke perairan sehingga air limbah tersebut tidak berbahaya bagi ekosistem air;
§  tidak membuang atau menggunakan pupuk pertanian secara berlebihan.
v Radioaktivitas
No
Parameter
Satuan
Kadar Maksimum
Gol.A
Gol.B
Gol.C
Gol.D
1.
Gross Alpha activity
Bq/L
0.1
0.1
0.1
0.1
2.
Gross Beta activity
Bq/L
1.0
1.0
1.0
1.0

KETERANGAN:
Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu
Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan
Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan
Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan, industri dan PLTA.
Adapun efek serta akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat manusia seperti berikut di bawah ini :
1.       Pusing-pusing
2.        Nafsu makan berkurang atau hilang
3.        Terjadi diare
4.       Badan panas atau demam
5.       Berat badan turun
6.       Kanker darah atau leukemia
7.       Meningkatnya denyut jantung atau nadi
8.       Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakit akibat sel darah putih  yang jumlahnya berkurang

B.   Pemeriksaan Kuman di Udara  
Udara bukan merupakan habitat jasad renik , sel-sel jasad renik terdapat dalam udara sebagai kontaminan atau spora jamur yang tersebar di udara, kuman pathogen tersebar di udara melalui butiran-butiran debu atau melalui residu tetesan air ludah yang kering. Bakteri yang terdapat di udara umumnya yang berspora , misalnya : Bacillus Sp, Clostridium Sp, M. tuberculosa.
Jasad renik pathogen terdapat di udara bersama 2 jenis partikel :
1.    Residu tetesan dahak yang telah diuapkan (inti tetesan)
.
2.    Partikel debu yang jauh lebih besar.
            Udara sebagai salah satu komponen lingkungan merupakan kebutuhan yang paling utama untuk mempertahankan kehidupan. Metabolisme dalam tubuh makhluk hidup tidak mungkin dapat berlangsung tanpa oksigen yang berasal dari udara. Selain oksigen terdapat zat-zat lain yang terkandung di udara yaitu karbondioksida, karbon monoksida, formaldehid, jamur, virus, dan sebagainya. Peningkatan konsentrasi zat-zat di dalam udara tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia. Udara dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
v   Udara luar ruangan (outdoor air)
v   Udara dalam ruangan (indoor air)
Kualitas udara dalam ruang sangat mempengaruhi kesehatan manusia karena hampir 90% hidup manusia berada dalam ruangan. Adapun menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1405/MENKES/SK/XI/2002 dalam keputusan tersebut dinyatakan bahwa angka kuman kurang dari 770 koloni/m3 udara, bebas kuman pathogen. Sumber penyebab polusi udara dalam ruangan berhubungan dengan bangunan itu sendiri, perlengkapan dalam bangunan (karpet, AC, dan sebagainya), kondisi bangunan, suhu, kelembapan, pertukaran udara dan hal-hal yang berhubungan dengan perilaku orang-orang yang berada di dalam ruangan, misalnya merokok. Sedangkan angka kuman udara sendiri merupakan jumlah dari sampel angka kuman udara dari suatu ruangan atau tempat tertentu yang diperiksa, sehingga hitung angka kuman bertujuan untuk mengetahui jumlah bakteri pada sampel. Prinsip dari pemeriksaan ini menghitung jumlah koloni yang tumbuh pada Plate Count Agar. Hitung angka kuman dilakukan  pengenceran bertingkat bertujuan agar  koloni tiap plate dapat dihitung pada tahap akhir, jumlah koloni dari tiap plate dikali dengan pengenceran dan dicari rata-rata dari semua plate. Nilai yang didpat adalah jumlah angka kuman dari sampel yang diperiksa salah satu penyebab meningkatnya angka kuman udara ruangan adalah dengan  penggunaan AC. Karena AC yang jarang dibersihkan akan menjadi tempat nyaman bagi mikroorganisme untuk berkembangbiak. Kondisi tersebut mengakibatkan kualitas udara dalam ruangan menurun dan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang disebut Sick Building Syndrome (SBS) atau Tight Building Syndrome (TBS). Banyaknya aktivitas di gedung meningkatkan jumlah polutan dalam ruangan.

C.                Pemeriksaan Kuman di Makanan
Pembiakan adalah proses perbanyakan organisme melalui penyediaan kondisi lingkungan yang sesuai. Mikroorganisme yang sedang tumbuh membuat replika dirinya, membutuhkan adanya elemen-elemen dalam komposisi kimia mereka. Nutrisi harus menyediakan elemen ini dalam bentuk yang mudah di metabolisme (Jawetz, etc. 2001). Demikian pula dengan media sebagai tempat berkembang biakan bekteri, karena media merupakan salah satu bahan yang terdiri dari campuran nutrisi zat makanan yang dipakai untuk menumbuhkan bakteri
Kebanyakan berat kering dari mikroorganisme adalah bahan-bahan organik yang mengandung elemen-elemen karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, phospor dan belerang.
Di samping itu, ion-ion anorganik seperti potasium, sodium, besi, magnesium, kalsium dan klorida dibutuhkan untuk memfasilitasi katalis enzim dan mempertahankan Gradien kimia yang melelui membran sel (Jawetz, etc. 2001). Oleh karena itu adapun syarat-syarat untuk media yang baik adalah media harus mengandung semua nutrisi yang mudah digunakan bakteri, Media tidak mengandung zat-zat penghambat serta media harus steril Klasifikasi media berasarkan fungsinya yaitu;
1.Enriched media, adalah sejumlah media umum yang kemudian ditambahkan dengan darah, serum, ekstrak tumbuh-tumbuhan atau kaldu yang mampu memacu pertumbuhan bakteri patogen.
2. Media selektif, yaitu media yang menggunakan bahan-bahan kimia yang bersifat memacu pertumbuhan bakteri yang diinginkan.
3. Media diferensial yaitu media yang ditamnahkan zat-zat kimia tertentu yang menyebabkan suatu mikroorganisme membentuk perubahan tertentu, sehingga dapat membedakan tipe mikrooraganisme.
4. Media Penguji, yaitu media dengan susunan tertentu yang digunakan untuk pengujian antibiotika, asam amino dan vitamin.
5. Media Khusus yaitu media untuk menentukan tipe pertumbuhan mikroorganisme dan kemampuannya untuk mengadakam perubahan-perubahan tertentu.
6. Media untuk bakteri Anaerob yaitu beberapa bahan kimia dapat ditambahkan untuk menguji kandungan O2 dengan pengikatan kimiawi.
Pada pemeriksaan suatu produk, jumlah bakteri akan menggambarkan mutu bahan baku, proses pembuatan dan tingkat kerusakan suatu bahan mekanan. Metode perhitungan sangat banyak, hanya biasanya metode yang dipilih adalah disesuaikan dengan kepentingan pemeriksaan, kecepatan dan ketepatan hasil pemeriksaan. Metode perhitungan itu adalah:
1.Metode hitung bakteri, metode ini dapat dikerjakan tergantung dari jumlah bakteri yang hidup dengan aktifitas metabolisme
a. Angka lempengan total,
b. Pengenceran, Most Probable Number (MPN),
c. Aktifitas metabolik.
2. Metode total bakteri hidup dan bakteri mati meliputi
a. Berat kering bakteri,
b. Kekeruhan, berdasarkan jumlah sinar yang diserap pada panjang gelombang tertentu,
c. Hitung partikel elektronik,
d. Hitung dengan mikroskop langsung,
e. Volume sel


D.     
Dari sejumlah metode di atas beberapa saja yang sering digunakan untuk pemeriksaan rutin yaitu;
1. Angka lempeng total ”Pour Plate” digunakan untuk menghitung bakteri dengan ketentuan yaitu
a. Satu koloni bakteri dihitung satu sel bakteri hidup,
b.Satu sel hidup dari sampel akan mampu membentuk koloni bakteri dalam lempeng petri dish,
c.Dihitung jumlah koloni antar 30-300 koloni. Apabila kurang maka dihitung jumlah koloni yang ada, sedang apabila lebih dari 300 maka perlu dilakukan pengenceran.
2.Penghitungan bakteri dengan bakteri ”Spread Plate”, prinsip hitung bakteri dengan metode ini adalah meratakan bakteri yang terdapat di dalam sampel dengan volume tertentu di atas permukaan media yang sesuai.
Slide spesial-counting Chambers sebagaimana penghitung bakteri Petroff-Hausser juga digunakan untuk membuat perhitungan langsung. Perhitungan bakteri ditempatkan pada sebuah jalur ruangan, dimensi dari yang kita tahu, dan dibungkus dengan yang kecil. Pengujian dapat di buat dengan lebih banyak kepuasan dengan lapangan-gelap atau fase mikroskopis, jika sel tidak ditandai dan karena itu tidak terlalu mencolok oleh pengujian terang-lapang.
Sejak counting cahmber diputuskan mati di dalam area yang pasti dan sejak kedalaman dari perhitungan pada ruangan diperhitungkan di ketahui, berarti bahwa di atas volume lain daerah yang diatus dapat dijumlahkan. Semuanya adalah dibutuhkan, oleh karena itu, apakah dijumlahkan nomor dari organisme di beberapa area, rata-rata mendapatkan bilangan untuk menghitung per area, dan juga mengalikan rata-rata ini oleh sebuah faktor yang tepat memasukkan penjumlahan ke nomor bakteri per millimeter.
Pemeriksaan angka kuman metode hitungan cawan didasarkan pada anggapan bahwa setiap sel yang dapat hidup akan berkembang menjadi satu koloni, jadi jumlah koloni yang muncul pada cawan merupakan suatu indeks bagi jumlah organism yang dapat hidup yang terkandung dalam sampel. Teknik yang harus dikuasai dalam metode ini ialah mengencerkan sample dan mencawankan hasil pengenceran tersebut. Setelah inkubasi jumlah koloni masing-masing cawan diamati. Jumlah organisme yang terdapat dalam sampel akan ditentukan dengan mengalikan jumlah koloni yang terbentuk dengan factor pengenceran pada cawan yang bersangkutan.
Saat bakteri di inokulasi kedalam sebuah medium dan di inkubasi secukupnya, kumpulan sel menjadi tak terlihat. Bakteri ataupun mikroorganisme lainnya tumbuh di sebuah medium laboratorium yang berhubungan dengan mengkultur.
Spesies yang berbeda dari pertumbuhan bakteri pada media beberapa macam media yang sama lebih terlihat berbeda; jadi diketahui dari penampilan, atau ciri khas kultur, dari sebuah species sangat berguna untuk pengenalan tipe yang pasti dari bakteri.





BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dari pembahasan beberapa materi di atas dapat disimpulkan bahwa, pemeriksaan jumlah kuman pada air, udara dan makanan sangat penting dilakukan guna untuk mengetahui seberapa besar kuman tersebut. Sehingga nantinya kita dapat mengetahui kualitas air, udara dan makanan yang kita pakai setiap harinya, apakah sudah memenuhi standar yang telah ditentukan oleh PERMENKES atau masih perlu dilakukan pengolahan.
B.  Saran
Dalam melakukan pemeriksaan kuman, setiap mahasiswa harus:
1.      Alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum
2.      Mengetahui cara perhitungan kuman di air, udara, dan makanan.
3.      Mengikuti secara tertib pelaksanaan praktikum.


DAFTAR PUSTAKA
http:// Environmental Sanitation.wordpress.com
Hj. Wahyuni Sahani.S.T.,M.Si. Hj.Inayah. Penuntun Praktikum Mikrobiologi; Makassar ; 2013.
  





If you enjoyed this post Subscribe to our feed