Selasa, 08 Desember 2015

Fungsi dan Peranan Air Bagi Kehidupan

Mata Kuliah                  : Penyehatan Air – A  
Dosen                            : H. Ronny Muntu, SKM.,M.Kes

Fungsi  dan Peranan Air Bagi Kehidupan serta Macam-macam Penyakit yang Ditularkan melalui Air


  
 Oleh :
EVI NURSYAFITRI
PO.71.4.221.13.2.012

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D.IV

2015

Kata Pengantar

Bismillahirrahmanirrahim.
              Puji syukur atas kehadirat Allah swt. Yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga
Makalah Penyehatan Air dengan judul “Fungsi dan Peranan Air Bagi Kehidupan” ini dapat selesai dengan tepat waktu. Terwujudnya makalah ini, tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu saya selaku penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.    Bapak Ronny Muntu, SKM.,M.Kes selaku dosen pengampu pada mata kuliah Penyehatan Air – A yang telah memberikan ilmu  dan sumbangsinya dalam menyusun makalah ini.
2.    Bapak dan Ibu tercinta yang telah memberikan motivasi dan dukungan baik moral maupun spiritual.
3.    Teman-teman yang tercinta yang telah sabar untuk meluangkan waktunya untuk berdiskusi dalam menyusun makalah ini.
4.    Dan semua pihak yang telah membantu dalam  menyusun makalah ini.
Dalam tugas ini terdapat beberapa pembahasan materi mengenai peranan air terhadap kesehatan dan macam – macam penyakit yang disebabkan oleh air. Namun dalam penyusunannya masih terdapat banyak kekurangan oleh karena itu kritik dan saran  yang membangun diharapkan penulis dari semua pihak, agar kedepannya lebih baik lagi dalam menyusun tugas selanjutnya .  
Akhir kata semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan bisa menjadi referensi bagi yang memerlukannya.
Wasallam  

Makassar,    Maret  2015



Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar........................................................................................................... i
DAFTAR ISI  ........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A.    Latar Belakang .............................................................................................. 1
B.     Tujuan ........................................................................................................... 2
C.     Rumusan Masalah.......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................... 3
A.     Peranan Air Terhadap Kesehatan................................................................... 3
B.     Macam-macam Penyakit yang Ditularkan Melalui Air.................................. 28
BAB III PENUTUP.................................................................................................. 53
A.    Kesimpulan.................................................................................................... 53
B.     Saran ............................................................................................................. 53
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Air adalah substansi yang paling melimpah di permukaan bumi, merupakan komponen utama bagi semua makhluk hidup, dan merupakan kekuatan utama yang secara konstan membentuk permukaan bumi. Air juga merupakan faktor penentu dalam pengaturan iklim di permukaan bumi untuk kebutuhan hidup manusia.
Selain itu, susunan molekul air sangat sederhana. Dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. H-O-H atau ditulis dengan rumus H2O. Air juga punya sifat yang unik yang memungkinkan berperan sebagai material yang universal. Salah satu sifat khusus air adalah sangat mudah berubah wujud. Air dapat dijumpai di planet bumi dalam tiga bentuk, yaitu padat, cair dan gas.
Mengingat pentingnya peran air,sangat diperlukan adanya sumber air yang dapat menyediakan air yang baik dari segi kuantitas dan kualitasnya. Di Indonesia, umumnya sumber air minum berasal dari air permukaan(surface water),air tanah (ground water)dan air hujan ( Ricki . Mulia,2005 )
Oleh karena manusia sangat membutuhkan air untuk melanjutkan kehidupannya. Sebagian besar tubuh manusia juga mengandung air. Air tentunya berperan penting terhadap kesehatan manusia. Namun dewasa ini air menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian. Untuk mendapatkan air yang bersih dan memenuhi standar merupakan hal yang langka karena air sudah banyak tercemar bermacam-macam limbah dari kegiatan manusia. Air yang tercemar dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan manusia. Oleh karena hal diatas kami akan membahas makalah dengan judul “Peranan Air bagi Kesehatan Manusia”




B.  Tujuan
1.    Untuk mengetahui peranan air bagi kesehatan
2.    Untuk mengetahui macam-macam penyakit yang ditularkan melalui air

C.  Rumusan Masalah
1.    Bagaimana peranan air tehadap kesehatan?
2.    Bagaimana contoh / macam-macam penyakit yang ditularkan melalui air?





















BAB II
PEMBAHASAN
A.  Peranan dan Fungsi Air Terhadap Kesehatan
1.    Air untuk Proses Metabolisme Tubuh Manusia
Air merupakan bagian penting untuk kehidupan, sebagian besar tubuh kita terdiri dari air, tanpa air manusia akan mengalami dehidrasi dan lebih cepat mati dibandingkan tanpa makanan. Air berfungsi untuk mentransportasi mineral, vitamin, protein dan zat gizi lainnya ke seluruh tubuh. Keseimbangan suhu tubuh akan sangat tergantung pada air, karena air merupakan pelumas jaringan tubuh sekaligus bantalan sendi-sendi , tulang, dan otot. Kebutuhan air untuk manusia dalam sehari minimal sebanyak 8 gelas, yang diperlukan untuk kelancaran proses metabolisme di dalam tubuh.
Mengkonsumsi air secara cukup dapat meningkatkan fungsi hormon, memperbaiki kemampuan hati untuk memecah dan melepas lemak, serta mengurangi rasa lapar. Sebaliknya, kurang air dapat menyebabkan konstipasi, infeksi saluran urin, terbentuknya batu ginjal, kelelahan, dan masalah-masalah seputar kulit, rambut, dan kuku. Di pasaran saat ini mulai bermunculan produk air kemasan baru yaitu air beroksigen. Sesungguhnya air, dari manapun sumbernya, yang sering diminum kebanyakan orang telah mengandung oksigen yang kadarnya sekitar 7 ppm. Air beroksigen telah diperkaya dengan oksigen melalui rekayasa teknologi sehingga mengandung O2 45 ppm – 80 ppm. Oksigen dimasukkan ke dalam air lewat suatu proses dengan menggunakan tekanan, seperti halnya ketika membuat minuman berkarbonasi (minuman ringan) yaitu dengan memompakan CO2 ke dalam air. Oksigen yang diserap melalui membran intestinal diklaim dapat meningkatkan imunitas dan memperbaiki sistem sirkulasi dalam tubuh. Oksigen juga akan melekat di butir-butir darah merah yang kemudian masuk ke dalam sel-sel tubuh manusia. Sebuah studi yang melibatkan 25 atlet pelari yang mengkonsumsi air beroksigen menunjukkan hasil positip. Sejumlah 83% dari pelari tersebut mempunyai performans prestasi yang lebih baik. Mereka menghemat waktu 31 detik dalam suatu lomba lari. (Khomsan, 2007)
Jika kecukupan konsumsi air tidak dipenuhi maka tubuh akan kekurangan air. Gejalanya antara lain berupa terasa kering di bagian tenggorokan. Pada anak kecil, hal ini bisa berakibat fatal. Dalam hal kekurangan minum sedikit saja namun berlangsung dalam jangka panjang, fungsi ginjal dapat dapat terganggu sehingga suatu ketika terbentuk kristal atau batu ginjal. Kekurangan cairan juga dapat menyebabkan konstipasi, infeksi saluran urin, kelelahan, dan berbagai masalah seputar kulit, rambut dan kuku.
Bila Anda minum banyak air bersih dan jernih, maka hal tersebut akan memacu peningkatan kesehatan Anda, di mana para peneliti menemukan bahwa, makin hari makin banyak keuntungan dengan minum air dalam jumlah yang cukup bagi kesehatan, termasuk: Pencernaan dan metabolisme yang lebih baik Minum air dalam jumlah yang cukup menjadikan baik pencernaan maupun metabolisme dapat bekerja pada kapasitas maksimalnya. Faktanya, penelitian terbaru dari University of Utah menyatakan bahwa kekurangan air dapat menyebabkan menurunnya metabolisme.
Air dalam tubuh manusia memainkan peran penting dengan membawa karbohidrat dan protein melalui darah dan menghilangkan kelebihan garam, mineral, dan zat lainnya. Hidrasi yang memadai juga membuat tubuh dingin ketika suhu meningkat dan selama aktivitas fisik. Air dalam tubuh manusia mencegah sembelit dan menjaga kulit lembut dan lentur. Paru-paru dan mulut membutuhkan air untuk berfungsi dengan baik, sedangkan sendi menggunakan air sebagai pelumas.
Setiap sel dalam tubuh bergantung pada air untuk melarutkan bahan kimia, mineral, dan nutrisi untuk membuat mereka dapat digunakan. Jika darah kekurangan air yang cukup, mungkin tidak mengalir secara bebas dan membawa oksigen yang cukup ke organ dan jaringan. Kulit bisa menjadi kering dan pecah-pecah ketika asupan air turun di bawah tingkat yang direkomendasikan.
Air dalam tubuh manusia merupakan 70 persen dari berat total otak. Darah terdiri dari sekitar 80 persen air, sedangkan konten di paru-paru adalah sekitar 90 persen air. Cairan juga digunakan oleh lemak, otot, dan tulang untuk mendukung kesehatan yang optimal. Air dalam tubuh membersihkan  bakteri manusia dari kandung kemih dan mungkin mencegah pembentukan batu ginjal. Hal ini juga mencegah sembelit dan membawa limbah dari tubuh melalui feses.
Setiap hari, air dalam tubuh manusia hilang melalui urin, keringat, dan pernapasan. Ini harus diganti setiap hari karena tubuh tidak dapat menyimpan air untuk digunakan nanti. Jumlah air yang dikeluarkan tergantung pada tingkat aktivitas seseorang, suhu di luar, metabolisme individu, dan jumlah cairan yang dikonsumsi dalam makanan dan minuman. Orang yang sangat aktif, dan mereka yang tinggal di iklim panas, biasanya membutuhkan lebih banyak air karena mereka sering menghasilkan lebih banyak keringat.
Tubuh anak-anak mengandung kadar air lebih tinggi dari orang dewasa dan mungkin mengalami dehidrasi lebih cepat. Orang tua mungkin perlu untuk meningkatkan asupan air karena fungsi ginjal berubah seiring dengan usia. Seorang dewasa yang lebih tua mungkin kehilangan hingga 2,1 liter (2 liter) air sehari melalui fungsi tubuh normal. Diperkirakan orang tua mendapatkan setengah jumlah tersebut setiap hari melalui makanan.
Dehidrasi dapat menjadi risiko kesehatan yang serius, menyebabkan gagal ginjal. Gejala termasuk gelap, urin kuning, sakit kepala, dan kekurangan energi. Bibir dan kulit mungkin menjadi kering, bersama dengan mulut kering. Pada saat seseorang merasa haus, dehidrasi mungkin sudah ada, yang dapat menghambat konsentrasi dan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas mental atau fisik.
Kebanyakan makanan menyediakan sekitar setengah air yang diperlukan dalam tubuh manusia. Ahli gizi biasanya menganjurkan minum enam sampai delapan gelas air sehari untuk menjaga kesehatan. Tingkat ini mungkin diperoleh dari sup, buah, teh, dan makanan lainnya. Pasien yang menggunakan obat-obatan yang meningkatkan buang air kecil mungkin perlu sampai asupan air sehari-hari. Orang yang menderita demam, muntah, atau diare mungkin juga cepat kehilangan cairan penting.

2.    Air dapat mencegah dan mengobati banyak penyakit
Air digunakan untuk mengurangi demam serta membersihkan luka dan infeksi kulit. Meminum banyak air membantu mencegah dan mengobati diare, infeksi saluran kemih, batuk dan susah buang air. Mencuci tangan dengan sabun dan air setelah ke WC dan sebelum makan atau memegang makanan juga membantu mencegah banyak penyakit.
Selain itu, para peneliti saat ini meyakini bahwa cairan atau tepatnya air dapat berperan aktif dalam mengurangi resiko terhadap beberapa penyakit seperti: batu ginjal, kanker saluran kencing, kanker kandung kemih, dan kanker usus besar (colon). Minum cukup air dapat pula menghindari sembelit.
3.    Air merupakan kebutuhan dasar makhluk hidup
Air adalah unsur paling penting bagi kehidupan mahluk hidup di bumi ini. Sebagian orang percaya dengan mengkonsumsi air yang berlebih akan membuat tubuh menjadi sehat tetapi bisa juga dengan mengkonsumsi air berlebihan akan mengakibatkan ketergantungan. Air juga dapat diartikan bagian dari kehidupan yang memiliki banyak pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positif air yaitu salah satunya untuk kehidupan dan pengaruh negatif air salah satunya adalah dapat menyebabkan banjir jika manusia tidak bisa menjaga kelestarian hutan atau bisa juga tidak ada daerah resapan air hujan sehingga dapat menyebabkan banjir.
Air mempunyai peranan penting dalm pembentukan kehidupan. Dalam organisme dalam berbagai organ tidak mengandung air dalam jumlah yang sama. Presentase terendah 27- 34 % terdapat pada tulang dan meningkat sampai 70- 80 % pada organ- organ bagian dalam, sementara itu tertinggi beradapa pada jaringan saraf (82- 94 %). Air dalam protoplasma berupa koloidal dari molekul protein dimungkinkan oleh fenomena solvation dari rantai molekul.
Untuk kelangsungan hidup, semua makhluk hidup, khususnya manusia, membutuhkan air untuk kelangsungan aktivitasnya. Salah satu kebutuhan dasarnya adalah air. Setiap aktivitas sehari – hari  manusia tidak terlepas dari penggunaan air. Namun air yang disediakan untuk keperluan sehari-hari, termasuk untuk keperluan MCK, juga dapat memberikan dampak yang merugikan bagi manusia beserta lingkungannya. Tentu saja hal ini terjadi jika air yang diberikan tidak memenuhi syarat kualitas sanitasi dan higiene yang dibutuhkan. Sehingga pemenuhan air harus selalu memadai untuk kebutuhan sehari – hari agar setiap aktivitas manusia bisa berjalan.
Manusia mungkin dapat hidup beberapa hari akan tetapi manusia tidak akan bertahan selama beberapa hari jika tidak minum karena  sudah mutlak bahwa sebagian besar zat pembentuk tubuh manusia itu terdiri dari 73% adalah air. Jadi bukan hal yang baru jika kehidupan yang ada di dunia ini dapat terus berlangsung karena tersedianya Air yang cukup. Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia berupaya mengadakan air yang cukup bagi dirinya sendiri. Berikut ini air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dengan segala macam kegiatannya, antara lain digunakan untuk:
a.    Keperluan rumah tangga, misalnya untuk minum, masak, mandi, cuci dan pekerjaan lainnya,
b.    Keperluan umum, misalnya untuk kebersihan jalan dan pasar, pengangkutan air limbah, hiasan kota, tempat rekreasi dan lain-lainnya.
c.    Keperluan industri, misalnya untuk pabrik dan bangunan pembangkit tenaga listrik.
d.   Keperluan perdagangan, misalnya untuk hotel, restoran, dll.
e.    Keperluan pertanian dan peternakan
f.     Keperluan pelayaran dan lain sebagainya
 Oleh karena itulah air sangat berfungsi dan berperan bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Penting bagi kita sebagai manusia untuk tetap selalu melestarikan dan menjaga agar air yang kita gunakan tetap terjaga kelestariannya dengan melakukan pengelolaan air yang baik seperti penghematan, tidak membuang sampah dan limbah yang dapat membuat pencemaran air sehingga dapat menggangu ekosistem yang ada.
Selain itu, makhluk hidup lainnya seperti hewan maupun tumbuhan sangat memerlukan air. Contohnya saja pada tumbuhan hanya bisa melakukan proses fotosintesis ketika ada bahan air (H2O).
Air merupakan bagian penting untuk kehidupan, sebagian besar tubuh kita terdiri dari air, tanpa air manusia akan mengalami dehidrasi dan lebih cepat mati dibandingkan tanpa makanan. Air merupakan bagian penting untuk kehidupan, sebagian besar tubuh kita terdiri dari air, tanpa air manusia akan mengalami dehidrasi dan lebih cepat mati dibandingkan tanpa makanan. Air berfungsi untuk mentransportasi mineral, vitamin, protein dan zat gizi lainnya ke seluruh tubuh. Keseimbangan suhu tubuh akan sangat tergantung pada air, karena air merupakan pelumas jaringan tubuh sekaligus bantalan sendi-sendi , tulang, dan otot. Air beroksigen telah diperkaya dengan oksigen melalui rekayasa teknologi sehingga mengandung O2 45 ppm – 80 ppm. Oksigen dimasukkan ke dalam air lewat suatu proses dengan menggunakan tekanan, seperti halnya ketika membuat minuman berkarbonasi (minuman ringan) yaitu dengan memompakan CO2 ke dalam air. Oksigen yang diserap melalui membran intestinal diklaim dapat meningkatkan imunitas dan memperbaiki sistem sirkulasi dalam tubuh. Oksigen juga akan melekat di butir-butir darah merah yang kemudian masuk ke dalam sel-sel tubuh manusia. Oksigen diperlukan sel untuk mengubah glukosa menjadi energi yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti aktivitas fisik, penyerapan makanan, membangun kekebalan tubuh, pemulihan kondisi tubuh, juga penghancuran beberapa racun sisa metabolisme. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan metabolisme berlangsung tidak sempurna. Beberapa penelitian menunjukan bahwa manfaat dari air beroksigen dapat meningkatkan populasi bakteri probiotik. Seperti diketahui, probiotik berfungsi menyeimbangkan flora usus sehingga pencernaan menjadi lebih baik. Di dalam tubuh manusia, terdapat milyaran probiotik yang jika berkembang biak lebih banyak akan meningkatkan daya tahan tubuh.
Air juga merupakan salah satu sumber alam yang mulai terasa pengaruhnya pada usaha memperluas kegiatan pertanian dan industri di berbagai tempat di dunia, di bidang pertanian kekurangan air menjadi hambatan utama.
Penduduk yang terus berkembang dan kemakmuran yang meningkat menimbulkan tekanan pada persediaan air setempat, menjatah air mungkin akan menjadi pemandangan sehari – hari di seluruh dunia di masa mendatang.

4.    Air sebagai media untuk kehidupan mikroba
Dalam dunia kehidupan terdapat kelompok anggota, yang tidak keliatan tetapi ada, yang sulit dibatasi sebagai binatang atau tumbuh – tumbuhan karean mereka diturunkan dari dua kingdom. Mereka mempunyai peranan penting dalam kontinyuitas aktivitas biologi, mereka adalah mikroba umumnya bersel tunggal, aktivitasnya yang kontan adalah berfungsi dalam “recirculation” elemen dan dalam proses abalitic dan sinteticyang hidupnya tidak akan berhenti.
Kebutuhan manusia untuk menggunakan air bahkan dalam jumlah yang terus meningkat telah menyebabkan dalam menunjang makin banyak pencemaran. Seperti yang telah diketahui dalam ilmu kesehatan dan biologian yang dimainkan oleh air dalam penularan penyakit, manusia terpaksa harus, namun yang lain ternyata memberi keuntungan dan manusia bisa memanfaatkannya.
Air mempunyai peranan besar dalam penularan berbagai jenis penyakit menular. Besarnya peranan air dalam penularan penyakit adalah disebabkan keadaan air itu sendiri sangat membantu dan sangat baik untuk kehidupan mikrobiologi.
Air dapat bertindak sebagai tempat berkembang biak mikrobiologi dan juga bisa sebagai tempat tinggal sementara (perantara) sebelum mikrobioogis berpindah kepada manusia.
Air mempunyai peranan penting dalm pembentukan kehidupan. Dalam organisme dalam berbagai organ tidak mengandung air dalam jumlah yang sama. Perenatse terendah 27- 34 % terdapat pada tulang dan meningkat sampai 70- 80 % pada organ- organ bagian dalam, sementara itu tertinggi beradapa pada jaringan saraf (82- 94 %).
Air dalam protoplasma berupa koloidal dari molekul protein dimungkinkan oleh fenomena solvation dari rantai molekul.
5.    Air sebagai penyebar mikroba patogen (true water borne diseases)
Penyakit menular yang disebabkan oleh air secara langsung seringkali dinyatakan sebagai penyakit bawaan air atau ‘water borne diseases’. Penyakit-penyakit ini hanya dapat menyebar apabila mikroba penyebabnya dapat masuk ke dalam sumber air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Jenis mikroba yang dapat menyebar lewat air, di antaranya virus, bakteri, protozoa, dan metazoa.
AIR bersih merupakan salah satu sumber kehidupan mahluk hidup, termasuk manusia. Konsekuensinya, bila air yang kita konsumsi telah tercemar maka kehidupan manusia akan terganggu. Kondisi demikian akan menjadi ancaman kesehatan manusia, bila tidak segera dipulihkan. Apalagi saat ini kondisi lingkungan kita telah memasuki musim hujan, yang biasanya mudah sekali terjadi pencemaran air di sana-sini, seperti banjir.
Lebih jauh, air yang telah tercemar, baik oleh senyawa organik maupun anorganik akan menjadi media yang cocok untuk berkembangbiak berbagai penyakit. Air yang tercemar dapat berupa air yang tergenang dan air yang mengalir. Menurut Wisnu Arya Wardana (1999), penyakit menular akibat pencemaran air itu dapat terjadi karena berbagai macam sebab. Pertama, air merupakan tempat berkembangbiaknya mikroorganisme, termasuk mikroba patogen. Kedua, air yang telah tercemar tidak dapat digunakan sebagai air pembersih, sedangkan air bersih sudah tidak mencukupi sehingga kebersihan manusia dan lingkungannya tidak terjamin, yang pada akhirnya menyebabkan manusia mudah terserang penyakit.
6.    Air sebagai Komponen Utama dalam Tubuh manusia
Air adalah komponen utama dalam tubuh manusia, bahkan sekitar 55% berat tubuh kita adalah air. Tanpa air makhluk hidup tidak mungkin tumbuh dan berkembang,   karena   air   sangat   vital   untuk   reaksi   kimia tubuh. Air harus dikonsumsi setiap hari karena tubuh tidak bisa membuatnya.
Peningkatan konsumsi air juga terbukti dapat menurunkan risiko obesitas. Konsumsi air sebelum makan terbukti akan membuat kita menjadi lebih cepat merasa kenyang dan menurunkan jumlah kalori yang diserap oleh tubuh. Inilah yang menyebabkan konsumsi air minum sangat disarankan bagi orang-orang yang sedang menjalani diet ataupun program penurun berat badan tertentu.
Air di dalam tubuh manusia berkisar antara 50 – 70% dari seluruh berat badan. Air  terdapat  di seluruh badan. Tulang  terdapat air sebanyak 22%  berat tulang , di darah dan ginjal sebanyak 83%. Pentingnya air bagi kesehatan dapat dilihat dari jumlah air yang ada di dalam organ, seperti 80%  dari darah terdiri atas air ,25 % dari tulang, 75% dari urat syaraf, 80%  dari ginjal , 70% dari hati, dan 75%  dari urat syaraf , 80%  dari ginjal , 70% dari hati, dan 75 % dari otot adalah air. Kehilangan   air   15%   dari   berat   badan   dapat   mengakibatkan   kematian. Karenanya   orang   dewasa   perlu   minum   minimal   1,5   –   2   liter   air   sehari. Kekurangan air ini menyebabkan banyaknya ditemukan penyakit batu ginjal dan kandung kemih di daerah tropis seperti indonesia , karena terjadinya kristalisasi unsur-unsur  yang  ada di dalam cairan tubuh. Air diperlukan untuk melarutkan berbagai jenis zat yang diperlukan tubuh. Sebagai contoh,   oksigen   perlu   dilarutkan   dahulu   sebelum   dapat   memasuki pembuluh-pembuluh   darah   yang   ada   di   sekitar   alveli.   Demikian   pula   halnya dengan segala zat makanan yang hanya dapat diserap apabila dapat larut di dalam cairan yang meliputi selaput lendir usus. Semua reaksi biokimia di dalam tubuh manusia dan hewan terlaksana di dalam lingkungan air. Air sebagai bahan pelarut, membawa segala jenis makanan ke seluruh tubuh dan mengambil kembali segala buangan   untuk   dikeluarkan   dari   tubuh.  Air   juga   dapat   mempertahankan  suhu badan, untuk membersihkan permukaan mata serta melicinkannya, sehingga gerak kelopak mata menjadi lancar. Ringkasnya, dalam segala fungsi kehidupan seperti bereaksi terhadap segala stimulus, tubuh, bermetabolisme, bereproduksi,air selalu memegang peranan penting.
Air sangat dibutuhkan bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal tampak dari   tempat-tempat   di   bumi   ini   yang   dipilih   masyarakat   untuk   bermukim. Permukiman banyak ditemukan di  sekitar   perairan  seperti sungai-sungai.  Oleh karena itu, kota-kota di dunia ini pada awalnya terletak di dekat sungai-sungai. Manusia sebagai makhluk budaya juga terpengaruh oleh sifat-sifat lingkungan air, sehingga   dapat   mengembangkan   teknologi   dalam   rangka   mendayagunakan   air yang ada. Air menstimulir manusia untuk membuat wadah-wadah air, baik dari tanah, perunggu, perak, maupun emas. Air juga menstimulir orang untuk membuat rakit,   perahu,   kapal-kapal,   dan   lain-lainnya,   agar   dapat   mendayagunakan   air sebagai media transportasi. Saat ini orang juga memanfaatkan air bagi pembangkit tenaga listrik, rekreasi, perikanan, dan industri lainnya.
Untuk mengetahui peran air dalam tubuh kita,  simak apa   saja pengaruh  air  pada  7  bagian tubuh berikut ini.
a.    Otak
Konsumsi air juga sangat penting untuk memelihara fungsi otak kita. Di dalam otak, air akan mengisi ruang sempit antar sel-sel saraf (ruang ekstraseluler). Air sangat penting guna menjaga kestabilan ion-ion dalam ruang ekstraseluler. Ion-ion tersebutlah yang kemudian akan digunakan untuk merambatkan rangsang sepanjang sel saraf. Rangsangan yang dirambatkan dapat berasal dari luar ataupun dalam tubuh. Ketika otak kita kekurangan air, maka kerja otak pun akan terhambat dan kita menjadi sulit untuk berkonsentrasi.
Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat daya ingat lebih tajam, mood stabil dan motivasi lebih baik. Jika kecukupan air dalam tubuh baik, kemampuan kita   dalam   memecahkan   masalah   juga   akan   meningkat.   Para   ilmuwan menyebutkan   kekurangan   air   akan   menyebabkan   aliran   oksigen   ke   area   otak berkurang sehingga sel-sel saraf menyusut sementara. Tak heran jika orang yang kehausan biasanya sulit berkonsentrasi.

b.    Mulut
Air  akan  menjaga  tenggorokan dan bibir lebih  basah dan  menjaga mulut  agar tidak kekeringan. Kondisi mulut yang kering bisa memicu bau mulut dan rasa yang tidak enak, bahkan gigi berlubang.

c.    Jantung
Dehidrasi akan menyebabkan penurunan volume darah, sehingga jantung  akan bekerja lebih keras dalam memompa darah agar sel-sel tidak kekurangan oksigen. Akibatnya aktivitas fisik ringan seperti naik tangga atau berlari akan terasa lebih melelahkan.

d.   Sirkulasi darah
Tubuh mengeluarkan panas dengan cara melebarkan pembuluh darah yang dekat dengan permukaan kulit sehingga aliran darah lebih cepat dan panas lebih banyak yang dikeluarkan. Bila kita kekurangan cairan, dibutuhkan temperatur lingkungan yang   lebih   tinggi   agar   pembuluh   darah   melebar   sehingga   kita akan tetap kepanasan.

e.    Otot
Bila   kecukupan   cairan   terpenuhi,   air   di   dalam   dan   luar   sel   yang   berfungsi mengkontraksi  otot  menyediakan   nutrisi  yang  cukup  dan  proses   pembuangan berlangsung efisien sehingga performa tubuh akan baik. Air juga penting untuk melumaskan sendi. Namun kram otot tidak berkaitan dengan dehidrasi melainkan karena kelelahan otot.

f.     Kulit
Secara kosmetik, konsumsi air juga membuat kulit semakin terlihat segar. Konsumsi air akan meningkatkan elastisitas kulit sehingga kulit tidak mudah keriput. Penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi 500 ml air akan meningkatkan aliran darah kapiler di lapisan kulit.
Jika seseorang menderita dehidrasi berat, kulit menjadi kurang elastis. Kondisi ini berbeda dengan kulit kering, yang biasanya disebabkan karena zat kimia dalam sabun, air panas atau terpapar udara kering. Sayangnya, minum cukup air tidak akan mencegah keriput.

g.    Ginjal
Ginjal membutuhkan cairan untuk menyaring "sampah" dari peredaran darah dan membuangnya melalui urin. Kecukupan cairan juga akan membantu mencegah infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Dehidrasi berat akan menyebabkan ginjal berhenti berfungsi, sehingga toksin atau racun menumpuk di tubuh.
Peningkatan konsumsi air terbukti dapat meningkatkan fungsi ginjal dan pengeluaran zat-zat racun dari dalam tubuh. Ginjal berperan dalam pengeluaran racun dari tubuh melalui serangkaian mekanisme, meliputi filtrasi glomerular, sekresi tubular, dan serangkaian jalur metabolik lainnya. Peningkatan konsumsi air akan sebanding dengan pengeluaran natrium dari dalam tubuh. Pengeluaran natrium penting untuk menghindari terjadinya penyimpanan natrium berlebihan dalam tubuh sehingga menurunkan risiko hipertensi.

7.    Air Yang Digunakan Untuk Keperluan Sehari-Hari
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyediaan air bersih adalah: mengambil air dari sumber yang bersih, mengambil dan menyimpan air dalam tempat yang bersih dan tertutup serta menggunakan gayung khusus untuk mengambil air, memelihara atau menjaga sumber air dari pencemaran oleh binatang dan sumber pengotoran seperti septictank, tempat pembuangan sampah dan air limbah harus lebih dari 10 meter, menggunakan air minum yang direbus, mencuci semua peralatan masak dan makan dengan air yang bersih dan cukup. Masyarakat yang terjangkau oleh penyediaan air bersih mempunyai risiko menderita diare lebih kecil bila dibandingkan dengan masyarakat yang tidak mendapatkan air bersih (Andrianto, 1995).
Sebagai tindakan monitoring dan deteksi dini terhadap potensi pencemaran terhadap sumber air bersih, dilakukan kegiatan inspeksi sanitasi. Risiko pencemaran sumber air merupakan kualifikasi penilaian terhadap keadaan sumber air bersih yang digunakan penduduk terhadap kemungkinan kontaminasi kotoran atau pencemaran air. Pencemaran air dapat berasal dari kondisi sekitar sumber air bersih seperti kontaminasi tinja, sampah, air limbah maupun kotoran hewan. Pencemaran air dapat juga berasal kondisi konstruksi sumber air bersih serta cara pengambilan air.
Sebagaimana kita ketahui, keberadaan air di dalam tubuh manusia, berkisar antara 50-70% dari seluruh berat badan yang tersebar di seluruh bagian tubuh. Pentingnya air bagi kesehatan dapat dilihat dari jumlah air dalam tubuh dimana apabila terjadi kehilangan air 15% dari berat badan dapat mengakibatkan kematian. Karena itu orang dewasa perlu minum paling sedikit 1,5-2 liter air per hari.
Selain untuk kebutuhan minum, air juga merupakan kebutuhan dasar manusia dalam melangsungkan aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi, mencuci, kakus serta aktivitas kebersihan rumah tangga lainnya. Banyaknya air yang digunakan untuk kegiatan di dalam masyarakat sangat bervariasi, dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas air, sosial ekonomi masyarakat, harga air, iklim daerah serta karakteristik penduduk
Air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya  memenuhi syarat  kesehatan  dan dapat diminum apabila telah dimasak   (PERMENKES   RI   NO.   416/MENKES/Per/IX/1990).   Air   yang dikonsumsi   manusia   harus   berasal   dari   sumber   yang   bersih   dan   aman.  Yang dimaksud  bersih  dan   aman adalah   memenuhi  beberapa  kriteria, antara   lain air harus   bebas   dari   kontaminasi   kuman   atau   bibit   penyakit. Air  tidak   boleh mengandung bahan kimia yang berbahaya maupun beracun. Air tidak berasa dan tidak juga berbau. Jumlah air cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik dan rumah   tangga.  Air   memenuhi   standar   yang   ditentukan   oleh   Badan   Kesehatan Dunia   (WHO)   atau   Departemen   Kesehatan   Republik   Indonesia   (Chandra,   B.,2007).
Selain itu huga harus memenuhi Karakteristik  fisika  air  meliputi kekeruhan, suhu,  warna, zat padat terlarut, bau, dan rasa. Penyebab   terjadinya   kekeruhan   dapat   berupa   bahan   organic maupun anorganik, seperti lumpur dan limbah industri. Suhu air mempengaruhi jumlah  oksigen terlarut.   Makin   tinggi   suhu air,  jumlah oksigen  terlarut   makin rendah. Warna air dapat dipengaruhi oleh adanya organisme, bahan berwarna yang tersuspensi dan senyawa-senyawa organik. Bau dan rasa dapat disebabkan oleh adanya organisme dalam air seperti alga, juga oleh adanya gas H2S hasil peruraian senyawa organik yang berlangsung secara anaerobik (Hanum, F., 2002). Dan Karakteristik   kimia   air   meliputi   pH,   DO   (Dissolved   Oxygen),  BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), kesadahan, dan senyawa kimia beracun. Nilai pH air dapat mempengaruhi rasa dan sifat korosi. Beberapa senyawa beracun lebih toksik dalam bentuk molekul daripada dalam bentuk   ion,   yang   bentuk   tersebut   dipengaruhi   oleh   pH.  Dissolved   Oxygen menunjukkan jumlah oksigen yang terlarut dalam air. Oksigen terlarut berasal dari hasil   fotosintesa   selain   dari   absorbsi   atmosfer.   Makin   tinggi   jumlah   oksigen terlarut,   maka   mutu   air   makin   baik.  Biological   Oxygen   Demand  (BOD) menunjukkan   jumlah   oksigen   yang   diperlukan   oleh   mikroorganisme   untuk menguraikan bahan organik  dalam air secara  biologi.  Makin tinggi  nilai BOD menunjukkan   tingginya   jumlah   bahan   organik   dan   mutu   air   makin   rendah. Chemical Oxygen Demand (COD) menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk menguraikan bahan organik dalam air secara kimia. Makin tinggi nilai COD yang menunjukkan tingginya jumlah bahan organik, maka mutu air makin rendah.
Kesadahan air mempengaruhi efisiensi pemakaian sabun. Kesadahan air disebabkan   oleh   adanya   garam-garam   kalsium   dan   magnesium   yang   terdapat dalam   air.   Adanya   senyawa   arsen   meskipun   dalam   jumlah   yang   kecil   dapat merupakan racun bagi manusia (Hanum, F., 2002).
Fungsi air juga merupakan zat yang sangat dibutuhan selain udara dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Selain itu, air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan lain-lain. Akan tetapi, air bisa menjadi petaka jika kita tidak bisa merawat sumbernya. Air bisa menjadi perantara penyakit-penyakit yang menyerang manusia. Oleh karena itu, untuk merasakan manfaat air bagi kehidupan khususnya bagi kesehatan tubuh. Akan lebih bijak jika kita merawat keberadaan sumber air yang ada.
Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum (KEPMENKES RI NO. 907/MENKES/SK/VII/2002). Pengertian air minum adalah air yang diperlukan untuk keperluan hidup rumah tangga, meliputi air untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan membersihkan rumah. Agar air minum tidak mengganggu kesehatan manusia harus memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan bakteriologis yang ditentukan oleh Dinas Kesehatan. (1) Persyaratan fisika adalah persyaratan air yang dapat dilihat, dirasa maupun dibau. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang persyaratan air bersih dan air minum mencantumkan bahwa air minum harus tidak berbau, jernih, tidak berwarna, tidak berasa dan perbedaan suhu air dengan suhu ruang tidak boleh lebih dari 300 C. (2) Persyaratan kimia meliputi kadar atau kandungan zat kimia dalam air. Air minum tidak boleh mengandung zat kimia yang mengganggu kesehatan manusia dan zat yang bersifat korosif karena dapat merusak pipa air minum. (3) Persyaratan bakteriologis meliputi kandungan mikroorganisme atau jasad renik yang terdapat dalam air minum. Persyaratan tersebut antara lain, jumlah kuman yang terdapat dalam air minum tidak boleh lebih dari 100 kuman per satu mililiter air, air minum tidak boleh mengandung bakteri coli begitu pula bakteri-bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit kolera, tipus, disentri dan gastroentritis. Maka dari itu, air harus diolah dengan persyaratan yang telah ditentukan agar tidak menimbulkan gangguan pada kesehatan manusia.
8.    Air Sebagai Sarang Insekta Penyebar Penyakit (Water Related Vector Borne Diseases)
Air dapat berperan sebagai sarang insekta yang menyebarkan penyakit pada masyarakat. Insekta tersebut disebut juga sebagai vektor penyakit yang dapat mengandung berbagai jenis penyebab penyakit. Penyebab penyakit di dalam tubuh vektor, dapat berubah bentuk, berubah fase pertumbuhan ataupun bertambah banyak, atau tidak mengalami perubahan apapun. Vektor yang bersarang di air dan umumnya penting di Indonesia adalah nyamuk dari berbagai genus/spesies.

9.    Air mencegah terjadinya Dehidrasi
Dehidrasi dapat menjadi risiko kesehatan yang serius, menyebabkan gagal ginjal. Gejala termasuk gelap, urin kuning, sakit kepala, dan kekurangan energi. Bibir dan kulit mungkin menjadi kering, bersama dengan mulut kering. Pada saat seseorang merasa haus, dehidrasi mungkin sudah ada, yang dapat menghambat konsentrasi dan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas mental atau fisik.
Kebanyakan makanan menyediakan sekitar setengah air yang diperlukan dalam tubuh manusia. Ahli gizi biasanya menganjurkan minum enam sampai delapan gelas air sehari untuk menjaga kesehatan. Tingkat ini mungkin diperoleh dari sup, buah, teh, dan makanan lainnya. Pasien yang menggunakan obat-obatan yang meningkatkan buang air kecil mungkin perlu sampai asupan air sehari-hari. Orang yang menderita demam, muntah, atau diare mungkin juga cepat kehilangan cairan penting.
Para peneliti menyatakan bahwa dehidrasi juga dapat mengakibatkan migrain/sakit kepala, jadi bila Anda sering mengalami migrain adalah sangat penting untuk minum air dalam jumlah yang cukup.

10.     Air Sebagai Salah Satu Sumber Daya Alam
Dalam buku karangan Hefni Efendi kata pengaruh dapat dapat diartikan sebagai dampak atau manfaat sedangkan air adalah sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan kehidupan adalah dimana terdapat sekelompok mahluk hidup yang tinggal di bumi ini dengan menjalani interaksi antara mahluk hidup satu dengan yang lainnya.
Jadi yang dimaksud pengaruh air bagi kehidupan manusia adalah dampak atau manfaat air bagi kehidupan manusia yang membantu manusia untuk melakukan aktivitasnya dan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Para ahli hidiogeologi berpendapat bahwa jumlah air di bumi ini sebanyak 1.360 juta Km3 , yang terdiri dari air asin 1.322.6 juta Km3(97.25%) dan air tawar 37.4 juta Km3(2.75%).
Hidiologi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari air yang mengalir di permukaan bumi (misalnya sungai) dan air yang terdapat di dalam bumi (misalnya tanah).
Air merupakan elemen yang menutupi 2/3 dari luas permukaan bumi. Jenis air yang setiap hari kita manfaatkan ialah air tawar yang hanya 3% dari total volume air yang ada di dunia. Dari 3% tersebut, masih dibagi lagi menjadi: gletsyer (69%), air tanah (30%), air permukaan (0,3%), dan bentuk lainnya (0,9%). Air tanah dan air permukaan adalah jenis yang digunakan untuk ememnuhi kebutuhan kita sehari-hari, yaitu: untuk minum, mandi, mencuci, dan sebagainya.
Untuk menentukan sebuah sumber air tanah layak untuk dikonsumsi atau tidak, kita perlu melihatnya dari tiga sisi, yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Dari sisi kualitas, sumber air tanah harus baik secara fisik, kimiawi, dan biologis. Secara fisik, air tersebut tidak boleh berbau, berasa, berwarna, dan keruh. Secara kimiawi, air tersebut tidak boleh mengandung zat beracun dan logam berat, seperti merkuri, timbal, seng, dan perak. Sedangkan secara biologis, air tersebut tidak boleh mengandung mikroba, terutama bakteri Entamoeba coli. Sumber air tanah berasal dari lapisan air tanah dalam sehingga tidak memiliki hubungan dengan air permukaan tanah. Selain itu, lapisan air tanah dalam juga tidak terpengaruh oleh musim.
Dari sisi kuantitas, mata air pegunungan vulkanik juga memiliki cadangan air yang besar dan biasanya muncul sebagai mata air artesis. Mata air artesis adalah mata air yang terbentuk secara alami akibat tekanan hidrolik air tanah. Lapisan air yang dalam posisi tertekan menyebabkan air artesis berusaha untuk menembus lapisan rapat air dan keluar ke permukaan bumi sebagai mata air.
Dari sisi kontinuitas, curah hujan yang normal dan lingkungan yang kaya akan pepohonan di daerah pegunungan menyebabkan sumber air di daerah pegunungan dapat terus terjaga ketersediannya. Air hujan yang tertampung di permukaan tanah akan terinfiltrasi ke dalam sistem lapisan batuan vulkanik akibat gaya gravitasi.
Fungsi dan peran sumber daya alam dalam kehidupan manusia juga terlihat dari fungsi dan peran air sebagai salah satu sumber daya alam penting di Indonesia. Air merupakan elemen yang menutupi 2/3 dari luas permukaan bumi. Jenis air yang setiap hari kita manfaatkan ialah air tawar yang hanya 3% dari total volume air yang ada di dunia. Dari 3% tersebut, masih dibagi lagi menjadi: gletsyer (69%), air tanah (30%), air permukaan (0,3%), dan bentuk lainnya (0,9%). Air tanah dan air permukaan adalah jenis yang digunakan untuk ememnuhi kebutuhan kita sehari-hari, yaitu: untuk minum, mandi, mencuci, dan sebagainya.
Air juga berperan dalam mengatur suhu tubuh manusia dan sumber ion yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tanpa air, manusia tidak akan mampu bertahan dalam waktu yang lama. Selain itu, air di permukaan bumi juga menjadi tempat tinggal berbagai macam makhluk hidup lain. Ikan-ikan, baik di laut maupun di darat, dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber makanan yang kaya akan gizi. Pertanian dan perkebunan sebagai sarana dalam memenuhi kebutuhan manusia, juga membutuhkan air, karena pada hakikatnya, semua makhluk hidup di dunia ini membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya. Air juga memegang pernan penting sebagai sarana transportasi. Di daerah-daerah pedalaman Kalimantan, transportasi air masih sangat diandalkan. Transportasi air juga dipakai untuk sarana penyeberangan antarpulau.
Berikut ini adalah  macam sumber daya air yang dapat digunakan;
a.    Air Laut
Air ini sifatnya asin karena mengandung garam NaCl. kadal garam Nacl dalam air laut 3% dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum.

b.    Air Hujan
Cara menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya jangan saat air hujan baru mulai turun, karena masih mengandung banyak kotoran. Air hujan juga mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-baik reservoir sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan. Air hujan juga mempunyai sifat luna sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun


c.    Air Permukaan
Air permukaan adalah air yang mengalir di perbukaan bumi, Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya, misalnya oleh lumpur, batang kayu, daun, kotoran industri dan lainnya. Untuk meminumnya harus melewati proses pembersihan yang sempurna.

d.   Air Tanah
Air tanah adalah air yang berada di bawah tanah di dalam zone jenuh dimana tekanan hidrstatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suryono, 1993:1). Penggunaan air tanah salah satu alternatif yang dilakukan manusia guna memenuhi kebutuhan akan air baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan industri. karena disamping mudah diperoleh juga sangat ekonomis. Pesatnya perkembangan teknologi yang diikuti dengan perkembangan penduduk, mengakibatkan terjadinya penyedotan air tanah secara besar-besaran yang berdampak permukaan air tanah lebih rendah dari permukaan air laut.
Penyedotan air tanah secara terus menerus tanpa memperhitungkan daya dukung lingkungannya dapat menyebabkan permukaan air tanah melebihi daya produksi dari suatu akifer yang dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap sumber air

e.    Mata Air
Mata air adalah air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tana dengan hampir tidak dipengaruhi oleh musim, sedangkan kualitasnya sama dengan air dalam.

f.     Sumber air sungai
Di dunia ini, terdapat beribu-ribu sungai dengan panjang dan lebar yang beragam. Jika sungai terpanjang di dunia adalah Sungai Nil dengan panjang 6.650 km yang melewati sebelas negara di Afrika, yaitu: Tanzania, Uganda, Rwanda, Burundi, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Ethiopia, Eritrea, Sudan Selatan, Sudan, dan Mesir. Maka, tahukah kalian sungai apakah yang terpanjang di Indonesia?
Sungai terpanjang di Indonesia adalah Sungai Kapuas di Kalimantan Barat dengan panjang total mencapai 1.178 km. sungai ini mengalirkan
air dari mata air Pegunungan Muller hingga muara sungai di Selat Karimata.
Sungai adalah massa air yang secara alami mengalir melalui suatu lembah. Kebanyakan sungai, mengalir di permukaan bumi ke tempat yang lebih rendah dan sebagian meresap di bawah permukaan tanah. Aliran sungai, tidak tetap. Kadang deras dan kadang lambat, tergantung pada kemiringan sungai. Alirannya mengikuti saluran tertentu, yang di kanan-kirinya dibatasi tebing yang curam.
Pemanfaatan serta peran sungai dalam pengembangan ekonomi, adalah:
1)    Sumber Air Industri
Aliran sungai di Indonesia pada bidang industri, umumnya dimanfaatkan oleh perusahaan air minum. Perusahaan ini memanfaatkan air sungai sebagai bahan baku untuk disuling dan diolah menjadi air mineral yang menyegarkan bagi masyarakat secara luas. Hal ini jelas sangat mendukung perkembangan ekonomi negara, mengingat pengambilan bahan baku di sungai dapat meminimalkan biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan.
2)   Irigasi
Pemnfaatan untuk irigasi pada umumnya dilakukan oleh petani untuk mengairi sawah atau kebunnya, agar kebutuhan air pada tanamannya dapat terpenuhi sehingga hasil panennya pun akan menjadi maksimal. Jika hasil panen maksimal, maka pendapatan yang akan diperoleh pun akan optimal.
3)   Perikanan
Usaha perikanan sering dilakukan masyarakat, terutama pada sungai-sungai besar dengan aliran yang tidak begitu deras. Masyarakat pada umumnya membangun keramba atau kolam ikan, dekat dengan sungai. Pemilihan tempat yang demikian, sangat menguntungkan petani, karena pembuangan limbah serta pengisian kembali kolam dengan air, dapat dilakukan dengan cepat tanpa harus memompa terlebih dahulu seperti jika pembuatan kolam jauh dari sungai.
4)   Transportasi
Sungai juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana transportasi, seperti di Pulau Kalimantan. Di pulau tersebut, sungai yang ada, cukup, termasuk sungai besar sehingga aksesibilitasnya akan lebih cepat dan murah melalui sungai daripada melaui daratan.
5)   Rekreasi
Pemanfaatan sungai yang lain adalah sebagai destinasi wisata. Pada umumnya sungai yang dipilih sebagai destinasi wisata adalah sungai yang memiliki banyak jeram, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai wisata arung jeram.
6)   Sumber Bahan Bangunan (pasir dan batu)
Selain sebagai penyuplai air, sungai juga mampu menyuplai bahan bangunan, seperti: pasir dan batu. Terlebih lagi pada sungai-sungai yang memiliki hulu di sekitar gunung berapi, seperti: Sungai Gendol, Sungai Code, dan Sungai Progo.

g.    Sumber Daya Alam Tanah
Fungsi dan peran sumber daya alam dalam kehidupan manusia juga terlihat dari fungsi dan peran tanah sebagai salah satu sumber daya alam penting di Indonesia. Tanah merupakan hasil dari pelapukan batuan-batuan dan sisa-sisa bahan organik yang hancur karena proses alamiah. Tanah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lokasi tempat tinggal dan tempat menjalankan berbagai aktivitas kehidupan manusia. Rumah, gedung, dan hotel, tentunya dibangun di atas permukaan tanah. Hal tersebut, membuat tanah memiliki nilai ekonomis karena dapat diperjualbelikan atau disewakan.
Selain itu, tanah juga digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Pertanian dan perkebunan, merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang sangat membutuhkan tanah. Tanah yang berasal dari material gunung api, mengandung berbagai unsur hara yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Perilaku manusia dalam memanfaatkan tanah secara langsung dapat mempengaruhi kesuburan tanah, seperti: tidak pernah dipupuk dan selalu ditanami sepanjang tahun tanpa diistirahatkan.
Tanah juga memiliki fungsi ekologis, yaitu: sebagai tempat untuk menyimpan cadangan air. Bencana kekeringan dan banjir, adalah salah satu akibat apabila fungsi ekologis tanah yang telah rusak. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga tanah agar berbagai macam bencana dapat dicegah.

h.    Sumber Air Di Danau
Danau merupakan massa air yang berada di suatu cekungan (ledok/basin) yang terdapat di daratan. Danau terbesar di Indonesia adalah danau Toba yang terletak di Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Sumatera Utara. Pemanfaatan danau di bidang ekonomi yang umum dilakukan di Indonesia, yaitu:
1)   Cadangan Air Bersih
Keberadaan air di danau dengan volume yang sangat besar, maka dapat digunakan sebagai penyuplai air tanah dangkal maupun air tanah dalam. Keberadaannya akan membantu sekali, ketika musim kemarau panjang.

2)   Air Irigasi
Irigasi merupakan faktor utama dalam hal pertanian. Danau merupakan andalan utama untuk memenuhi kebutuhan irigasi, pada saat kemarau panjang. Kebutuhan air irigasi tidak dapat tercukupi melalui saluran lokal, maka waduk buatan sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

3)   Pariwisata
Danau yang terbentuk secara alami maupun buatan, apabila dikelola menjadi suatu objek tujuan wisata, akan mempunyai daya tarik sendiri. Keberadaan danau alami maupun buatan, tujuannya untuk keberadaan wisata air.

4)   Perikanan
Salah satu manfaat danau adalah untuk pengembangan perikanan darat. Air yang melimpah akan mampu menampung ataupun menjadi penyuplai kebutuhan air di empang, tetapi saat ini penggunaan karamba juga untuk menunjang adanya wisata air.

5)   Pembangkit Tenaga Listrik
Apabila cadangan air yang ada di danau cukup besar dan mampu untuk dijadikan sumber tenaga hidrolistrik, maka danau/waduk menjadi potensial untuk dijadikan sumber penggerak turbin untuk pembangkit listrik tenaga air.

Adapun  manfaat sumber daya air sebagai pendukung kehidupan, yaitu :
a.    Sumber bahan pangan. Manusia dan hewan dapat memperoleh sumber makanan dari perairan, seperti berbagai jenis ikan, rumput laut, kepiting, udang, kereang dan lainnya.
b.    Prasarana lalulintas air antar pulau atau antarbenua. Wilayah yang didominasi oleh perairan sangat bergantung pada lalulintas air, seperti adanya sungai atau laut  inilah hubungan antar wilayah dapat erjalin.
c.    Fungsi energi seperti pembangkit tenaga. Pergerakan air pasang dan surut dapat menghasilkan energi listrik. Selain itu, arus laut dapat dimanfaatkan ebagai energi pendorong perahu secara alami.
d.   Fungsi rekreasi. Kondisi pantai, danau, dan lau yang indah dan bersih difungsikan sebagai objek wisata.
e.    Fungsi pengaturan iklim. Perbedaan sifat fisik air laut dan daeratan dapat memengaruh gereakan udara (angin). Hal ini selanjutnya memanaskan perairan dan mengakibatkan penguapan kemudian turun sebagai hujan.
f.     Sebagai tempat usaha perikanan. Manusia memanfaatkan perairan sebagai usaha perikanan, seperti tambank udang, pengembangbiakan kerang mutiara dan sejenisnya.
g.    Sumber mineral, seperti garam, kalium karbonat, dan sejenisnya
h.    Sumber bahan tambang, seperti minyak bumi, timah, gas alam, dan sejenisnya.
11.     Air juga berperan dalam mengatur suhu tubuh manusia
Air juga berperan dalam mengatur suhu tubuh manusia dan sumber ion yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tanpa air, manusia tidak akan mampu bertahan dalam waktu yang lama. Selain itu, air di permukaan bumi juga menjadi tempat tinggal berbagai macam makhluk hidup lain. Ikan-ikan, baik di laut maupun di darat, dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber makanan yang kaya akan gizi.
Air dapat menghasilkan panas, menyerap dan menghantarkan panas ke seluruh tubuh sehingga tubuh tetap stabil. Selain itu, juga membantu mendinginkan tubuh melalui penguapan dari paru dan permukaan kulit dengan membawa kelebihan panas keluar tubuh.





B.  Macam – macam Penyakit yang Ditularkan Melalui Air 
1.    Water borne
 Kuman patogen yang berada dalam air dapat menyebabkan penyakit pada manusia yang ditularkan melalui mulut atau sistem pencernaan, bila terminum maka dapat terjadi penularan penyakit pada manusia. Contoh penyakit yang ditularkan melalui mekanisme ini antara lain diare, kolera, tipoid, hepatitis viral, disentri basiller, Leptosposis, Giardiasis dan poliomyelitis.  
Penyakit – penyakit terseut perlu diketahui bahwa air bukan satu – satunya jalur yang dipakai dalam penularan. Segala jalur lain yang memungkinkan adanya kontak antara tinja dan mulut manusia merupakan jalur penularan penyakit. Untuk itu pengawasan penularan penyakit ini tidak cukup dengan menyediakan air bersih saja. Masih diperlukan pengawasan jalur – jalur yang dapat menularkan juga.
a.    Diare dan Cholera
Penyakit diare sering dijumpai pada anak-anak dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang harus ditanggani secara bersama antara masyarakat dengan pengelola masalah kesehatan masyarakat setempat. Penyakit ini paling sering dijumpai oleh dokter yang merawat anak, baik di puskesmas maupun ditempat pelayanan kesehatan lainnya seperti klinik kesehatan maupun di tempat dokter praktek Diare didefenisikan sebagai peningkatan frekuansi, keenceran dan volume tinja. Penyakit ini paling sering dijumpai pada anak balita terutama pada umur 3 tahun pertama kehidupan, seorang anak akan mengalami 1-3 kali episode diare berat. Meskipun kebanyakan episode diare akut akan mereda dalam 72 jam, berkat pemberian cairan dan perubahan susunan makanan yang diberikan, tetapi sering dijumpai 1-4% dari kasus diare ini dapat mengakibatkan kejadian yang fatal, karena kurang cepat dalam hal penanganannya sehingga anak akan mengalami dehidrasi yang berat pada akhirnya dapat menyebabkan kematian pada anak.
Pada anak penyakit diare dapat terjadi setelah invasi mukosa usus misalnya oleh staphylococus aureus, E. Coli, Shigella, yersinia enterocolitika, entamoeba histolytica atau terjadi akibat pemaparan usus oleh toksin mikroba misalnya vibrio cholerae, shigella dysenriae tipe 1, dan salmonella. Penyakit diare pada anak selain disebabkan oleh agent penyakit yang sudah disebutkan diatas juga sering disebabkan oleh virus seperti Norwalk, Hawaii dan Montgomery. Tetapi menurut Richard dan Victor pad tahun 1992 penyakit diare yang disebabkan  oleh virus lebih dari dua per tiga penderita disebabkan oleh Rotavirus.
Menurut Sumirat, dalam terjadi penyakit diare selain disebabkan oleh bermacam- macam faktor juga sangat dipengaruhi oleh kualitas air yang digunakan oleh masyarakat, adapun macam- macam faktor yang mempengaruhi dapat diuraikan sebagai berikut :
1)   Air sebagai penyebar mikroba patogen.
2)   Air sebagai sarang insekta dan penyebar penyakit.
3)   Jumlah air bersih yang tersedia tidak mencukupi, sehingga orang tidak dapat membersihkan dirinya dengan baik.
4)   Air sebagai sarang hopses sementara penyakit.
Penyakit menular yang disebabkan oleh perantaraan air secara langsung biasannya dikalangan masyarakat disebut penyakit bawaan air “Water Borne Diseases”. Penyakit-penyakit ini hanya bisa menyebar apabila mikro organisme penyebabnya dapat masuk kedalam sumber air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, jenis mikroba yang dapat menyebar lewat air seperti virus, bakteri protozoa dan metazoa. Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang dapat ditularkan melalui air yang disebabkan oleh bakkteri vibrio cholera, E. Coli, Salmonella paratyphi dan shigella dysentriae yang disebabkan oleh protozoa entamoeba histolytica dan sebagainnya. Kasus penyakit diare yang sering dijumpai di populasi masyarakat yang sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan terutama sanitasi air adalah penyakit kholera, penyakit ini sering terjadi pada semua kelompok umur baik itu anak-anak maupun pada orang dewasa dan sebagainnya. Penyakit cholera disebabkan oleh vibrio cholerae, biasanya agent penyakit ini menyerang usus halus yang akut dan berat, penyakit ini sering mewabah yang mengakibatkan banyak kematian. Masa inkubasi penyakit kholera berkisar antara beberapa jam sampai beberapa hari. Gejala utama adalah muntaber, dehidrasi dan kolaps dapat terjadi dengan cepat. Sedangkan gejala kholera yang khas adalah tinja yang merupai air cucian beras, tetapi sangat jarang ditemui, sehingga kholera klasik jarang didapat. Namun demikian keganasan kholera tidak menjadi berkurang karenanya, orang dewasa dapat meninggal dalam waktu setengah sampai satu jam, disebabkan dehidrasi. Wabah penyakit ini sangat ganas, sebelum ditemukan chemoterapeutika dan antibiotika bagi pengobatannya secara vaksin bagi pencegahannya. Angka kematian yang disebabkan oleh penyakit kholera pada saat belum ditemukan antibiotika berkisar antara 50%. Saat ini, orang sudah mengetahui segala seluk beluk penyakit kholera, namun demikian kasus penyakit ini masih saja terjadi dengan angka insiden yang tinggi, berupa wabah penyakit kholera. Di Indonesia dimana sanitasi lingkungannya masih sangat tidak memadai, sehingga wabah penyakit kholera ini sering terjadi secara berulang terutama pada musim kemarau yang sumber air bersihnya sulit dijumpai.
Reservoir penyakit kholera ini adalah manusia yang menderita penyakit, sedangkan penularannya terjadi secara langsung dari orang ke orang, ataupun tidak langsung, lewat perantara lalat, air, serta makanan dan minuman. Penularan dengan perantara air biasanya kasus penyakit terjadi pada orang yang menggunakan sumber air yang sudah terkontaminasi dengan agent penyebab penyakit kholera.
Biasanya kasus ini terjadi pada masyarakat yang menggunakan sumber air dari sungai yang sudah tercemar dengan vibrio cholerae. Kasus klasik penyakit kholera pernah terjadi pada tahun 1854 di Broad Street, London. Pada saat terjadi wabah di Broat Street sangat banyak orang yang meninggal dunia yang disebabkan oleh agent penyebab penyakit kholera ini, dari data yang tercatat saat itu ada 500 orang meninggal dunia karena wabah penyakit kholera. Wabah ini diteliti oleh seorang dokter kerajaan Inggris yang bernama John Snow. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa wabah tersebut disebabkan oleh sesuatu yang ada dalam sumber air yang dipakai oleh masyarakat setempat. Pada suatu kejadian wabah penyakit ini masyarakat yang bertempat tinggal disekitar Broat Street, menggunakan sumber air yang berasal dari sumur pompa yang ada ditenga-tengah taman disekitar perumahan mereka. Atas dasar pendapat masyarakat tersebut selanjutnya Snow mencabut handle sumur pompa tersebut, sehingga orang tidak dapat memenfaatkan air sumur untuk keperluan sehari-hari. Dengan demikian wabah penyakit ini dapat dihentikan.

b.   Demam Typhoid
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi yang mana pengangkut utamanya adlah air dan makanan. Penyebaran kasus dari berjangkitnya penyakit yang ditularkan oleh air mempunyai pola waktu dan tempat yang serupa.

c.    Poliomyelitis
Penyakit ini, lebih dikenal dengan penyakit polio. Sering kali penyakit ini menyerang anak-anak dan menyebabkan kelumpuhan. Gejalanya sangat bervariasi, dapat berupa demam ringan seperti influenza sampai pada kelumpuhan ringan dan berat yang menyebabkan cacat pada tungkai bawah.
Kebersihan lingkungan dan keadaan gizi baik sangat membantu dalam menangkal penyakit polio, terutama pada anak-anak. Vaksinasi polio sudah barang tentu sangat berguna untuk membantu ketahanan tubuh terhadap penyakit polio ini.
  
d.   Dysenteri Basiller (Shigellosis)
Agent – agent bakteri yang menyebabkan penyakit ini adalah Shigella dysenteriae, Shigella flexneri, Shigella boydi, dan Shigella Sonnei. Proses pemindahannya adalh melalui air dengan cara fecal oral. Pemindahan lain melalui kontak langsung, susu, makanan, dan lalat. Penggunaan air yang banyak untuk kebersihan adalah merupakan pencegahan.
Shigella pertama kali diisolasi  pada 1896 oleh Kivoshi Shiga. Beberapa spesies yang sering menimbulkan diare pada manusia, antara lain  S. dysenteriae, S. flexneri, S. sonnei, S. boidii.  Dosis infeksi shigella beraada pada range 103 sel bakteri, dengan masa inkubasi 1-2 hari.  Secara prinsip pathogenesis shigella dimulai ketika terjadi invasi epitel mukosa yang menghasilkan toksin sehingga menyebabkan nekrosa membran mukosa, ulserasi superfisial, serta     perdarahan, sehingga pada akhirnya menyebabkan terjadinya pseudomembran.
Gejala umum penyakit ini antara lain sakit perut mendadak, demam, diare berat yang disertai lendir dan darah. Diare ini berkurang dalam 2-5 hari. Sedangkan pengobatan dapat dilakukan melalui pemberian cairan (rehidrasi) dan pemberian antibiotika ampisilin, tetrasiklin, siprofloksasin, kloramfenikol, trimetroprim sulfametoksasol.

e.    Dysenteri Amoeba
Penyakit disenteri amoeba merupakan jenis penyakit menular yang menyerang perut. Penyakit ini tersebar ke seluruh dunia. Penyebab penyakit ini bukan karena bakteri maupun virus, namun disebabkan oleh protozoa yang dapat membentuk kista. Mikroba patogen jenis protozoa ini disebut Entamoeba histolitica.
Orang yang terkena disenteri amoeba memprlihatkan gejala berupa buang air besar yang disertai dengan lendir dan darah. Penderita penyakit ini tidak mengalami dehidrasi, kecuali pada disentri basilaris. Walau demikian, ada kalanya penyakit disentri amoeba ini tidak disertai dengan gejala yang nyata sehingga seringkali menjadi kronis. Bila penderita penyakit ini tidak segera diobati, maka akan menyebabkan komplikasi, antara lain terjadi abses pada hati, radang otak, dll.
Penyebaran penyakit ini, sangat mudah. Dapat melalui jalur air (seperti pada saat banjir), makanan dan minuman yang telah terkontaminasi/terkotori oleh kotoran yang berisi kista amoeba yang dibawa lalat. Bahayanya, keberadaan amoeba ini dapat bertahan lama di luar tubuh manusia. Sebab terbentuknya kista tersebut dapat melindungi dirinya (baca: memiliki daya tahan kuat sekali).

f.     Giardiasis
Giardia lambia merupakan jenis protozoa yang ditemukan di duodenum dan jejenum manusia, sehingga menyebabkan giardiasis. Secara morfologi, giardia lambia terbagi menjadi fase tropozoit dan kista. Pada tropozoit, Giardia Lambia berbentuk seperti jantung, simetrik, tral dengan panjang 10-20 µm, mempunyai 4 pasang flagela, 2 nukleus dengan prominan karyosome sentral dan 2 axostyle. Sedangkan dalam bentuk kista, yang berada dalam kolon, dapat ditemukan dalam tinja dalam jumlah banyak, mempunyai dinding tebal, dengan bentuk elips, panjang 8-14 µm, serta mempunyai 2 nukleus sebelum matur dan 4 nukleus pada kista yang matur.

g.    Demam Parathypoid
Agent – agent bakteri mikroorganisme dari penyakit ini adalah Salmonella Parathypi,  Salmonella schottamullleri, Salmonella hirchfeldi. Hanya sedikit pelatupan yang di tularkan melalui air. Alur pindah fecal oral orang lain lebih sering. Air yang banyak akan menjamin kebersihan.
Penyakit tifus merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini diakibatkan oleh kurang memelihara kebersihan lingkungan dan mengonsumsi makanan yang tidak higienis.
Penyakit tifus menular melalui air dan makanan yang tercemar oleh air seni dan tinja penderita penyakit ini. Penyakit tifus dapat juga ditularkan oleh kotoran yang dibawa oleh lalat dan kecoa dan menempel di tempat-tempat yang dihinggapinya.Penularan kuman terjadi melalui mulut, masuk ke dalam lambung, menuju kelenjar limfoid usus kecil, kemudian masuk ke dalam peredaran darah.
Pada umumnya, mereka yang terinfeksi penyakit ini akan mengalami keluhan dan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, nafsu makan menurun, sakit perut, diare atau sembelit (sulit buang air besar). Suhu tubuh meningkat terutama pada sore dan malam hari.
Pencegahan penyakit tifus dapat dilakukan dengan membiasakan melindungi makanan dari hewan pembawa penyakit, seperti lalat, kecoa dan tikus; mencuci tangan dengan sabun setelah buang air dan sebelum makan; serta menghindari membeli jajanan di tempat-tempat yang kurang bersih
h.   Tularemia
Agent – agent bakteri mikroorganisme yang menjadi penyebab penyakit ini adalah Pasteurella Tularensis. Penyakit ini diperbesar dengan menangani binatang – binatang yang terinfeksi dan gigitan serangga. Minum air mentah akan menginfeksi manusia.



i.      Tiphus Abdominalis.
Penyakit tiphus merupakan penyakit menular yang menyerang usus halus seperti halnya kolera. Namun, angka kematian akibat penyakit ini masih lebih rendah dari angka kematian akibat kolera. Upaya pemberantasan penyakit tiphus ini, seringkali dihadapkan pada persoalan adanya pembawa penyakit (baca: carier) bakteri tiphus. Bakteri ini untuk sementara waktu bersembunyi pada batu ginjal, kandung kemih atau pada kandung empedu.
Proses penyebarannya ialah, bisa melalui bau pada waktu buang air besar atau buang air kecil, bakteri tersebut mungkin akan ikut keluar dan menyebar ke lingkungan. Sehingga patut kita ingat, bahwa keberadaan bakteri tiphus ini dapat bertahan lama di luar tubuh manusia karena daya tahan bakteri ini sangat kuat. Pencegahannya, lakukanlah vaksinasi manakala terjadi wabah.

j.     Hepatitis A
Penyakit ini dapat menular secara langsung dari orang ke orang, juga bisa melalui air yang telah tercemar atau melalui makanan yang telah terkontaminasi oleh virus hepatitis. Hebatnya virus ini, walaupun pengolahan air minum sudah melalui proses chlorinasi (baca: proses pembunuhan kuman), air minum sudah terbebaskan dari bakteri, namun ternyata tetap ada virus hepatitis A di dalam air minum tersebut.
Penyakit hepatitis A ini ditandai oleh demam yang disertai rasa mual dan muntah, Demam, sakit kepala, sakit perut, kehilangan selera makan, pembengkakan hati sehingga tubuh menjadi kuning.
Hati penderita menjadi bengkak, bola mata pun menjadi kuning. Warna kuning ini menjalar ke permukaan kulit. Orang awam menyebutnya dengan penyakit kuning.
Hepatitis A yang telah parah akan merusak hati, akibatnya menyebabkan melemahnya tubuh penderita. Tubuh menjadi kurus dan perut membesar. Dengan rusaknya hati, maka aliran dari venaporta tersumbat dan cairan tubuh terkumpul di rongga perut sehingga terjadilah pembengkakan.
Akhirnya, dengan mengetahui beberapa penyakit yang berhubungan dengan kebersihan air tersebut, kita diharapkan untuk dapat menjaga kondisi air bersih yang sehari-hari kita konsumsi dan gunakan. Apakah benar-benar telah terbebas dari virus, bakteri dan protozoa yang dapat menyebabkan penyakit menular yang bersumber dari air? Lebih-lebih saat ini, kondisi lingkungan yang banyak hujan dan menyebabkan banjir di beberapa tempat. Tentu hal ini sangat berpotensi mewabahnya penyakit tersebut.

k.   Leptosposis
Keberadaan leptospira dapat dilakukan dengan sampel untuk isolasi yang berasal dari darah dengan heparin, cairan cerebrospinal, jaringan, atau dengan urine. Patogenesis leptospira, pada umumnya infeksi dapat terjadi melalui makanan atau air yang terkontaminasi, melalui membran mukosa, serta melalui kulit yang terluka. Sedangkan masa penyakit umumnya selama 1-2 minggu, dengan ditandai demam (bakteremia), masuk ke organ seperti liver dan ginjal, yang pada akhirnya menyebabkan perdarahan dan kerusakan pada jaringan.

l.      Ascariasis
Ascariasis ini dapat terjadi karena keadaan sanitasi lingkungan yang kotor dan tercemar. Penyakit cacingan ini menyerang tidak mengenal usia. Mulai anak-anak, orang dewasa, dan orang tua memiliki peluang yang sama terserang penyakit ini. Namun, kasus terjadinya penyakit cacingan ini lebih sering diderita anak-anak. Sebab mereka lebih sering bermain dengan tanah dan sulit menjaga kebersihan dirinya.
Penyakit cacingan mudah sekali menular. Sebab sekira 200.000 butir telur yang dikeluarkan oleh cacing betinanya itu akan ikut keluar dari usus pengindap penyakit cacingan bersama tinjanya.
Manusia yang terinfeksi cacing ini disebabkan tertular telur cacing yang terdapat pada minuman atau makanan, sayuran, dan buah-buahan yang telah terkontaminasi telur cacing ascaris. Selanjutnya, telur yang sampai di usus akan menetas dan menjadi larva yang akan menembus dinding perut dan masuk ke pembuluh darah. Melalui pembuluh darah ini, larva akan menuju ke hati. Kemudian ke dinding jantung kanan terus ke paru-paru. Dari paru-paru, larva cacing masuk ke saluran pernafasan terus ke tenggorokan. Dan akhirnya kembali ke rongga perut (usus) sampai menjadi dewasa serta berkembangbiak.
Gejala penyakit cacing ditandai dengan batuk ringan (karena masuknya larva ke dalam sistem pernafasan), berak (disebabkan adanya cacing dewasa), dan biasanya kondisi tubuhnya menurun (karena makanan yang berada di usus ikut dimakan oleh cacing).

2.    Water washed
Golongan penyakit ini adalah penyakit infeksi saluran pencernaan, kulit dan mata yang dapat diberantas dengan memberikan cukup banyak air untuk cuci, mandi dan memelihara kebersihan perorangan pada umunya. Cara penularan penyakit ini berkaitan erat dengan air bagi kebersihan umum alat – alat terutama alat – alat dapur dan makan dan kebersihan perorangan. Dengan terjaminnya kebersihan oleh tersedianya air yang cukup, maka penyakit – penyakit tertentu dapat dikurangi penularannya pada manusia. Kelompok – kelompok penyakit ini banyak terdapat di daerah tropis. Peranan terbesar air bersih dalam cara penularan water washed terutama berada dalam bidang hygiene dan sanitasi.
Kualitas air yang diperlukan standar yang sesuai dengan standar air minum, yang lebih menetukan di sini adalah kuantitas air yang tersedia. Kenyataan ini di tunjang dengan hasil penelitian oleh Saunders dan Warford pada tahun 1976 yang berhasil menunjukkan penurunan yang nyata angka penyakit – penyakit diare terutama Shigellosis sebagai akibat tersedianya air yang cukup banyak. Penelitian ini juga berhasil menunjukkan tidak adanya kaitan yang kuat antara mutu mikrobiologis air dengan penurunan angka penyakit – penyakit diare. Kelompok penyakit yang sangat dipengaruhi oleh penularan. Cara ini sangat banyak dan dapat dikategorikan menjadi tiga cara penularan, yaitu :
a.    Infeksi melalui alat pencernaan
Penyakit – penyakit diare merupakan penyakit yang penularannya bersifat fecal oral. Karena itu, penyakit – penyakit diare dapat ditularkan melalui bebrapa jalur yang melalui air ( waterborne ) dan jalur yang melalui alat – alat dapur yang dicuci dengan air ( waterwashed ). Seperti diare pada anak – anak, berjangkitnya penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kurangnya ketersediaan air untuk makan, minum, dan memasak serta kebersihan alat – alat makan.
Berjangkitnya penyakit – penyakit kelompok ini sangat erat dengan kurangnya tersedia air untuk makan minum dan memasak serta untuk kebersihan alat – alat makan dan minum.

b.    Penyakit – penyakit infeksi kulit dan selaput lendir
Golongan penyakit ini sangat erat kaitannya dengan hygiene perorangan yang buruk. Pada umumnya dapat diturunkan angka penyakit dengan jalan menyediakan air yang cukup kuantitasnya bagi kebersihan perorangan. kualitas mikrobiologi air tidak seketat kualitas bagi air minum. Namun perlu diperhatikan persyaratan kualitas air bersih sehingga air tidak mengandung mikroba – mikroba yang menimbulkan penyakit seperti : sepsis kulit bacterial, infeksi fungus pada kulit, scabies dan trachoma (penyakit conjunctivitas). Berjangkitnya penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kurangnya ketersediaan air bersih untuk hygiene perorangan (mandi dan cuci).
1)   Trachoma
Penyakit ini timbul terutama karena kurangnya persediaan air bersih, seperti yang sering terjadi dan menyerang masyarakat pada daerah banjir. Penyakit trachoma ialah penyakit mata yang menyerang selaput lendir dan selaput bening mata.
Penyakit trachoma ini disebabkan oleh virus trachoma. Pada awalnya penyakit ini, hampir tidak menimbulkan keluhan pada penderitanya. Namun, pada keadaan yang terus berlanjut, akan mengakibatkan peradagangan pada mata. Langkah pengobatan terhadap penyakit ini segera dilakukan, sebab bila terlambat diobati mungkin akan mengakibatkan cacat, bahkan bisa berlanjut mengakibatkan kebutaan.
Penyakit tersebut mudah sekali menyerang anak-anak yang stamina/gizinya buruk, terutama kekurangan vitamin A dan minim menjaga kebersihan dirinya. Penyebaran penyakit ini dapat terjadi secara langsung dari penderita ke orang lain melalui tangan, pakaian atau sapu tangan. Penularan penyakit mata ini akan lebih mudah lagi terjadi, bila kekurangan air bersih akibat air lingkungan yang telah tercemar, terutama di daerah banjir dan daerah kumuh.

2)   Sepsis Kulit
Sepsis adalah suatu keadaan di mana tubuh bereaksi hebat terhadap bakteria atau mikroorganisme lain. Sepsis merupakan suatu keadaan yang mesti ditangani dengan baik yang berhubungan dengan adanya infeksi oleh bakteri. Bila tidak segera diatasi, Sepsis dapat menyebabkan kematian penderita.
Tanda dan gejala infeksi ini harus memenuhi paling sedikit 2 kriteria dari Systemic Inflamatory Response Syndrome (SIRS). Kriteria utama dari SIRS adalah: meningkatnya denyut jantung, demam dan meningkatnya bunyi pernafasan.
Penyebab utama dari Sepsis adalah adanya infeksi oleh bakteri atau jamur. Sepsis merupakan penyebab utama terjadinya Shock dan memberikan angka kematian sekitar 30%-87%.
Faktor risiko untuk terjadinya Sepsis antara lain: umur, penyakit kencing manis, obat imunosupresi (yang dapat menekan sistim kekebalan tubuh) dan adanya riwayat tindakan invasif (pemasukan suatu alat kedokteran ke dalam tubuh), misalnya pemasangan kateter air seni, penyuntikan secara intravena (melalui pembuluh darah balik / vena), dan lain-lain.
Secara umum, Sepsis pada penderita dengan umur lanjut mempunyai Prognosa (ramalan penyakit) yang lebih buruk daripada umur dewasa. Prognosa Sepsis tergantung dari keganasan Sepsis dan status kesehatan dari penderita.

3)   Scabies
Penyakit scabies atau kudis merupakan penyakit kulit yang mudah menular melalui kontak langsung atau melalui pakaian, sapu tangan, atau tempat tidur yang digunakan penderita scabies.
Penyakit kudis ini disebabkan oleh kekurangan air bersih. Penyakit ini disebabkan oleh sarcoptes scabei, sejenis kutu kecil/tungau. Kutu ini masuk ke dalam kulit dan memakan jaringan kulit yang kemudian “meninggalkan” telur-telurnya di dalam kulit.
Pencegahannya yaitu dengan membiasakan membersihkan diri (mandi) secara bersih. Menggunakan air yang bersih merupakan cara terbaik untuk menghindari terkena penyakit scabies. Begitu juga dengan pakaian, hendaknya orang membiaskan diri untuk menggunakan pakaian yang bersih.

c.    Penyakit – penyakit infeksi yang ditimbulkan oleh insekta parasit pada kulit dan selaput lendir.
Penularan melalui binatang pengerat seperti pada penyakit leptospirosis, berjangkitnya penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kurangnya ketersediaan air untuk hygiene perorangan yang ditujukan untuk mencegah investasi insekta parasit pada tubuh dan pakaian.
Insekta parasit akan mudah berkembang biak dan menimbulkan penyakit bila kebersihan perorangan dan kebersihan umum tidak terjamin. Parasit – parasit yang tergolong dalam kelompok ini adalah Lice, Sarcoptes Scabieae, Louse Borne Relapsing Fever, dan sebagainya.


3.    Water based
Penyakit yang ditularkan dengan cara ini memiliki agen penyebab yang menjalani sebagian siklus hidupnya dalam tubuh vektor atau sebagai intermediat host yang hidup didalam air, contohnya Schistosomiasis. Larva  Schistosomiasis hidup di dalam kerang – kerangan air. Setelah waktunya, larva ini akan mengubah bentuk menjadi Cercaria dan menembus kulit (kulit kaki manusia yang berada di dalam air tersebut. Air yang mengandung Cercaria infektif ini sangat berbahaya bagi manusia. Badan – badan air yang potensial untuk menjangkitkan jenis penyakit ini adalah badan – badan air yang terdapat di alam sering berhubungan erat dengan kehidupan sehari – hari manusia seperti manusia menangkap ikan, mandi, dan cuci, dan sebagainya. Dan juga penyakit akibat Dracunculus medinensis (Guinea Worm) di Afrika Barat melengkapi siklus hidupnya di dalam Crustacea air. Infeksi parasit dapat terjadi bila air yang mengadung parasit ini diminum oleh manusia. Penyakit yang sering terjadi akibat kontaminasi yaitu penyakit diare. Badan air yang potensial terhadap berjangkitnya jenis penyakit ini adalah badan air yang terdapat di alam, yang berhubungan erat dengan kehidupan sehari – hari seperti menangkap ikan, mandi, cuci dan sebagainya.

4.    Water – related insect vector
Agen penyakit ditularkan melalui gigitan serangga yang berkembang biak di dalam air. Air yang merupakan salah satu unsur alam yang harus ada dalam lingkungan manusia akan merupakan media yang baik bagi insekta untuk berkembang biak. Contoh penyakit melalui cara ini adalah filariasis,  dengue, malaria, dan yellow fever.
Penyebaran Malaria ( 270 juta orang terinfeksi, 110 juta kasus – kasus klinik pertahun, dan lebih dari satu juta orang meninggal per tahun, tiga per empatnya anak – anak berusia kurang dari 5 tahun) menjadi dipermudah akibat perluasan irigasi pertanian sepanjang tahun. Adanya air tergenang yang luas di sekitar tempat tinggal manusia meningkatkan kemungkinan infeksi, khususnya di Asia dan Amerika Latin. Di daerah Sub Sahara di Afrika tingkat infeksi telah sedemikian tinggi sehingga nampaknya tidak dapat lebih jelek lagi. Manajemen atas sumber daya air secara tajam melalui tindakan efektif dan berskala luas termasuk penyemprotan di dalam rumah dengan insektisida dan produk – produk untuk mengusir serangga, penggunaan pelindung personal (khususnya pada anak), pemakaian obat – obat pencegahan ( termasuk pada masa mendatang, vaksin ), dan yang lebih penting adalah cara preventif dengan manipulasi lingkungan atau pemberantasan sarang nyamuk.
Manipulasi lingkungan adalah cara paling tepat bagi perindukan vektor – vektor berbagai macam penular penyakit. Lingkungan air yang merupakan salah satu unsur alam yang harus ada di dalam lingkungan manusia akan merupakan media yang baik bagi insekta untuk berkembang biak atau menggigit manusia. Beberapa penyakit yang dapat disebarkan oleh insekta ini adalah : Malaria, Yellow Fever, Dengue, Onchocerciasis (Riyer Blindness), Trypanosomiasis (Oleh Tse-Tse Fly). Nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan vektor penyakit Dengue berkembang biak dengan mudah bila di lingkungan tersebut terdapat tempat- tempat sementara untuk air bersih seperti gentong air, pot kembang dan sebagainya.
i.      Malaria
Adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit dan disebarkan oleh nyamuk. Setiap tahun 350-500 juta kasus malaria terjadi di seluruh dunia dan lebih dari satu juta orang meninggal. Penyakit yang kadang-kadang berakibat fatal ini dapat dicegah dan disembuhkan.
Cara penularan adalah nyamuk terinfeksi ketika menyedot darah manusia yang menderita malaria. Setelah berkembang di usus nyamuk, sporozoit dapat ditularkan ke orang lain melalui gigitan nyamuk betina (Anopheles). Nyamuk biasanya menggigit waktu subuh dan senja. Nyamuk anopheles hidup di hutan dan daerah pegunungan termasuk pesisir hutan bakau.
Biasanya dimulai dengan gejala yang samar-samar selama beberapa hari. Kemudian timbul demam yang diiringi menggigil dan banyak berkeringat dibarengi sakit kepala, muntah dan delirium. Kemudian penyakit mencapai tahap kronis yang dapat berlangsung bertahun-tahun sampai pasien membentuk kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang penuh sulit terbentuk di daerah penularan yang rendah seperti Asia Tenggara namun biasa terdapat di daerah penularan yang lebih tinggi di Afrika Sub Sahara.
Langkah-langkah pencegahan dasar adalah Perlindungan dari gigitan nyamuk, menggunakan kelambu dan melindungi tubuh dengan baju lengan panjang dan celana panjang, serta menghilangkan tempat-tempat perindukan nyamuk.
Malaria dapat didiagnosa berdasarkan gejala pasien dan pemeriksaan fisik. Namun demikian, untuk mendapatkan hasil diagnosa pasti, maka uji laboratorium harus dilakukan untuk mendeteksi adanya parasit malaria atau komponennya.

j.     DBD
Organisme penyebab penyakit ini adalah virus. Ini merupakan penyakit mematikan bagi anak-anak dan orang dewasa. Transmisi Demam berdarah berasal dari gigitan nyamuk (Nyamuk Aedes aegypti). Nyamuk Aedes menggigit pada siang hari dan hidup di sekitar rumah dan berkembang biak di wadah-wadah air seperti ban bekas yang tidak dipakai dan batok kelapa. Demam berdarah merupakan penyakit yang dapat mewabah yang menyebabkan sejumlah kasus pada periode tertentu setiap tahun (musim hujan).
Tanda dan gejalanya adalah serangan demam secara mendadak, sakit kepala yang parah, myalgia dan arthralgias, leukopenia, thrombocytopenia (sakit persendian dan punggung). Biasanya ada bercak-bercak merah di kulit (bercak berdarah). Kadang-kadang penyakit ini meyebabkan shock dan pendarahan yang dapat menyebabkan kematian.

k.   Yellow Fever
Demam kuning termasuk kelompok flavivirus. Ledakan penyakit pertama dilaporkan terjadi di Amerika Utara dan Selatan pada 1648(Singh & Brillman, 2001). Demam kuning kemungkinan diintroduksi melalui kapal-kapal dagang dari Afrika Barat yang telah diinfestasi oleh nyamuk Aedes aegypti; sebab, ledakan-ledakan penyakit yang sama terjadi di kota-kota pelabuhan di Amerika  Utara  dan  Selatan  serta di Eropa.  Menurut  Arbeveck (tanpa tahun), dari 1793 sampai 1822 demam kuning merupakan penyakit yang paling berbahaya di kota-kota pelabuhan di Amerika Serikat.
Pada saat itu banyak orang ketakutan karena para dokter belum mengetahui penyebab penyakit tersebut. Demam kuning merupakan bentuk penyakit yang asing karena sebelumnya pada 1699, 1741, dan 1762 telah terjadi epidemik demam berdarah di Filadelfia. Demam berdarah pada saat itu telah diketahui sebagai penyakit tropis dan menginfeksi orang-orang Amerika yang berkunjung ke West Indies yang merupakan salah satu partner penting perdagangan Amerika Serikat.
Epidemik terakhir demam kuning di Amerika Serikat terjadi di New Orleans pada 1905, menyebabkan lebih dari 3.000 orang terinfeksi dan 452 orang di antaranya meninggal dunia.
Virus penyebab demam kuning baru ditemukan pada 1928. Mulai saat itu vektor penyakit ini, yaitu Ae. Aegypti, telah diketahui pula secara pasti. Nyamuk ini senang hidup di daerah perkotaan dan berbiak dalam air-air yang bersih serta menggigit manusia pada waktu siang hari.
Ciri klasik demam kuning adalah hepatitis yang merupakan penyebab terjadinya warna kuning pada kulit (jaundice) dan mata. Demam kuning merupakan penyakit infeksi virus yang serius karena dapat mengakibatkan pengaruh-pengaruh pendarahan, tidak berfungsinya ginjal, dan meningitis. Setiap tahun ada sekitar 200.000 laporan kasus penyakit demam kuning dan sekitar 30.000 orang di antaranya meninggal (Easmon, 2002a). Dikatakan juga bahwa demam kuning terdapat di 33 negara (Afrika dan Amerika) dan diperkirakan 468 juta orang berisiko terinfeksi oleh virus demam kuning. Singh & Brillman (2001), mengatakan bahwa di Afrika Selatan terjadi 200.000 kasus per tahun. Sampai saat ini penyakit demam kuning belum dilaporkan di Asia dan hanya terdapat di Afrika dan Amerika Selatan (CDC, 2003b).
Infeksi terjadi bila virus masuk ke dalam saluran darah melalui kelenjar   ludah   nyamuk   yang   menggigit   penderita. Virus iniditransportasikan ke seluruh bagian tubuh dan bereproduksi di berbagai bagian sel-sel tubuh terutama dalam ginjal, hati, dan saluran-saluran darah. Sel-sel dari sistem yang tahan (immune) terpengaruh dan melepaskan senyawa-senyawa tertentu dalam jumlah besar. Senyawa-senyawa ini yang menyebabkan gejala penyakit seperti sakit otot dan demam.
Penyebarannya sampai saat ini demam kuning masih terbatas di Afrika dan Amerika Latin/Amerika Selatan (Gambar 5.7). Ledakan-ledakan virus demam kuning yang pernah terjadi di Amerika Serikat dan Eropa adalah karena terbawa oleh orang-orang yang berasal dari kedua negara tersebut dan yang sebelumnya sudah terinfeksi oleh virus demam kuning.





Yellow Fever 200 E
Gambar 5.7 Penyebaran Demam Kuning Tahun 2001
Vektor utama virus demam kuning sama dengan demam berdarah. yaitu Ae. aegypti.
Metode Penularan, ada tiga tipe siklus penularan demam kuning, yaitu hutan (sylvatic), antara (intermediate), dan perkotaan (urban). Ketiga siklus ini terdapat di Afrika. Sementara itu, di Amerika Selatan hanya dikenal dua siklus, yaitu demam kuning hutan dan  perkotaan.
Demam kuning  hutan terjadi di  hutan tropis tempat kera yang diinfeksi oleh nyamuk hutan memindahkan virus ke nyamuk yang lain. Nyamuk-nyamuk ini kemudian menggigit dan menginfeksi manusia yang masuk ke hutan.
Penularan demam kuning tipe "siklus antara" terjadi di daerah sabana Afrika yang lembap dan dapat menghasilkan epidemik kecil d: daerah pedesaan. Nyamuk-nyamuk yang bersifat semidomestik menginfeksi kera dan manusia sebagai inang dan adanya kontak terus-menerus yang terjadi antara manusia dan nyamuk yang sudah terinfeksi mengakibatkan terjadinya penyakit demam kuning. Bentuk inilah yang paling umum terjadi selama beberapa dekade terakhir diAfrika (WHO, 2004).
Demam kuning urban terjadi dalam epidemik eksplosif yang besar bila orang-orang dari daerah pedesaan mengintroduksikan virus daerah yang berdensitas populasi tinggi. Nyamuk domestik terutami Ae. aegypti, memindahkan virus dari orang ke orang lain. Ledakan ini biasanya menyebar keluar dari satu sumber ke daerah yang lebir luas.
Gejala Penyakit Demam Kuning yaitu masa inkubasi virus demam kuning adalah 3-16 hari. Mortality  bervariasi dari 5 % sampai 40 % (Easmon, 2002), bahkan semi lebih, yaitu 50 % (Singh & Brillman, 2001). Demam kuning dapat dibagi dalam tiga tingkatan (Kotton, 2002) berikut. Tingkatan awal: sakit kepala, gatal-gatal pada otot, demam, kehilangan nafsu makan, muntah-muntah, dan penyakit kuning (jaundice).
Periode pengampunan (remission): demam dan gejala-gejala lam teratasi- banyak penderita akan sembuh pada tingkatan ini, meskipun sekitar 15 % penderita maju ke tingkat. Ketiga yaitu tingkat paling berbahaya.
Periode intoksifikasi: dicirikan oleh tidak berfungsinya banyak organ (multi-organ dysfunction)-hati dan ginjal gagal berfungsi (rusak), pendarahan/hemorrhage tidak berfungsinya otak termasuk tidak waras (delirium), serangan tiba-tiba (seizures), koma, shock, dan meninggal dunia.
Biasanya gejala-gejala umum yang dialami penderita adalah sebagai berikut. Demam; sakit kepala; sakit otot (myalgia); muntah; mata, wajah, dan lidah menjadi merah; penyakit kuning (jaundice); pendarahan yang dapat menjadi hemorrhage; berkurangnya urinasi; perubahan ritme jantung (arrhythmias), disfungsi jantung; muntah darah; menjadi tidak waras (delirium); serangan tiba-tiba (seizures); koma; meninggal dunia.


l.      Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)
Demam dengue dan dengue hemorrhagic fever (DHF) atau dikenal sebagai demam berdarah dengue disebabkan oleh salah satu dari empat antigen yang berbeda, tetapi sangat dekat satu dengan yang lain, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4 dari genus Flavivirus (Harwood & James, 1979). Demam berdarah dengue (DBD) adalah bentuk dengue yang parah, berpotensi mengakibatkan kematian.
DBD terjadi bilamana pasien mengidap virus dengue sesudah terjadi infeksi sebelumnya oleh tipe virus dengue yang lain. Jadi, imunitas sebelumnya  terhadap  tipe  virus  dengue  yang  lain  adalah   penting  dalam menghasilkan penyakit DBD yang parah. Infeksi oleh salah satu serotipe ini tidak menimbulkan imunitas dengan protektif-silang (cross-protective) sehingga seseorang yang tinggal di daerah endemik dapat terinfeksi oleh demam dengue selama hidupnya. Penyakit ini terutama terdapat di daerah tropis. Virus penyebab penyakit bertahan hidup dalam suatu siklus yang melibatkan manusia dan nyamuk Aedes aegypti yang merupakan nyamuk yang hidup aktif di siang hari dan lebih senang mengisap darah manusia.
Endemik demam dengue pertama dilaporkan terjadi secara simultan pada 1779-1780 di Asia, Afrika, dan Amerika Utara. Hal ini menunjukkan bahwa virus dan vektor penyakit ini memiliki penyebaran yang luas di daerah tropis selama lebih dari 200 tahun (CDC, 2003a). Ledakan demam dengue yang paling serius hanya terjadisatu kali di Amerika Serikat, yaitu di Filadelfia pada 1780 saat di introduksi virus melalui kapal dagang pada Musim Panas yang sangat  panas (NIEHS PR # 4, 1998). Menurut laporan, selama kurun waktu sekitar 200 tahun tersebut demam dengue dianggap sebagai penyakit biasa (tidak berbahaya) dan tidak mematikan. Biasanya periode endemik terjadi dalam interval yang cukup lama, yaitu 10-40 tahun terutama karena pada waktu itu virus dan nyamuk vektor hanya iapat dipindahkan antara sentra-sentra populasi melalui kapal-kapal dagang.
Pandemik global mulai terjadi di Asia Tenggara sesudah Perang Dunia Kedua dan telah lebih meningkat selang 20 tahun terakhir ini. Insiden penyakit dengue dan terutama bentuk yang lebih mematikan yaitu dengue hemorrhagic fever (DHF) atau demam dengue berdarah (DBD), telah bertambah secara dramatis ter-utama di daerah tropis. Epidemik yang disebabkan oleh serotipe berganda (hyperendemicity) lebih sering terjadi. Penyebaran geografls dari virus dengue dan nyamuk vektor telah meluas dan DBD juga telah terjadi di daerah Pasifik dan Amerika. Mulai 1960-an serangan virus dengue diperkirakan rata-rata 30.000 kasus per tahun. Tiga puluh tahun kemudian, yaitu pada 1995, kasus dengue diperkirakan mencapai 592.000. Meskipun begitu, jumlah sebenarnya diduga lebih besar karena banyak pasien yang tidak melaporkan ke rumah-rumah sakit.
Di Asia Tenggara epidemik DBD pertama terjadi pada 1950-an. Namun, sejak 1975 penyakit ini menjadi salah satu penyebab hospitalisasi dan kematian terutama pada anak-anak. Serangan demam berdarah di Indonesia pertama-tama dilaporkan terjadi pada 1968 meskipun pada waktu itu belum dapat dibuktikan secara nyata. Kemudian, pada 1970 terjadi serangan DBD di Jakarta. Antara 1970 dan 1987, tingkat serangan DBD di Asia Tenggara meningkat dari 15 orang per 100.000 menjadi 170 orang per 100.000 (Shepard &Halstead, 1993).
Pada 1980-an perkembangan DBD yang kedua di Asia mulai terjadi saat Sri Langka, India, dan kepulauan Maldive mengalami epidemik DBD pertama. Pakistan baru melaporkan adanya endemik dengue pertama pada 1994 (CDC, 2003a). Sementara itu, Taiwan dan Cina pada 1980-an juga mengalami epidemik dengue sesudah penyakit itu sempat menghilang selama 35 tahun. Serangkaian epidemik yang terjadi di Cina disebabkan oleh keempat serotipe.
Setelah sukses melakukan program pengendalian selama 20 tahun. Singapura ternyata mengalami pula ledakan penyakit dengue/DBD kembali {resurgence) yang berlangsung dari 1990 sampai 1994. Sementara itu, di daerah Pasifik dan Afrika, epidemik dengue yang disebabkan oleh keempat serotipe, juga telah berkembang secara dramatis.
Pada awal 2004 serangan penyakit demam berdarah terjadi di mana-mana di hampir semua propinsi di Indonesia terutama di Jakarta dansekitarnya. Diberitakan bahwa selama bulan Januari dan Februari 2004, jumlah penderita DBD di Indonesia mencapai 19.000 orang lebih dengan angka kematian 1,8 % atau sekitar 342 orang.
Mulai 1997, dengue menjadi penyakit virus yang paling penting yang ditularkan nyamuk dan memengaruhi manusia. Penyebaran secara global hampir sama dengan malaria (CDC, 2003a). Diperkirakan ada 2,5 miliar orang hidup di daerah yang mempunyai risiko tular epidemik dan berisiko tinggi terinfeksi oleh demam dengue (Gubler, 1996). Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memperkirakan saat ini jumlah kasus demam dengue mencapai 20 juta kasus per tahun dan sekitar 500.000 pasien yang harus masuk ke rumah sakit (World Resources Institute, 1998/1999). Gubler (1995) memperkirakan 5 % dari semua kasus DHF adalah fatal. Namun, angka ini dapat ditekan jika penderita segera memperoleh penanganan yang tepat.
Vektor utama demam dengue adalah Aedes aegyti. Di tempat-tempat tertentu seperti Amerika Serikat, Ae. Albopictus juga menjadi vektor penyakit ini (CDC, 2003a; World Resources Institute, 1999; Sembel dkk. 2001; 2002). Kedua jenis nyamuk ini biasanya aktif pada waktu siang hari dan lebih suka mengisap darah manusia daripada hewan. Nyamuk-nyamuk aedes berbiak dalam air-air bersih yang tertampung dalam kontainer-kontainer bekas seperti botol-botol plastik, kaleng-kaleng bekas, ban mobil bekas, tempurung, bak-bak air penam-pungan yang terbuka, bambu-bambu pagar, tempurung kelapa, pelepah kelapa, kulit-kulit buah seperti kulit buah rambutan, vas-vas bunga segar yang berisi air, dan Iain-lain (Sembel dkk. 2000, 2001).
Sampai saat ini penyebaran dengue masih terpusat di daerah tropis, yaitu Australia Utara bagian Timur, Asia Tenggara, India dan sekitarnya, Afrika, Amerika Latin, dan sebagian Amerika Serikat (Gambar 5.6). Namun, dengan adanya pemanasan global, dengue diperkirakan akan meluas sampai ke daerah-daerah beriklim dingin.

World Distribution of Dengue - 2000
Areas infested with Aedes aegypti
Areas withAedes aegypti and dengue epiidenmic activity

Gambar 5.6 Penyebaran Demam Dengue di Dunia Tahun 2000
Menurut CDC (2003a) ada tiga kemungkinan penyebab utama munculnya kembali virus dengue di dunia, yaitu (1) pengendalian nyamuk secara efektif di daerah-daearh yang endemik dengue hampir tidak ada. Pengendalian dengan menggunakan insektidsida ultra-low-volume seperti malathion untuk pengendalian nyamuk Ae. aegypti dewasa tidak efektif lagi. (2) Terjadinya perubahan-perubahan global secara demografi seperti urbanisasi yang tidak terkendali dan pertumbuhan populasi yang tinggi. Perubahan-perubahan demografi mi telah mengakibatkan pemukiman yang di bawah standar, persediaan air bersih yang kurang, dan pengelolaan kebersihan yang kurang baik.                     (3) Meningkatnya  jumlah  orang yang   bepergian dengan  pesawat
terbang menjadi mekanisme yang sangat ideal untuk penyebaran virus dengue. (4) Infrastruktur dan program kesehatan masyarakat di banyak negara telah rusak, serta sumber daya manusia yang kurang, serta biaya pengobatan yang cukup tinggi di negara-negara berkembang.
Gubler (1996) mengemukakan bahwa meskipun berbagai faktor yang bertanggung jawab terhadap peningkatan dengue tidak diketahui sepenuhnya, ia berpendapat bahwa urbanisasi yang cepat, peng-gunaan pembungkus-pembungkus plastik yang nonbiodegra-dable (tidak terurai secara biologis), peningkatan perjalanan dan perdagangan, serta kurangnya upaya pengendalian vektor telah rr.emberi kontribusi terhadap penyebaran penyakit ini.
Sementara itu, kehidupan modern yang mulai dinikmati oleh masyarakat di negara-negara yang sedang berkembang di daerah ropis dapat meningkatkan polutan yang berpeluang menjadi habitatperkembangbiakan nyamuk. Sebagai contoh, maraknya sampah  kontainer-kontainer  minuman    dan makanan  dari plastik
maupun ban-ban bekas yang dibuang sembarangan di halaman, jalan, dan tempat-tempat lain. Sampab-sampah tersebut dapat menjadi tempat-tempat pembiakan nyamuk.
Timbulnya kembali penyakit dengue sebagai ancaman bagi kesehatan masyarakat mengilustrasikan bagaimana perubahan-perubahan yang dilakukan manusia dalam lingkungan dapat memengaruhi pola penyakit-penyakit menular (WRI, 1998/1999).
Para ahli memperkirakan bahwa pemanasan global akan dapat mempercepat penyebaran demam dengue ke daerah-daerah beriklim dingin (NIEHS, 1998). Pemanasan global diprediksikan tidak hanya akan meningkatkan penyebaran nyamuk, tetapi juga akan membuat ukuran nyamuk menjadi lebih kecil. Sebagai akibatnya, nyamuk-nyamuk dewasa akan lebih banyak mengisap darah untuk perkembangan telur-telurnya. Oleh karena itu, insiden mengisap darah dua kali (double feeding) akan semakin meningkat yang berarti pada akhirnya meningkatkan kesempatan untuk menularkan lebih banyak virus kepada manusia.
BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dari pembahasan materi di atas dapat disimpulkan bahwa peranan air terhadap kesehatan,sangat banyak diantaranya, yaitu: 
1.    Air untuk Proses Metabolisme Tubuh Manusia
2.    Air dapat mencegah dan mengobati banyak penyakit
3.    Air sebagai kebutuhan dasar makhluk hidup
4.    Air sebagai media untuk kehidupan mikroba
5.    Air sebagai Komponen Utama dalam Tubuh manusia
Selain itu air juga dapat menjadi penular penyakit, diantaranya adalah penyakit Diare dan Cholera, Demam Typhoid, Poliomyelitis, Trachoma, dan Scabies.
B.   Saran
Pemanfaatan sumber daya air dalam peranannya terhadap kesehatan dan kehidupan manusia perlu di kelola secara baik dan benar, sehingga diharapkan peran dari berbagai pihak, seperti :
1.    Kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kemauan, kesadaran, dan kemampuan untuk menggunakan air dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan pemanfaatannya.
2.   Kepada pemerintah agar lebih memberikan perhatian kepada masyarakat mengenai kebijakan-kebijakan yang berhubungan sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat.







DAFTAR PUSTAKA
Muntu, Ronny. 2008. Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair – A (PAPLC-A). Makassar
Indarto. 2010. Hidrologi Dasar Teori dan Contoh Aplikasi Model Hidrologi. Jember : PT Bumi Aksara
Daryanto. 1995. Ekologi dan Sumber Daya Alam. Bandung : Tarsito.
Purnomo, Hari. 1995. Aktivitas Air dan Peranannya dalam Pengawetan Pangan. Jakarta : UI Press.
http://www.kelair.bppt.go.id/Publikasi/BukuKesmas/BAB1.pdf  (diakses pada tanggal 15 Maret 2015)
http://penyakithepatitisa.com/ (diakses pada tanggal 14 Maret 2015)










0 komentar:

Fungsi dan Peranan Air Bagi Kehidupan

Written on 08.06.00 by Unknown

Mata Kuliah                  : Penyehatan Air – A  
Dosen                            : H. Ronny Muntu, SKM.,M.Kes

Fungsi  dan Peranan Air Bagi Kehidupan serta Macam-macam Penyakit yang Ditularkan melalui Air


  
 Oleh :
EVI NURSYAFITRI
PO.71.4.221.13.2.012

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D.IV

2015

Kata Pengantar

Bismillahirrahmanirrahim.
              Puji syukur atas kehadirat Allah swt. Yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga
Makalah Penyehatan Air dengan judul “Fungsi dan Peranan Air Bagi Kehidupan” ini dapat selesai dengan tepat waktu. Terwujudnya makalah ini, tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu saya selaku penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.    Bapak Ronny Muntu, SKM.,M.Kes selaku dosen pengampu pada mata kuliah Penyehatan Air – A yang telah memberikan ilmu  dan sumbangsinya dalam menyusun makalah ini.
2.    Bapak dan Ibu tercinta yang telah memberikan motivasi dan dukungan baik moral maupun spiritual.
3.    Teman-teman yang tercinta yang telah sabar untuk meluangkan waktunya untuk berdiskusi dalam menyusun makalah ini.
4.    Dan semua pihak yang telah membantu dalam  menyusun makalah ini.
Dalam tugas ini terdapat beberapa pembahasan materi mengenai peranan air terhadap kesehatan dan macam – macam penyakit yang disebabkan oleh air. Namun dalam penyusunannya masih terdapat banyak kekurangan oleh karena itu kritik dan saran  yang membangun diharapkan penulis dari semua pihak, agar kedepannya lebih baik lagi dalam menyusun tugas selanjutnya .  
Akhir kata semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan bisa menjadi referensi bagi yang memerlukannya.
Wasallam  

Makassar,    Maret  2015



Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar........................................................................................................... i
DAFTAR ISI  ........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A.    Latar Belakang .............................................................................................. 1
B.     Tujuan ........................................................................................................... 2
C.     Rumusan Masalah.......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................... 3
A.     Peranan Air Terhadap Kesehatan................................................................... 3
B.     Macam-macam Penyakit yang Ditularkan Melalui Air.................................. 28
BAB III PENUTUP.................................................................................................. 53
A.    Kesimpulan.................................................................................................... 53
B.     Saran ............................................................................................................. 53
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Air adalah substansi yang paling melimpah di permukaan bumi, merupakan komponen utama bagi semua makhluk hidup, dan merupakan kekuatan utama yang secara konstan membentuk permukaan bumi. Air juga merupakan faktor penentu dalam pengaturan iklim di permukaan bumi untuk kebutuhan hidup manusia.
Selain itu, susunan molekul air sangat sederhana. Dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. H-O-H atau ditulis dengan rumus H2O. Air juga punya sifat yang unik yang memungkinkan berperan sebagai material yang universal. Salah satu sifat khusus air adalah sangat mudah berubah wujud. Air dapat dijumpai di planet bumi dalam tiga bentuk, yaitu padat, cair dan gas.
Mengingat pentingnya peran air,sangat diperlukan adanya sumber air yang dapat menyediakan air yang baik dari segi kuantitas dan kualitasnya. Di Indonesia, umumnya sumber air minum berasal dari air permukaan(surface water),air tanah (ground water)dan air hujan ( Ricki . Mulia,2005 )
Oleh karena manusia sangat membutuhkan air untuk melanjutkan kehidupannya. Sebagian besar tubuh manusia juga mengandung air. Air tentunya berperan penting terhadap kesehatan manusia. Namun dewasa ini air menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian. Untuk mendapatkan air yang bersih dan memenuhi standar merupakan hal yang langka karena air sudah banyak tercemar bermacam-macam limbah dari kegiatan manusia. Air yang tercemar dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan manusia. Oleh karena hal diatas kami akan membahas makalah dengan judul “Peranan Air bagi Kesehatan Manusia”




B.  Tujuan
1.    Untuk mengetahui peranan air bagi kesehatan
2.    Untuk mengetahui macam-macam penyakit yang ditularkan melalui air

C.  Rumusan Masalah
1.    Bagaimana peranan air tehadap kesehatan?
2.    Bagaimana contoh / macam-macam penyakit yang ditularkan melalui air?





















BAB II
PEMBAHASAN
A.  Peranan dan Fungsi Air Terhadap Kesehatan
1.    Air untuk Proses Metabolisme Tubuh Manusia
Air merupakan bagian penting untuk kehidupan, sebagian besar tubuh kita terdiri dari air, tanpa air manusia akan mengalami dehidrasi dan lebih cepat mati dibandingkan tanpa makanan. Air berfungsi untuk mentransportasi mineral, vitamin, protein dan zat gizi lainnya ke seluruh tubuh. Keseimbangan suhu tubuh akan sangat tergantung pada air, karena air merupakan pelumas jaringan tubuh sekaligus bantalan sendi-sendi , tulang, dan otot. Kebutuhan air untuk manusia dalam sehari minimal sebanyak 8 gelas, yang diperlukan untuk kelancaran proses metabolisme di dalam tubuh.
Mengkonsumsi air secara cukup dapat meningkatkan fungsi hormon, memperbaiki kemampuan hati untuk memecah dan melepas lemak, serta mengurangi rasa lapar. Sebaliknya, kurang air dapat menyebabkan konstipasi, infeksi saluran urin, terbentuknya batu ginjal, kelelahan, dan masalah-masalah seputar kulit, rambut, dan kuku. Di pasaran saat ini mulai bermunculan produk air kemasan baru yaitu air beroksigen. Sesungguhnya air, dari manapun sumbernya, yang sering diminum kebanyakan orang telah mengandung oksigen yang kadarnya sekitar 7 ppm. Air beroksigen telah diperkaya dengan oksigen melalui rekayasa teknologi sehingga mengandung O2 45 ppm – 80 ppm. Oksigen dimasukkan ke dalam air lewat suatu proses dengan menggunakan tekanan, seperti halnya ketika membuat minuman berkarbonasi (minuman ringan) yaitu dengan memompakan CO2 ke dalam air. Oksigen yang diserap melalui membran intestinal diklaim dapat meningkatkan imunitas dan memperbaiki sistem sirkulasi dalam tubuh. Oksigen juga akan melekat di butir-butir darah merah yang kemudian masuk ke dalam sel-sel tubuh manusia. Sebuah studi yang melibatkan 25 atlet pelari yang mengkonsumsi air beroksigen menunjukkan hasil positip. Sejumlah 83% dari pelari tersebut mempunyai performans prestasi yang lebih baik. Mereka menghemat waktu 31 detik dalam suatu lomba lari. (Khomsan, 2007)
Jika kecukupan konsumsi air tidak dipenuhi maka tubuh akan kekurangan air. Gejalanya antara lain berupa terasa kering di bagian tenggorokan. Pada anak kecil, hal ini bisa berakibat fatal. Dalam hal kekurangan minum sedikit saja namun berlangsung dalam jangka panjang, fungsi ginjal dapat dapat terganggu sehingga suatu ketika terbentuk kristal atau batu ginjal. Kekurangan cairan juga dapat menyebabkan konstipasi, infeksi saluran urin, kelelahan, dan berbagai masalah seputar kulit, rambut dan kuku.
Bila Anda minum banyak air bersih dan jernih, maka hal tersebut akan memacu peningkatan kesehatan Anda, di mana para peneliti menemukan bahwa, makin hari makin banyak keuntungan dengan minum air dalam jumlah yang cukup bagi kesehatan, termasuk: Pencernaan dan metabolisme yang lebih baik Minum air dalam jumlah yang cukup menjadikan baik pencernaan maupun metabolisme dapat bekerja pada kapasitas maksimalnya. Faktanya, penelitian terbaru dari University of Utah menyatakan bahwa kekurangan air dapat menyebabkan menurunnya metabolisme.
Air dalam tubuh manusia memainkan peran penting dengan membawa karbohidrat dan protein melalui darah dan menghilangkan kelebihan garam, mineral, dan zat lainnya. Hidrasi yang memadai juga membuat tubuh dingin ketika suhu meningkat dan selama aktivitas fisik. Air dalam tubuh manusia mencegah sembelit dan menjaga kulit lembut dan lentur. Paru-paru dan mulut membutuhkan air untuk berfungsi dengan baik, sedangkan sendi menggunakan air sebagai pelumas.
Setiap sel dalam tubuh bergantung pada air untuk melarutkan bahan kimia, mineral, dan nutrisi untuk membuat mereka dapat digunakan. Jika darah kekurangan air yang cukup, mungkin tidak mengalir secara bebas dan membawa oksigen yang cukup ke organ dan jaringan. Kulit bisa menjadi kering dan pecah-pecah ketika asupan air turun di bawah tingkat yang direkomendasikan.
Air dalam tubuh manusia merupakan 70 persen dari berat total otak. Darah terdiri dari sekitar 80 persen air, sedangkan konten di paru-paru adalah sekitar 90 persen air. Cairan juga digunakan oleh lemak, otot, dan tulang untuk mendukung kesehatan yang optimal. Air dalam tubuh membersihkan  bakteri manusia dari kandung kemih dan mungkin mencegah pembentukan batu ginjal. Hal ini juga mencegah sembelit dan membawa limbah dari tubuh melalui feses.
Setiap hari, air dalam tubuh manusia hilang melalui urin, keringat, dan pernapasan. Ini harus diganti setiap hari karena tubuh tidak dapat menyimpan air untuk digunakan nanti. Jumlah air yang dikeluarkan tergantung pada tingkat aktivitas seseorang, suhu di luar, metabolisme individu, dan jumlah cairan yang dikonsumsi dalam makanan dan minuman. Orang yang sangat aktif, dan mereka yang tinggal di iklim panas, biasanya membutuhkan lebih banyak air karena mereka sering menghasilkan lebih banyak keringat.
Tubuh anak-anak mengandung kadar air lebih tinggi dari orang dewasa dan mungkin mengalami dehidrasi lebih cepat. Orang tua mungkin perlu untuk meningkatkan asupan air karena fungsi ginjal berubah seiring dengan usia. Seorang dewasa yang lebih tua mungkin kehilangan hingga 2,1 liter (2 liter) air sehari melalui fungsi tubuh normal. Diperkirakan orang tua mendapatkan setengah jumlah tersebut setiap hari melalui makanan.
Dehidrasi dapat menjadi risiko kesehatan yang serius, menyebabkan gagal ginjal. Gejala termasuk gelap, urin kuning, sakit kepala, dan kekurangan energi. Bibir dan kulit mungkin menjadi kering, bersama dengan mulut kering. Pada saat seseorang merasa haus, dehidrasi mungkin sudah ada, yang dapat menghambat konsentrasi dan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas mental atau fisik.
Kebanyakan makanan menyediakan sekitar setengah air yang diperlukan dalam tubuh manusia. Ahli gizi biasanya menganjurkan minum enam sampai delapan gelas air sehari untuk menjaga kesehatan. Tingkat ini mungkin diperoleh dari sup, buah, teh, dan makanan lainnya. Pasien yang menggunakan obat-obatan yang meningkatkan buang air kecil mungkin perlu sampai asupan air sehari-hari. Orang yang menderita demam, muntah, atau diare mungkin juga cepat kehilangan cairan penting.

2.    Air dapat mencegah dan mengobati banyak penyakit
Air digunakan untuk mengurangi demam serta membersihkan luka dan infeksi kulit. Meminum banyak air membantu mencegah dan mengobati diare, infeksi saluran kemih, batuk dan susah buang air. Mencuci tangan dengan sabun dan air setelah ke WC dan sebelum makan atau memegang makanan juga membantu mencegah banyak penyakit.
Selain itu, para peneliti saat ini meyakini bahwa cairan atau tepatnya air dapat berperan aktif dalam mengurangi resiko terhadap beberapa penyakit seperti: batu ginjal, kanker saluran kencing, kanker kandung kemih, dan kanker usus besar (colon). Minum cukup air dapat pula menghindari sembelit.
3.    Air merupakan kebutuhan dasar makhluk hidup
Air adalah unsur paling penting bagi kehidupan mahluk hidup di bumi ini. Sebagian orang percaya dengan mengkonsumsi air yang berlebih akan membuat tubuh menjadi sehat tetapi bisa juga dengan mengkonsumsi air berlebihan akan mengakibatkan ketergantungan. Air juga dapat diartikan bagian dari kehidupan yang memiliki banyak pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positif air yaitu salah satunya untuk kehidupan dan pengaruh negatif air salah satunya adalah dapat menyebabkan banjir jika manusia tidak bisa menjaga kelestarian hutan atau bisa juga tidak ada daerah resapan air hujan sehingga dapat menyebabkan banjir.
Air mempunyai peranan penting dalm pembentukan kehidupan. Dalam organisme dalam berbagai organ tidak mengandung air dalam jumlah yang sama. Presentase terendah 27- 34 % terdapat pada tulang dan meningkat sampai 70- 80 % pada organ- organ bagian dalam, sementara itu tertinggi beradapa pada jaringan saraf (82- 94 %). Air dalam protoplasma berupa koloidal dari molekul protein dimungkinkan oleh fenomena solvation dari rantai molekul.
Untuk kelangsungan hidup, semua makhluk hidup, khususnya manusia, membutuhkan air untuk kelangsungan aktivitasnya. Salah satu kebutuhan dasarnya adalah air. Setiap aktivitas sehari – hari  manusia tidak terlepas dari penggunaan air. Namun air yang disediakan untuk keperluan sehari-hari, termasuk untuk keperluan MCK, juga dapat memberikan dampak yang merugikan bagi manusia beserta lingkungannya. Tentu saja hal ini terjadi jika air yang diberikan tidak memenuhi syarat kualitas sanitasi dan higiene yang dibutuhkan. Sehingga pemenuhan air harus selalu memadai untuk kebutuhan sehari – hari agar setiap aktivitas manusia bisa berjalan.
Manusia mungkin dapat hidup beberapa hari akan tetapi manusia tidak akan bertahan selama beberapa hari jika tidak minum karena  sudah mutlak bahwa sebagian besar zat pembentuk tubuh manusia itu terdiri dari 73% adalah air. Jadi bukan hal yang baru jika kehidupan yang ada di dunia ini dapat terus berlangsung karena tersedianya Air yang cukup. Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia berupaya mengadakan air yang cukup bagi dirinya sendiri. Berikut ini air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dengan segala macam kegiatannya, antara lain digunakan untuk:
a.    Keperluan rumah tangga, misalnya untuk minum, masak, mandi, cuci dan pekerjaan lainnya,
b.    Keperluan umum, misalnya untuk kebersihan jalan dan pasar, pengangkutan air limbah, hiasan kota, tempat rekreasi dan lain-lainnya.
c.    Keperluan industri, misalnya untuk pabrik dan bangunan pembangkit tenaga listrik.
d.   Keperluan perdagangan, misalnya untuk hotel, restoran, dll.
e.    Keperluan pertanian dan peternakan
f.     Keperluan pelayaran dan lain sebagainya
 Oleh karena itulah air sangat berfungsi dan berperan bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Penting bagi kita sebagai manusia untuk tetap selalu melestarikan dan menjaga agar air yang kita gunakan tetap terjaga kelestariannya dengan melakukan pengelolaan air yang baik seperti penghematan, tidak membuang sampah dan limbah yang dapat membuat pencemaran air sehingga dapat menggangu ekosistem yang ada.
Selain itu, makhluk hidup lainnya seperti hewan maupun tumbuhan sangat memerlukan air. Contohnya saja pada tumbuhan hanya bisa melakukan proses fotosintesis ketika ada bahan air (H2O).
Air merupakan bagian penting untuk kehidupan, sebagian besar tubuh kita terdiri dari air, tanpa air manusia akan mengalami dehidrasi dan lebih cepat mati dibandingkan tanpa makanan. Air merupakan bagian penting untuk kehidupan, sebagian besar tubuh kita terdiri dari air, tanpa air manusia akan mengalami dehidrasi dan lebih cepat mati dibandingkan tanpa makanan. Air berfungsi untuk mentransportasi mineral, vitamin, protein dan zat gizi lainnya ke seluruh tubuh. Keseimbangan suhu tubuh akan sangat tergantung pada air, karena air merupakan pelumas jaringan tubuh sekaligus bantalan sendi-sendi , tulang, dan otot. Air beroksigen telah diperkaya dengan oksigen melalui rekayasa teknologi sehingga mengandung O2 45 ppm – 80 ppm. Oksigen dimasukkan ke dalam air lewat suatu proses dengan menggunakan tekanan, seperti halnya ketika membuat minuman berkarbonasi (minuman ringan) yaitu dengan memompakan CO2 ke dalam air. Oksigen yang diserap melalui membran intestinal diklaim dapat meningkatkan imunitas dan memperbaiki sistem sirkulasi dalam tubuh. Oksigen juga akan melekat di butir-butir darah merah yang kemudian masuk ke dalam sel-sel tubuh manusia. Oksigen diperlukan sel untuk mengubah glukosa menjadi energi yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti aktivitas fisik, penyerapan makanan, membangun kekebalan tubuh, pemulihan kondisi tubuh, juga penghancuran beberapa racun sisa metabolisme. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan metabolisme berlangsung tidak sempurna. Beberapa penelitian menunjukan bahwa manfaat dari air beroksigen dapat meningkatkan populasi bakteri probiotik. Seperti diketahui, probiotik berfungsi menyeimbangkan flora usus sehingga pencernaan menjadi lebih baik. Di dalam tubuh manusia, terdapat milyaran probiotik yang jika berkembang biak lebih banyak akan meningkatkan daya tahan tubuh.
Air juga merupakan salah satu sumber alam yang mulai terasa pengaruhnya pada usaha memperluas kegiatan pertanian dan industri di berbagai tempat di dunia, di bidang pertanian kekurangan air menjadi hambatan utama.
Penduduk yang terus berkembang dan kemakmuran yang meningkat menimbulkan tekanan pada persediaan air setempat, menjatah air mungkin akan menjadi pemandangan sehari – hari di seluruh dunia di masa mendatang.

4.    Air sebagai media untuk kehidupan mikroba
Dalam dunia kehidupan terdapat kelompok anggota, yang tidak keliatan tetapi ada, yang sulit dibatasi sebagai binatang atau tumbuh – tumbuhan karean mereka diturunkan dari dua kingdom. Mereka mempunyai peranan penting dalam kontinyuitas aktivitas biologi, mereka adalah mikroba umumnya bersel tunggal, aktivitasnya yang kontan adalah berfungsi dalam “recirculation” elemen dan dalam proses abalitic dan sinteticyang hidupnya tidak akan berhenti.
Kebutuhan manusia untuk menggunakan air bahkan dalam jumlah yang terus meningkat telah menyebabkan dalam menunjang makin banyak pencemaran. Seperti yang telah diketahui dalam ilmu kesehatan dan biologian yang dimainkan oleh air dalam penularan penyakit, manusia terpaksa harus, namun yang lain ternyata memberi keuntungan dan manusia bisa memanfaatkannya.
Air mempunyai peranan besar dalam penularan berbagai jenis penyakit menular. Besarnya peranan air dalam penularan penyakit adalah disebabkan keadaan air itu sendiri sangat membantu dan sangat baik untuk kehidupan mikrobiologi.
Air dapat bertindak sebagai tempat berkembang biak mikrobiologi dan juga bisa sebagai tempat tinggal sementara (perantara) sebelum mikrobioogis berpindah kepada manusia.
Air mempunyai peranan penting dalm pembentukan kehidupan. Dalam organisme dalam berbagai organ tidak mengandung air dalam jumlah yang sama. Perenatse terendah 27- 34 % terdapat pada tulang dan meningkat sampai 70- 80 % pada organ- organ bagian dalam, sementara itu tertinggi beradapa pada jaringan saraf (82- 94 %).
Air dalam protoplasma berupa koloidal dari molekul protein dimungkinkan oleh fenomena solvation dari rantai molekul.
5.    Air sebagai penyebar mikroba patogen (true water borne diseases)
Penyakit menular yang disebabkan oleh air secara langsung seringkali dinyatakan sebagai penyakit bawaan air atau ‘water borne diseases’. Penyakit-penyakit ini hanya dapat menyebar apabila mikroba penyebabnya dapat masuk ke dalam sumber air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Jenis mikroba yang dapat menyebar lewat air, di antaranya virus, bakteri, protozoa, dan metazoa.
AIR bersih merupakan salah satu sumber kehidupan mahluk hidup, termasuk manusia. Konsekuensinya, bila air yang kita konsumsi telah tercemar maka kehidupan manusia akan terganggu. Kondisi demikian akan menjadi ancaman kesehatan manusia, bila tidak segera dipulihkan. Apalagi saat ini kondisi lingkungan kita telah memasuki musim hujan, yang biasanya mudah sekali terjadi pencemaran air di sana-sini, seperti banjir.
Lebih jauh, air yang telah tercemar, baik oleh senyawa organik maupun anorganik akan menjadi media yang cocok untuk berkembangbiak berbagai penyakit. Air yang tercemar dapat berupa air yang tergenang dan air yang mengalir. Menurut Wisnu Arya Wardana (1999), penyakit menular akibat pencemaran air itu dapat terjadi karena berbagai macam sebab. Pertama, air merupakan tempat berkembangbiaknya mikroorganisme, termasuk mikroba patogen. Kedua, air yang telah tercemar tidak dapat digunakan sebagai air pembersih, sedangkan air bersih sudah tidak mencukupi sehingga kebersihan manusia dan lingkungannya tidak terjamin, yang pada akhirnya menyebabkan manusia mudah terserang penyakit.
6.    Air sebagai Komponen Utama dalam Tubuh manusia
Air adalah komponen utama dalam tubuh manusia, bahkan sekitar 55% berat tubuh kita adalah air. Tanpa air makhluk hidup tidak mungkin tumbuh dan berkembang,   karena   air   sangat   vital   untuk   reaksi   kimia tubuh. Air harus dikonsumsi setiap hari karena tubuh tidak bisa membuatnya.
Peningkatan konsumsi air juga terbukti dapat menurunkan risiko obesitas. Konsumsi air sebelum makan terbukti akan membuat kita menjadi lebih cepat merasa kenyang dan menurunkan jumlah kalori yang diserap oleh tubuh. Inilah yang menyebabkan konsumsi air minum sangat disarankan bagi orang-orang yang sedang menjalani diet ataupun program penurun berat badan tertentu.
Air di dalam tubuh manusia berkisar antara 50 – 70% dari seluruh berat badan. Air  terdapat  di seluruh badan. Tulang  terdapat air sebanyak 22%  berat tulang , di darah dan ginjal sebanyak 83%. Pentingnya air bagi kesehatan dapat dilihat dari jumlah air yang ada di dalam organ, seperti 80%  dari darah terdiri atas air ,25 % dari tulang, 75% dari urat syaraf, 80%  dari ginjal , 70% dari hati, dan 75%  dari urat syaraf , 80%  dari ginjal , 70% dari hati, dan 75 % dari otot adalah air. Kehilangan   air   15%   dari   berat   badan   dapat   mengakibatkan   kematian. Karenanya   orang   dewasa   perlu   minum   minimal   1,5   –   2   liter   air   sehari. Kekurangan air ini menyebabkan banyaknya ditemukan penyakit batu ginjal dan kandung kemih di daerah tropis seperti indonesia , karena terjadinya kristalisasi unsur-unsur  yang  ada di dalam cairan tubuh. Air diperlukan untuk melarutkan berbagai jenis zat yang diperlukan tubuh. Sebagai contoh,   oksigen   perlu   dilarutkan   dahulu   sebelum   dapat   memasuki pembuluh-pembuluh   darah   yang   ada   di   sekitar   alveli.   Demikian   pula   halnya dengan segala zat makanan yang hanya dapat diserap apabila dapat larut di dalam cairan yang meliputi selaput lendir usus. Semua reaksi biokimia di dalam tubuh manusia dan hewan terlaksana di dalam lingkungan air. Air sebagai bahan pelarut, membawa segala jenis makanan ke seluruh tubuh dan mengambil kembali segala buangan   untuk   dikeluarkan   dari   tubuh.  Air   juga   dapat   mempertahankan  suhu badan, untuk membersihkan permukaan mata serta melicinkannya, sehingga gerak kelopak mata menjadi lancar. Ringkasnya, dalam segala fungsi kehidupan seperti bereaksi terhadap segala stimulus, tubuh, bermetabolisme, bereproduksi,air selalu memegang peranan penting.
Air sangat dibutuhkan bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal tampak dari   tempat-tempat   di   bumi   ini   yang   dipilih   masyarakat   untuk   bermukim. Permukiman banyak ditemukan di  sekitar   perairan  seperti sungai-sungai.  Oleh karena itu, kota-kota di dunia ini pada awalnya terletak di dekat sungai-sungai. Manusia sebagai makhluk budaya juga terpengaruh oleh sifat-sifat lingkungan air, sehingga   dapat   mengembangkan   teknologi   dalam   rangka   mendayagunakan   air yang ada. Air menstimulir manusia untuk membuat wadah-wadah air, baik dari tanah, perunggu, perak, maupun emas. Air juga menstimulir orang untuk membuat rakit,   perahu,   kapal-kapal,   dan   lain-lainnya,   agar   dapat   mendayagunakan   air sebagai media transportasi. Saat ini orang juga memanfaatkan air bagi pembangkit tenaga listrik, rekreasi, perikanan, dan industri lainnya.
Untuk mengetahui peran air dalam tubuh kita,  simak apa   saja pengaruh  air  pada  7  bagian tubuh berikut ini.
a.    Otak
Konsumsi air juga sangat penting untuk memelihara fungsi otak kita. Di dalam otak, air akan mengisi ruang sempit antar sel-sel saraf (ruang ekstraseluler). Air sangat penting guna menjaga kestabilan ion-ion dalam ruang ekstraseluler. Ion-ion tersebutlah yang kemudian akan digunakan untuk merambatkan rangsang sepanjang sel saraf. Rangsangan yang dirambatkan dapat berasal dari luar ataupun dalam tubuh. Ketika otak kita kekurangan air, maka kerja otak pun akan terhambat dan kita menjadi sulit untuk berkonsentrasi.
Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat daya ingat lebih tajam, mood stabil dan motivasi lebih baik. Jika kecukupan air dalam tubuh baik, kemampuan kita   dalam   memecahkan   masalah   juga   akan   meningkat.   Para   ilmuwan menyebutkan   kekurangan   air   akan   menyebabkan   aliran   oksigen   ke   area   otak berkurang sehingga sel-sel saraf menyusut sementara. Tak heran jika orang yang kehausan biasanya sulit berkonsentrasi.

b.    Mulut
Air  akan  menjaga  tenggorokan dan bibir lebih  basah dan  menjaga mulut  agar tidak kekeringan. Kondisi mulut yang kering bisa memicu bau mulut dan rasa yang tidak enak, bahkan gigi berlubang.

c.    Jantung
Dehidrasi akan menyebabkan penurunan volume darah, sehingga jantung  akan bekerja lebih keras dalam memompa darah agar sel-sel tidak kekurangan oksigen. Akibatnya aktivitas fisik ringan seperti naik tangga atau berlari akan terasa lebih melelahkan.

d.   Sirkulasi darah
Tubuh mengeluarkan panas dengan cara melebarkan pembuluh darah yang dekat dengan permukaan kulit sehingga aliran darah lebih cepat dan panas lebih banyak yang dikeluarkan. Bila kita kekurangan cairan, dibutuhkan temperatur lingkungan yang   lebih   tinggi   agar   pembuluh   darah   melebar   sehingga   kita akan tetap kepanasan.

e.    Otot
Bila   kecukupan   cairan   terpenuhi,   air   di   dalam   dan   luar   sel   yang   berfungsi mengkontraksi  otot  menyediakan   nutrisi  yang  cukup  dan  proses   pembuangan berlangsung efisien sehingga performa tubuh akan baik. Air juga penting untuk melumaskan sendi. Namun kram otot tidak berkaitan dengan dehidrasi melainkan karena kelelahan otot.

f.     Kulit
Secara kosmetik, konsumsi air juga membuat kulit semakin terlihat segar. Konsumsi air akan meningkatkan elastisitas kulit sehingga kulit tidak mudah keriput. Penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi 500 ml air akan meningkatkan aliran darah kapiler di lapisan kulit.
Jika seseorang menderita dehidrasi berat, kulit menjadi kurang elastis. Kondisi ini berbeda dengan kulit kering, yang biasanya disebabkan karena zat kimia dalam sabun, air panas atau terpapar udara kering. Sayangnya, minum cukup air tidak akan mencegah keriput.

g.    Ginjal
Ginjal membutuhkan cairan untuk menyaring "sampah" dari peredaran darah dan membuangnya melalui urin. Kecukupan cairan juga akan membantu mencegah infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Dehidrasi berat akan menyebabkan ginjal berhenti berfungsi, sehingga toksin atau racun menumpuk di tubuh.
Peningkatan konsumsi air terbukti dapat meningkatkan fungsi ginjal dan pengeluaran zat-zat racun dari dalam tubuh. Ginjal berperan dalam pengeluaran racun dari tubuh melalui serangkaian mekanisme, meliputi filtrasi glomerular, sekresi tubular, dan serangkaian jalur metabolik lainnya. Peningkatan konsumsi air akan sebanding dengan pengeluaran natrium dari dalam tubuh. Pengeluaran natrium penting untuk menghindari terjadinya penyimpanan natrium berlebihan dalam tubuh sehingga menurunkan risiko hipertensi.

7.    Air Yang Digunakan Untuk Keperluan Sehari-Hari
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyediaan air bersih adalah: mengambil air dari sumber yang bersih, mengambil dan menyimpan air dalam tempat yang bersih dan tertutup serta menggunakan gayung khusus untuk mengambil air, memelihara atau menjaga sumber air dari pencemaran oleh binatang dan sumber pengotoran seperti septictank, tempat pembuangan sampah dan air limbah harus lebih dari 10 meter, menggunakan air minum yang direbus, mencuci semua peralatan masak dan makan dengan air yang bersih dan cukup. Masyarakat yang terjangkau oleh penyediaan air bersih mempunyai risiko menderita diare lebih kecil bila dibandingkan dengan masyarakat yang tidak mendapatkan air bersih (Andrianto, 1995).
Sebagai tindakan monitoring dan deteksi dini terhadap potensi pencemaran terhadap sumber air bersih, dilakukan kegiatan inspeksi sanitasi. Risiko pencemaran sumber air merupakan kualifikasi penilaian terhadap keadaan sumber air bersih yang digunakan penduduk terhadap kemungkinan kontaminasi kotoran atau pencemaran air. Pencemaran air dapat berasal dari kondisi sekitar sumber air bersih seperti kontaminasi tinja, sampah, air limbah maupun kotoran hewan. Pencemaran air dapat juga berasal kondisi konstruksi sumber air bersih serta cara pengambilan air.
Sebagaimana kita ketahui, keberadaan air di dalam tubuh manusia, berkisar antara 50-70% dari seluruh berat badan yang tersebar di seluruh bagian tubuh. Pentingnya air bagi kesehatan dapat dilihat dari jumlah air dalam tubuh dimana apabila terjadi kehilangan air 15% dari berat badan dapat mengakibatkan kematian. Karena itu orang dewasa perlu minum paling sedikit 1,5-2 liter air per hari.
Selain untuk kebutuhan minum, air juga merupakan kebutuhan dasar manusia dalam melangsungkan aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi, mencuci, kakus serta aktivitas kebersihan rumah tangga lainnya. Banyaknya air yang digunakan untuk kegiatan di dalam masyarakat sangat bervariasi, dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas air, sosial ekonomi masyarakat, harga air, iklim daerah serta karakteristik penduduk
Air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya  memenuhi syarat  kesehatan  dan dapat diminum apabila telah dimasak   (PERMENKES   RI   NO.   416/MENKES/Per/IX/1990).   Air   yang dikonsumsi   manusia   harus   berasal   dari   sumber   yang   bersih   dan   aman.  Yang dimaksud  bersih  dan   aman adalah   memenuhi  beberapa  kriteria, antara   lain air harus   bebas   dari   kontaminasi   kuman   atau   bibit   penyakit. Air  tidak   boleh mengandung bahan kimia yang berbahaya maupun beracun. Air tidak berasa dan tidak juga berbau. Jumlah air cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik dan rumah   tangga.  Air   memenuhi   standar   yang   ditentukan   oleh   Badan   Kesehatan Dunia   (WHO)   atau   Departemen   Kesehatan   Republik   Indonesia   (Chandra,   B.,2007).
Selain itu huga harus memenuhi Karakteristik  fisika  air  meliputi kekeruhan, suhu,  warna, zat padat terlarut, bau, dan rasa. Penyebab   terjadinya   kekeruhan   dapat   berupa   bahan   organic maupun anorganik, seperti lumpur dan limbah industri. Suhu air mempengaruhi jumlah  oksigen terlarut.   Makin   tinggi   suhu air,  jumlah oksigen  terlarut   makin rendah. Warna air dapat dipengaruhi oleh adanya organisme, bahan berwarna yang tersuspensi dan senyawa-senyawa organik. Bau dan rasa dapat disebabkan oleh adanya organisme dalam air seperti alga, juga oleh adanya gas H2S hasil peruraian senyawa organik yang berlangsung secara anaerobik (Hanum, F., 2002). Dan Karakteristik   kimia   air   meliputi   pH,   DO   (Dissolved   Oxygen),  BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), kesadahan, dan senyawa kimia beracun. Nilai pH air dapat mempengaruhi rasa dan sifat korosi. Beberapa senyawa beracun lebih toksik dalam bentuk molekul daripada dalam bentuk   ion,   yang   bentuk   tersebut   dipengaruhi   oleh   pH.  Dissolved   Oxygen menunjukkan jumlah oksigen yang terlarut dalam air. Oksigen terlarut berasal dari hasil   fotosintesa   selain   dari   absorbsi   atmosfer.   Makin   tinggi   jumlah   oksigen terlarut,   maka   mutu   air   makin   baik.  Biological   Oxygen   Demand  (BOD) menunjukkan   jumlah   oksigen   yang   diperlukan   oleh   mikroorganisme   untuk menguraikan bahan organik  dalam air secara  biologi.  Makin tinggi  nilai BOD menunjukkan   tingginya   jumlah   bahan   organik   dan   mutu   air   makin   rendah. Chemical Oxygen Demand (COD) menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk menguraikan bahan organik dalam air secara kimia. Makin tinggi nilai COD yang menunjukkan tingginya jumlah bahan organik, maka mutu air makin rendah.
Kesadahan air mempengaruhi efisiensi pemakaian sabun. Kesadahan air disebabkan   oleh   adanya   garam-garam   kalsium   dan   magnesium   yang   terdapat dalam   air.   Adanya   senyawa   arsen   meskipun   dalam   jumlah   yang   kecil   dapat merupakan racun bagi manusia (Hanum, F., 2002).
Fungsi air juga merupakan zat yang sangat dibutuhan selain udara dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Selain itu, air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan lain-lain. Akan tetapi, air bisa menjadi petaka jika kita tidak bisa merawat sumbernya. Air bisa menjadi perantara penyakit-penyakit yang menyerang manusia. Oleh karena itu, untuk merasakan manfaat air bagi kehidupan khususnya bagi kesehatan tubuh. Akan lebih bijak jika kita merawat keberadaan sumber air yang ada.
Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum (KEPMENKES RI NO. 907/MENKES/SK/VII/2002). Pengertian air minum adalah air yang diperlukan untuk keperluan hidup rumah tangga, meliputi air untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan membersihkan rumah. Agar air minum tidak mengganggu kesehatan manusia harus memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan bakteriologis yang ditentukan oleh Dinas Kesehatan. (1) Persyaratan fisika adalah persyaratan air yang dapat dilihat, dirasa maupun dibau. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang persyaratan air bersih dan air minum mencantumkan bahwa air minum harus tidak berbau, jernih, tidak berwarna, tidak berasa dan perbedaan suhu air dengan suhu ruang tidak boleh lebih dari 300 C. (2) Persyaratan kimia meliputi kadar atau kandungan zat kimia dalam air. Air minum tidak boleh mengandung zat kimia yang mengganggu kesehatan manusia dan zat yang bersifat korosif karena dapat merusak pipa air minum. (3) Persyaratan bakteriologis meliputi kandungan mikroorganisme atau jasad renik yang terdapat dalam air minum. Persyaratan tersebut antara lain, jumlah kuman yang terdapat dalam air minum tidak boleh lebih dari 100 kuman per satu mililiter air, air minum tidak boleh mengandung bakteri coli begitu pula bakteri-bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit kolera, tipus, disentri dan gastroentritis. Maka dari itu, air harus diolah dengan persyaratan yang telah ditentukan agar tidak menimbulkan gangguan pada kesehatan manusia.
8.    Air Sebagai Sarang Insekta Penyebar Penyakit (Water Related Vector Borne Diseases)
Air dapat berperan sebagai sarang insekta yang menyebarkan penyakit pada masyarakat. Insekta tersebut disebut juga sebagai vektor penyakit yang dapat mengandung berbagai jenis penyebab penyakit. Penyebab penyakit di dalam tubuh vektor, dapat berubah bentuk, berubah fase pertumbuhan ataupun bertambah banyak, atau tidak mengalami perubahan apapun. Vektor yang bersarang di air dan umumnya penting di Indonesia adalah nyamuk dari berbagai genus/spesies.

9.    Air mencegah terjadinya Dehidrasi
Dehidrasi dapat menjadi risiko kesehatan yang serius, menyebabkan gagal ginjal. Gejala termasuk gelap, urin kuning, sakit kepala, dan kekurangan energi. Bibir dan kulit mungkin menjadi kering, bersama dengan mulut kering. Pada saat seseorang merasa haus, dehidrasi mungkin sudah ada, yang dapat menghambat konsentrasi dan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas mental atau fisik.
Kebanyakan makanan menyediakan sekitar setengah air yang diperlukan dalam tubuh manusia. Ahli gizi biasanya menganjurkan minum enam sampai delapan gelas air sehari untuk menjaga kesehatan. Tingkat ini mungkin diperoleh dari sup, buah, teh, dan makanan lainnya. Pasien yang menggunakan obat-obatan yang meningkatkan buang air kecil mungkin perlu sampai asupan air sehari-hari. Orang yang menderita demam, muntah, atau diare mungkin juga cepat kehilangan cairan penting.
Para peneliti menyatakan bahwa dehidrasi juga dapat mengakibatkan migrain/sakit kepala, jadi bila Anda sering mengalami migrain adalah sangat penting untuk minum air dalam jumlah yang cukup.

10.     Air Sebagai Salah Satu Sumber Daya Alam
Dalam buku karangan Hefni Efendi kata pengaruh dapat dapat diartikan sebagai dampak atau manfaat sedangkan air adalah sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan kehidupan adalah dimana terdapat sekelompok mahluk hidup yang tinggal di bumi ini dengan menjalani interaksi antara mahluk hidup satu dengan yang lainnya.
Jadi yang dimaksud pengaruh air bagi kehidupan manusia adalah dampak atau manfaat air bagi kehidupan manusia yang membantu manusia untuk melakukan aktivitasnya dan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Para ahli hidiogeologi berpendapat bahwa jumlah air di bumi ini sebanyak 1.360 juta Km3 , yang terdiri dari air asin 1.322.6 juta Km3(97.25%) dan air tawar 37.4 juta Km3(2.75%).
Hidiologi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari air yang mengalir di permukaan bumi (misalnya sungai) dan air yang terdapat di dalam bumi (misalnya tanah).
Air merupakan elemen yang menutupi 2/3 dari luas permukaan bumi. Jenis air yang setiap hari kita manfaatkan ialah air tawar yang hanya 3% dari total volume air yang ada di dunia. Dari 3% tersebut, masih dibagi lagi menjadi: gletsyer (69%), air tanah (30%), air permukaan (0,3%), dan bentuk lainnya (0,9%). Air tanah dan air permukaan adalah jenis yang digunakan untuk ememnuhi kebutuhan kita sehari-hari, yaitu: untuk minum, mandi, mencuci, dan sebagainya.
Untuk menentukan sebuah sumber air tanah layak untuk dikonsumsi atau tidak, kita perlu melihatnya dari tiga sisi, yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Dari sisi kualitas, sumber air tanah harus baik secara fisik, kimiawi, dan biologis. Secara fisik, air tersebut tidak boleh berbau, berasa, berwarna, dan keruh. Secara kimiawi, air tersebut tidak boleh mengandung zat beracun dan logam berat, seperti merkuri, timbal, seng, dan perak. Sedangkan secara biologis, air tersebut tidak boleh mengandung mikroba, terutama bakteri Entamoeba coli. Sumber air tanah berasal dari lapisan air tanah dalam sehingga tidak memiliki hubungan dengan air permukaan tanah. Selain itu, lapisan air tanah dalam juga tidak terpengaruh oleh musim.
Dari sisi kuantitas, mata air pegunungan vulkanik juga memiliki cadangan air yang besar dan biasanya muncul sebagai mata air artesis. Mata air artesis adalah mata air yang terbentuk secara alami akibat tekanan hidrolik air tanah. Lapisan air yang dalam posisi tertekan menyebabkan air artesis berusaha untuk menembus lapisan rapat air dan keluar ke permukaan bumi sebagai mata air.
Dari sisi kontinuitas, curah hujan yang normal dan lingkungan yang kaya akan pepohonan di daerah pegunungan menyebabkan sumber air di daerah pegunungan dapat terus terjaga ketersediannya. Air hujan yang tertampung di permukaan tanah akan terinfiltrasi ke dalam sistem lapisan batuan vulkanik akibat gaya gravitasi.
Fungsi dan peran sumber daya alam dalam kehidupan manusia juga terlihat dari fungsi dan peran air sebagai salah satu sumber daya alam penting di Indonesia. Air merupakan elemen yang menutupi 2/3 dari luas permukaan bumi. Jenis air yang setiap hari kita manfaatkan ialah air tawar yang hanya 3% dari total volume air yang ada di dunia. Dari 3% tersebut, masih dibagi lagi menjadi: gletsyer (69%), air tanah (30%), air permukaan (0,3%), dan bentuk lainnya (0,9%). Air tanah dan air permukaan adalah jenis yang digunakan untuk ememnuhi kebutuhan kita sehari-hari, yaitu: untuk minum, mandi, mencuci, dan sebagainya.
Air juga berperan dalam mengatur suhu tubuh manusia dan sumber ion yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tanpa air, manusia tidak akan mampu bertahan dalam waktu yang lama. Selain itu, air di permukaan bumi juga menjadi tempat tinggal berbagai macam makhluk hidup lain. Ikan-ikan, baik di laut maupun di darat, dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber makanan yang kaya akan gizi. Pertanian dan perkebunan sebagai sarana dalam memenuhi kebutuhan manusia, juga membutuhkan air, karena pada hakikatnya, semua makhluk hidup di dunia ini membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya. Air juga memegang pernan penting sebagai sarana transportasi. Di daerah-daerah pedalaman Kalimantan, transportasi air masih sangat diandalkan. Transportasi air juga dipakai untuk sarana penyeberangan antarpulau.
Berikut ini adalah  macam sumber daya air yang dapat digunakan;
a.    Air Laut
Air ini sifatnya asin karena mengandung garam NaCl. kadal garam Nacl dalam air laut 3% dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum.

b.    Air Hujan
Cara menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya jangan saat air hujan baru mulai turun, karena masih mengandung banyak kotoran. Air hujan juga mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-baik reservoir sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan. Air hujan juga mempunyai sifat luna sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun


c.    Air Permukaan
Air permukaan adalah air yang mengalir di perbukaan bumi, Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya, misalnya oleh lumpur, batang kayu, daun, kotoran industri dan lainnya. Untuk meminumnya harus melewati proses pembersihan yang sempurna.

d.   Air Tanah
Air tanah adalah air yang berada di bawah tanah di dalam zone jenuh dimana tekanan hidrstatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suryono, 1993:1). Penggunaan air tanah salah satu alternatif yang dilakukan manusia guna memenuhi kebutuhan akan air baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan industri. karena disamping mudah diperoleh juga sangat ekonomis. Pesatnya perkembangan teknologi yang diikuti dengan perkembangan penduduk, mengakibatkan terjadinya penyedotan air tanah secara besar-besaran yang berdampak permukaan air tanah lebih rendah dari permukaan air laut.
Penyedotan air tanah secara terus menerus tanpa memperhitungkan daya dukung lingkungannya dapat menyebabkan permukaan air tanah melebihi daya produksi dari suatu akifer yang dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap sumber air

e.    Mata Air
Mata air adalah air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tana dengan hampir tidak dipengaruhi oleh musim, sedangkan kualitasnya sama dengan air dalam.

f.     Sumber air sungai
Di dunia ini, terdapat beribu-ribu sungai dengan panjang dan lebar yang beragam. Jika sungai terpanjang di dunia adalah Sungai Nil dengan panjang 6.650 km yang melewati sebelas negara di Afrika, yaitu: Tanzania, Uganda, Rwanda, Burundi, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Ethiopia, Eritrea, Sudan Selatan, Sudan, dan Mesir. Maka, tahukah kalian sungai apakah yang terpanjang di Indonesia?
Sungai terpanjang di Indonesia adalah Sungai Kapuas di Kalimantan Barat dengan panjang total mencapai 1.178 km. sungai ini mengalirkan
air dari mata air Pegunungan Muller hingga muara sungai di Selat Karimata.
Sungai adalah massa air yang secara alami mengalir melalui suatu lembah. Kebanyakan sungai, mengalir di permukaan bumi ke tempat yang lebih rendah dan sebagian meresap di bawah permukaan tanah. Aliran sungai, tidak tetap. Kadang deras dan kadang lambat, tergantung pada kemiringan sungai. Alirannya mengikuti saluran tertentu, yang di kanan-kirinya dibatasi tebing yang curam.
Pemanfaatan serta peran sungai dalam pengembangan ekonomi, adalah:
1)    Sumber Air Industri
Aliran sungai di Indonesia pada bidang industri, umumnya dimanfaatkan oleh perusahaan air minum. Perusahaan ini memanfaatkan air sungai sebagai bahan baku untuk disuling dan diolah menjadi air mineral yang menyegarkan bagi masyarakat secara luas. Hal ini jelas sangat mendukung perkembangan ekonomi negara, mengingat pengambilan bahan baku di sungai dapat meminimalkan biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan.
2)   Irigasi
Pemnfaatan untuk irigasi pada umumnya dilakukan oleh petani untuk mengairi sawah atau kebunnya, agar kebutuhan air pada tanamannya dapat terpenuhi sehingga hasil panennya pun akan menjadi maksimal. Jika hasil panen maksimal, maka pendapatan yang akan diperoleh pun akan optimal.
3)   Perikanan
Usaha perikanan sering dilakukan masyarakat, terutama pada sungai-sungai besar dengan aliran yang tidak begitu deras. Masyarakat pada umumnya membangun keramba atau kolam ikan, dekat dengan sungai. Pemilihan tempat yang demikian, sangat menguntungkan petani, karena pembuangan limbah serta pengisian kembali kolam dengan air, dapat dilakukan dengan cepat tanpa harus memompa terlebih dahulu seperti jika pembuatan kolam jauh dari sungai.
4)   Transportasi
Sungai juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana transportasi, seperti di Pulau Kalimantan. Di pulau tersebut, sungai yang ada, cukup, termasuk sungai besar sehingga aksesibilitasnya akan lebih cepat dan murah melalui sungai daripada melaui daratan.
5)   Rekreasi
Pemanfaatan sungai yang lain adalah sebagai destinasi wisata. Pada umumnya sungai yang dipilih sebagai destinasi wisata adalah sungai yang memiliki banyak jeram, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai wisata arung jeram.
6)   Sumber Bahan Bangunan (pasir dan batu)
Selain sebagai penyuplai air, sungai juga mampu menyuplai bahan bangunan, seperti: pasir dan batu. Terlebih lagi pada sungai-sungai yang memiliki hulu di sekitar gunung berapi, seperti: Sungai Gendol, Sungai Code, dan Sungai Progo.

g.    Sumber Daya Alam Tanah
Fungsi dan peran sumber daya alam dalam kehidupan manusia juga terlihat dari fungsi dan peran tanah sebagai salah satu sumber daya alam penting di Indonesia. Tanah merupakan hasil dari pelapukan batuan-batuan dan sisa-sisa bahan organik yang hancur karena proses alamiah. Tanah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai lokasi tempat tinggal dan tempat menjalankan berbagai aktivitas kehidupan manusia. Rumah, gedung, dan hotel, tentunya dibangun di atas permukaan tanah. Hal tersebut, membuat tanah memiliki nilai ekonomis karena dapat diperjualbelikan atau disewakan.
Selain itu, tanah juga digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Pertanian dan perkebunan, merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang sangat membutuhkan tanah. Tanah yang berasal dari material gunung api, mengandung berbagai unsur hara yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Perilaku manusia dalam memanfaatkan tanah secara langsung dapat mempengaruhi kesuburan tanah, seperti: tidak pernah dipupuk dan selalu ditanami sepanjang tahun tanpa diistirahatkan.
Tanah juga memiliki fungsi ekologis, yaitu: sebagai tempat untuk menyimpan cadangan air. Bencana kekeringan dan banjir, adalah salah satu akibat apabila fungsi ekologis tanah yang telah rusak. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga tanah agar berbagai macam bencana dapat dicegah.

h.    Sumber Air Di Danau
Danau merupakan massa air yang berada di suatu cekungan (ledok/basin) yang terdapat di daratan. Danau terbesar di Indonesia adalah danau Toba yang terletak di Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Sumatera Utara. Pemanfaatan danau di bidang ekonomi yang umum dilakukan di Indonesia, yaitu:
1)   Cadangan Air Bersih
Keberadaan air di danau dengan volume yang sangat besar, maka dapat digunakan sebagai penyuplai air tanah dangkal maupun air tanah dalam. Keberadaannya akan membantu sekali, ketika musim kemarau panjang.

2)   Air Irigasi
Irigasi merupakan faktor utama dalam hal pertanian. Danau merupakan andalan utama untuk memenuhi kebutuhan irigasi, pada saat kemarau panjang. Kebutuhan air irigasi tidak dapat tercukupi melalui saluran lokal, maka waduk buatan sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

3)   Pariwisata
Danau yang terbentuk secara alami maupun buatan, apabila dikelola menjadi suatu objek tujuan wisata, akan mempunyai daya tarik sendiri. Keberadaan danau alami maupun buatan, tujuannya untuk keberadaan wisata air.

4)   Perikanan
Salah satu manfaat danau adalah untuk pengembangan perikanan darat. Air yang melimpah akan mampu menampung ataupun menjadi penyuplai kebutuhan air di empang, tetapi saat ini penggunaan karamba juga untuk menunjang adanya wisata air.

5)   Pembangkit Tenaga Listrik
Apabila cadangan air yang ada di danau cukup besar dan mampu untuk dijadikan sumber tenaga hidrolistrik, maka danau/waduk menjadi potensial untuk dijadikan sumber penggerak turbin untuk pembangkit listrik tenaga air.

Adapun  manfaat sumber daya air sebagai pendukung kehidupan, yaitu :
a.    Sumber bahan pangan. Manusia dan hewan dapat memperoleh sumber makanan dari perairan, seperti berbagai jenis ikan, rumput laut, kepiting, udang, kereang dan lainnya.
b.    Prasarana lalulintas air antar pulau atau antarbenua. Wilayah yang didominasi oleh perairan sangat bergantung pada lalulintas air, seperti adanya sungai atau laut  inilah hubungan antar wilayah dapat erjalin.
c.    Fungsi energi seperti pembangkit tenaga. Pergerakan air pasang dan surut dapat menghasilkan energi listrik. Selain itu, arus laut dapat dimanfaatkan ebagai energi pendorong perahu secara alami.
d.   Fungsi rekreasi. Kondisi pantai, danau, dan lau yang indah dan bersih difungsikan sebagai objek wisata.
e.    Fungsi pengaturan iklim. Perbedaan sifat fisik air laut dan daeratan dapat memengaruh gereakan udara (angin). Hal ini selanjutnya memanaskan perairan dan mengakibatkan penguapan kemudian turun sebagai hujan.
f.     Sebagai tempat usaha perikanan. Manusia memanfaatkan perairan sebagai usaha perikanan, seperti tambank udang, pengembangbiakan kerang mutiara dan sejenisnya.
g.    Sumber mineral, seperti garam, kalium karbonat, dan sejenisnya
h.    Sumber bahan tambang, seperti minyak bumi, timah, gas alam, dan sejenisnya.
11.     Air juga berperan dalam mengatur suhu tubuh manusia
Air juga berperan dalam mengatur suhu tubuh manusia dan sumber ion yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tanpa air, manusia tidak akan mampu bertahan dalam waktu yang lama. Selain itu, air di permukaan bumi juga menjadi tempat tinggal berbagai macam makhluk hidup lain. Ikan-ikan, baik di laut maupun di darat, dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber makanan yang kaya akan gizi.
Air dapat menghasilkan panas, menyerap dan menghantarkan panas ke seluruh tubuh sehingga tubuh tetap stabil. Selain itu, juga membantu mendinginkan tubuh melalui penguapan dari paru dan permukaan kulit dengan membawa kelebihan panas keluar tubuh.





B.  Macam – macam Penyakit yang Ditularkan Melalui Air 
1.    Water borne
 Kuman patogen yang berada dalam air dapat menyebabkan penyakit pada manusia yang ditularkan melalui mulut atau sistem pencernaan, bila terminum maka dapat terjadi penularan penyakit pada manusia. Contoh penyakit yang ditularkan melalui mekanisme ini antara lain diare, kolera, tipoid, hepatitis viral, disentri basiller, Leptosposis, Giardiasis dan poliomyelitis.  
Penyakit – penyakit terseut perlu diketahui bahwa air bukan satu – satunya jalur yang dipakai dalam penularan. Segala jalur lain yang memungkinkan adanya kontak antara tinja dan mulut manusia merupakan jalur penularan penyakit. Untuk itu pengawasan penularan penyakit ini tidak cukup dengan menyediakan air bersih saja. Masih diperlukan pengawasan jalur – jalur yang dapat menularkan juga.
a.    Diare dan Cholera
Penyakit diare sering dijumpai pada anak-anak dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang harus ditanggani secara bersama antara masyarakat dengan pengelola masalah kesehatan masyarakat setempat. Penyakit ini paling sering dijumpai oleh dokter yang merawat anak, baik di puskesmas maupun ditempat pelayanan kesehatan lainnya seperti klinik kesehatan maupun di tempat dokter praktek Diare didefenisikan sebagai peningkatan frekuansi, keenceran dan volume tinja. Penyakit ini paling sering dijumpai pada anak balita terutama pada umur 3 tahun pertama kehidupan, seorang anak akan mengalami 1-3 kali episode diare berat. Meskipun kebanyakan episode diare akut akan mereda dalam 72 jam, berkat pemberian cairan dan perubahan susunan makanan yang diberikan, tetapi sering dijumpai 1-4% dari kasus diare ini dapat mengakibatkan kejadian yang fatal, karena kurang cepat dalam hal penanganannya sehingga anak akan mengalami dehidrasi yang berat pada akhirnya dapat menyebabkan kematian pada anak.
Pada anak penyakit diare dapat terjadi setelah invasi mukosa usus misalnya oleh staphylococus aureus, E. Coli, Shigella, yersinia enterocolitika, entamoeba histolytica atau terjadi akibat pemaparan usus oleh toksin mikroba misalnya vibrio cholerae, shigella dysenriae tipe 1, dan salmonella. Penyakit diare pada anak selain disebabkan oleh agent penyakit yang sudah disebutkan diatas juga sering disebabkan oleh virus seperti Norwalk, Hawaii dan Montgomery. Tetapi menurut Richard dan Victor pad tahun 1992 penyakit diare yang disebabkan  oleh virus lebih dari dua per tiga penderita disebabkan oleh Rotavirus.
Menurut Sumirat, dalam terjadi penyakit diare selain disebabkan oleh bermacam- macam faktor juga sangat dipengaruhi oleh kualitas air yang digunakan oleh masyarakat, adapun macam- macam faktor yang mempengaruhi dapat diuraikan sebagai berikut :
1)   Air sebagai penyebar mikroba patogen.
2)   Air sebagai sarang insekta dan penyebar penyakit.
3)   Jumlah air bersih yang tersedia tidak mencukupi, sehingga orang tidak dapat membersihkan dirinya dengan baik.
4)   Air sebagai sarang hopses sementara penyakit.
Penyakit menular yang disebabkan oleh perantaraan air secara langsung biasannya dikalangan masyarakat disebut penyakit bawaan air “Water Borne Diseases”. Penyakit-penyakit ini hanya bisa menyebar apabila mikro organisme penyebabnya dapat masuk kedalam sumber air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, jenis mikroba yang dapat menyebar lewat air seperti virus, bakteri protozoa dan metazoa. Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang dapat ditularkan melalui air yang disebabkan oleh bakkteri vibrio cholera, E. Coli, Salmonella paratyphi dan shigella dysentriae yang disebabkan oleh protozoa entamoeba histolytica dan sebagainnya. Kasus penyakit diare yang sering dijumpai di populasi masyarakat yang sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan terutama sanitasi air adalah penyakit kholera, penyakit ini sering terjadi pada semua kelompok umur baik itu anak-anak maupun pada orang dewasa dan sebagainnya. Penyakit cholera disebabkan oleh vibrio cholerae, biasanya agent penyakit ini menyerang usus halus yang akut dan berat, penyakit ini sering mewabah yang mengakibatkan banyak kematian. Masa inkubasi penyakit kholera berkisar antara beberapa jam sampai beberapa hari. Gejala utama adalah muntaber, dehidrasi dan kolaps dapat terjadi dengan cepat. Sedangkan gejala kholera yang khas adalah tinja yang merupai air cucian beras, tetapi sangat jarang ditemui, sehingga kholera klasik jarang didapat. Namun demikian keganasan kholera tidak menjadi berkurang karenanya, orang dewasa dapat meninggal dalam waktu setengah sampai satu jam, disebabkan dehidrasi. Wabah penyakit ini sangat ganas, sebelum ditemukan chemoterapeutika dan antibiotika bagi pengobatannya secara vaksin bagi pencegahannya. Angka kematian yang disebabkan oleh penyakit kholera pada saat belum ditemukan antibiotika berkisar antara 50%. Saat ini, orang sudah mengetahui segala seluk beluk penyakit kholera, namun demikian kasus penyakit ini masih saja terjadi dengan angka insiden yang tinggi, berupa wabah penyakit kholera. Di Indonesia dimana sanitasi lingkungannya masih sangat tidak memadai, sehingga wabah penyakit kholera ini sering terjadi secara berulang terutama pada musim kemarau yang sumber air bersihnya sulit dijumpai.
Reservoir penyakit kholera ini adalah manusia yang menderita penyakit, sedangkan penularannya terjadi secara langsung dari orang ke orang, ataupun tidak langsung, lewat perantara lalat, air, serta makanan dan minuman. Penularan dengan perantara air biasanya kasus penyakit terjadi pada orang yang menggunakan sumber air yang sudah terkontaminasi dengan agent penyebab penyakit kholera.
Biasanya kasus ini terjadi pada masyarakat yang menggunakan sumber air dari sungai yang sudah tercemar dengan vibrio cholerae. Kasus klasik penyakit kholera pernah terjadi pada tahun 1854 di Broad Street, London. Pada saat terjadi wabah di Broat Street sangat banyak orang yang meninggal dunia yang disebabkan oleh agent penyebab penyakit kholera ini, dari data yang tercatat saat itu ada 500 orang meninggal dunia karena wabah penyakit kholera. Wabah ini diteliti oleh seorang dokter kerajaan Inggris yang bernama John Snow. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa wabah tersebut disebabkan oleh sesuatu yang ada dalam sumber air yang dipakai oleh masyarakat setempat. Pada suatu kejadian wabah penyakit ini masyarakat yang bertempat tinggal disekitar Broat Street, menggunakan sumber air yang berasal dari sumur pompa yang ada ditenga-tengah taman disekitar perumahan mereka. Atas dasar pendapat masyarakat tersebut selanjutnya Snow mencabut handle sumur pompa tersebut, sehingga orang tidak dapat memenfaatkan air sumur untuk keperluan sehari-hari. Dengan demikian wabah penyakit ini dapat dihentikan.

b.   Demam Typhoid
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi yang mana pengangkut utamanya adlah air dan makanan. Penyebaran kasus dari berjangkitnya penyakit yang ditularkan oleh air mempunyai pola waktu dan tempat yang serupa.

c.    Poliomyelitis
Penyakit ini, lebih dikenal dengan penyakit polio. Sering kali penyakit ini menyerang anak-anak dan menyebabkan kelumpuhan. Gejalanya sangat bervariasi, dapat berupa demam ringan seperti influenza sampai pada kelumpuhan ringan dan berat yang menyebabkan cacat pada tungkai bawah.
Kebersihan lingkungan dan keadaan gizi baik sangat membantu dalam menangkal penyakit polio, terutama pada anak-anak. Vaksinasi polio sudah barang tentu sangat berguna untuk membantu ketahanan tubuh terhadap penyakit polio ini.
  
d.   Dysenteri Basiller (Shigellosis)
Agent – agent bakteri yang menyebabkan penyakit ini adalah Shigella dysenteriae, Shigella flexneri, Shigella boydi, dan Shigella Sonnei. Proses pemindahannya adalh melalui air dengan cara fecal oral. Pemindahan lain melalui kontak langsung, susu, makanan, dan lalat. Penggunaan air yang banyak untuk kebersihan adalah merupakan pencegahan.
Shigella pertama kali diisolasi  pada 1896 oleh Kivoshi Shiga. Beberapa spesies yang sering menimbulkan diare pada manusia, antara lain  S. dysenteriae, S. flexneri, S. sonnei, S. boidii.  Dosis infeksi shigella beraada pada range 103 sel bakteri, dengan masa inkubasi 1-2 hari.  Secara prinsip pathogenesis shigella dimulai ketika terjadi invasi epitel mukosa yang menghasilkan toksin sehingga menyebabkan nekrosa membran mukosa, ulserasi superfisial, serta     perdarahan, sehingga pada akhirnya menyebabkan terjadinya pseudomembran.
Gejala umum penyakit ini antara lain sakit perut mendadak, demam, diare berat yang disertai lendir dan darah. Diare ini berkurang dalam 2-5 hari. Sedangkan pengobatan dapat dilakukan melalui pemberian cairan (rehidrasi) dan pemberian antibiotika ampisilin, tetrasiklin, siprofloksasin, kloramfenikol, trimetroprim sulfametoksasol.

e.    Dysenteri Amoeba
Penyakit disenteri amoeba merupakan jenis penyakit menular yang menyerang perut. Penyakit ini tersebar ke seluruh dunia. Penyebab penyakit ini bukan karena bakteri maupun virus, namun disebabkan oleh protozoa yang dapat membentuk kista. Mikroba patogen jenis protozoa ini disebut Entamoeba histolitica.
Orang yang terkena disenteri amoeba memprlihatkan gejala berupa buang air besar yang disertai dengan lendir dan darah. Penderita penyakit ini tidak mengalami dehidrasi, kecuali pada disentri basilaris. Walau demikian, ada kalanya penyakit disentri amoeba ini tidak disertai dengan gejala yang nyata sehingga seringkali menjadi kronis. Bila penderita penyakit ini tidak segera diobati, maka akan menyebabkan komplikasi, antara lain terjadi abses pada hati, radang otak, dll.
Penyebaran penyakit ini, sangat mudah. Dapat melalui jalur air (seperti pada saat banjir), makanan dan minuman yang telah terkontaminasi/terkotori oleh kotoran yang berisi kista amoeba yang dibawa lalat. Bahayanya, keberadaan amoeba ini dapat bertahan lama di luar tubuh manusia. Sebab terbentuknya kista tersebut dapat melindungi dirinya (baca: memiliki daya tahan kuat sekali).

f.     Giardiasis
Giardia lambia merupakan jenis protozoa yang ditemukan di duodenum dan jejenum manusia, sehingga menyebabkan giardiasis. Secara morfologi, giardia lambia terbagi menjadi fase tropozoit dan kista. Pada tropozoit, Giardia Lambia berbentuk seperti jantung, simetrik, tral dengan panjang 10-20 µm, mempunyai 4 pasang flagela, 2 nukleus dengan prominan karyosome sentral dan 2 axostyle. Sedangkan dalam bentuk kista, yang berada dalam kolon, dapat ditemukan dalam tinja dalam jumlah banyak, mempunyai dinding tebal, dengan bentuk elips, panjang 8-14 µm, serta mempunyai 2 nukleus sebelum matur dan 4 nukleus pada kista yang matur.

g.    Demam Parathypoid
Agent – agent bakteri mikroorganisme dari penyakit ini adalah Salmonella Parathypi,  Salmonella schottamullleri, Salmonella hirchfeldi. Hanya sedikit pelatupan yang di tularkan melalui air. Alur pindah fecal oral orang lain lebih sering. Air yang banyak akan menjamin kebersihan.
Penyakit tifus merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini diakibatkan oleh kurang memelihara kebersihan lingkungan dan mengonsumsi makanan yang tidak higienis.
Penyakit tifus menular melalui air dan makanan yang tercemar oleh air seni dan tinja penderita penyakit ini. Penyakit tifus dapat juga ditularkan oleh kotoran yang dibawa oleh lalat dan kecoa dan menempel di tempat-tempat yang dihinggapinya.Penularan kuman terjadi melalui mulut, masuk ke dalam lambung, menuju kelenjar limfoid usus kecil, kemudian masuk ke dalam peredaran darah.
Pada umumnya, mereka yang terinfeksi penyakit ini akan mengalami keluhan dan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, nafsu makan menurun, sakit perut, diare atau sembelit (sulit buang air besar). Suhu tubuh meningkat terutama pada sore dan malam hari.
Pencegahan penyakit tifus dapat dilakukan dengan membiasakan melindungi makanan dari hewan pembawa penyakit, seperti lalat, kecoa dan tikus; mencuci tangan dengan sabun setelah buang air dan sebelum makan; serta menghindari membeli jajanan di tempat-tempat yang kurang bersih
h.   Tularemia
Agent – agent bakteri mikroorganisme yang menjadi penyebab penyakit ini adalah Pasteurella Tularensis. Penyakit ini diperbesar dengan menangani binatang – binatang yang terinfeksi dan gigitan serangga. Minum air mentah akan menginfeksi manusia.



i.      Tiphus Abdominalis.
Penyakit tiphus merupakan penyakit menular yang menyerang usus halus seperti halnya kolera. Namun, angka kematian akibat penyakit ini masih lebih rendah dari angka kematian akibat kolera. Upaya pemberantasan penyakit tiphus ini, seringkali dihadapkan pada persoalan adanya pembawa penyakit (baca: carier) bakteri tiphus. Bakteri ini untuk sementara waktu bersembunyi pada batu ginjal, kandung kemih atau pada kandung empedu.
Proses penyebarannya ialah, bisa melalui bau pada waktu buang air besar atau buang air kecil, bakteri tersebut mungkin akan ikut keluar dan menyebar ke lingkungan. Sehingga patut kita ingat, bahwa keberadaan bakteri tiphus ini dapat bertahan lama di luar tubuh manusia karena daya tahan bakteri ini sangat kuat. Pencegahannya, lakukanlah vaksinasi manakala terjadi wabah.

j.     Hepatitis A
Penyakit ini dapat menular secara langsung dari orang ke orang, juga bisa melalui air yang telah tercemar atau melalui makanan yang telah terkontaminasi oleh virus hepatitis. Hebatnya virus ini, walaupun pengolahan air minum sudah melalui proses chlorinasi (baca: proses pembunuhan kuman), air minum sudah terbebaskan dari bakteri, namun ternyata tetap ada virus hepatitis A di dalam air minum tersebut.
Penyakit hepatitis A ini ditandai oleh demam yang disertai rasa mual dan muntah, Demam, sakit kepala, sakit perut, kehilangan selera makan, pembengkakan hati sehingga tubuh menjadi kuning.
Hati penderita menjadi bengkak, bola mata pun menjadi kuning. Warna kuning ini menjalar ke permukaan kulit. Orang awam menyebutnya dengan penyakit kuning.
Hepatitis A yang telah parah akan merusak hati, akibatnya menyebabkan melemahnya tubuh penderita. Tubuh menjadi kurus dan perut membesar. Dengan rusaknya hati, maka aliran dari venaporta tersumbat dan cairan tubuh terkumpul di rongga perut sehingga terjadilah pembengkakan.
Akhirnya, dengan mengetahui beberapa penyakit yang berhubungan dengan kebersihan air tersebut, kita diharapkan untuk dapat menjaga kondisi air bersih yang sehari-hari kita konsumsi dan gunakan. Apakah benar-benar telah terbebas dari virus, bakteri dan protozoa yang dapat menyebabkan penyakit menular yang bersumber dari air? Lebih-lebih saat ini, kondisi lingkungan yang banyak hujan dan menyebabkan banjir di beberapa tempat. Tentu hal ini sangat berpotensi mewabahnya penyakit tersebut.

k.   Leptosposis
Keberadaan leptospira dapat dilakukan dengan sampel untuk isolasi yang berasal dari darah dengan heparin, cairan cerebrospinal, jaringan, atau dengan urine. Patogenesis leptospira, pada umumnya infeksi dapat terjadi melalui makanan atau air yang terkontaminasi, melalui membran mukosa, serta melalui kulit yang terluka. Sedangkan masa penyakit umumnya selama 1-2 minggu, dengan ditandai demam (bakteremia), masuk ke organ seperti liver dan ginjal, yang pada akhirnya menyebabkan perdarahan dan kerusakan pada jaringan.

l.      Ascariasis
Ascariasis ini dapat terjadi karena keadaan sanitasi lingkungan yang kotor dan tercemar. Penyakit cacingan ini menyerang tidak mengenal usia. Mulai anak-anak, orang dewasa, dan orang tua memiliki peluang yang sama terserang penyakit ini. Namun, kasus terjadinya penyakit cacingan ini lebih sering diderita anak-anak. Sebab mereka lebih sering bermain dengan tanah dan sulit menjaga kebersihan dirinya.
Penyakit cacingan mudah sekali menular. Sebab sekira 200.000 butir telur yang dikeluarkan oleh cacing betinanya itu akan ikut keluar dari usus pengindap penyakit cacingan bersama tinjanya.
Manusia yang terinfeksi cacing ini disebabkan tertular telur cacing yang terdapat pada minuman atau makanan, sayuran, dan buah-buahan yang telah terkontaminasi telur cacing ascaris. Selanjutnya, telur yang sampai di usus akan menetas dan menjadi larva yang akan menembus dinding perut dan masuk ke pembuluh darah. Melalui pembuluh darah ini, larva akan menuju ke hati. Kemudian ke dinding jantung kanan terus ke paru-paru. Dari paru-paru, larva cacing masuk ke saluran pernafasan terus ke tenggorokan. Dan akhirnya kembali ke rongga perut (usus) sampai menjadi dewasa serta berkembangbiak.
Gejala penyakit cacing ditandai dengan batuk ringan (karena masuknya larva ke dalam sistem pernafasan), berak (disebabkan adanya cacing dewasa), dan biasanya kondisi tubuhnya menurun (karena makanan yang berada di usus ikut dimakan oleh cacing).

2.    Water washed
Golongan penyakit ini adalah penyakit infeksi saluran pencernaan, kulit dan mata yang dapat diberantas dengan memberikan cukup banyak air untuk cuci, mandi dan memelihara kebersihan perorangan pada umunya. Cara penularan penyakit ini berkaitan erat dengan air bagi kebersihan umum alat – alat terutama alat – alat dapur dan makan dan kebersihan perorangan. Dengan terjaminnya kebersihan oleh tersedianya air yang cukup, maka penyakit – penyakit tertentu dapat dikurangi penularannya pada manusia. Kelompok – kelompok penyakit ini banyak terdapat di daerah tropis. Peranan terbesar air bersih dalam cara penularan water washed terutama berada dalam bidang hygiene dan sanitasi.
Kualitas air yang diperlukan standar yang sesuai dengan standar air minum, yang lebih menetukan di sini adalah kuantitas air yang tersedia. Kenyataan ini di tunjang dengan hasil penelitian oleh Saunders dan Warford pada tahun 1976 yang berhasil menunjukkan penurunan yang nyata angka penyakit – penyakit diare terutama Shigellosis sebagai akibat tersedianya air yang cukup banyak. Penelitian ini juga berhasil menunjukkan tidak adanya kaitan yang kuat antara mutu mikrobiologis air dengan penurunan angka penyakit – penyakit diare. Kelompok penyakit yang sangat dipengaruhi oleh penularan. Cara ini sangat banyak dan dapat dikategorikan menjadi tiga cara penularan, yaitu :
a.    Infeksi melalui alat pencernaan
Penyakit – penyakit diare merupakan penyakit yang penularannya bersifat fecal oral. Karena itu, penyakit – penyakit diare dapat ditularkan melalui bebrapa jalur yang melalui air ( waterborne ) dan jalur yang melalui alat – alat dapur yang dicuci dengan air ( waterwashed ). Seperti diare pada anak – anak, berjangkitnya penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kurangnya ketersediaan air untuk makan, minum, dan memasak serta kebersihan alat – alat makan.
Berjangkitnya penyakit – penyakit kelompok ini sangat erat dengan kurangnya tersedia air untuk makan minum dan memasak serta untuk kebersihan alat – alat makan dan minum.

b.    Penyakit – penyakit infeksi kulit dan selaput lendir
Golongan penyakit ini sangat erat kaitannya dengan hygiene perorangan yang buruk. Pada umumnya dapat diturunkan angka penyakit dengan jalan menyediakan air yang cukup kuantitasnya bagi kebersihan perorangan. kualitas mikrobiologi air tidak seketat kualitas bagi air minum. Namun perlu diperhatikan persyaratan kualitas air bersih sehingga air tidak mengandung mikroba – mikroba yang menimbulkan penyakit seperti : sepsis kulit bacterial, infeksi fungus pada kulit, scabies dan trachoma (penyakit conjunctivitas). Berjangkitnya penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kurangnya ketersediaan air bersih untuk hygiene perorangan (mandi dan cuci).
1)   Trachoma
Penyakit ini timbul terutama karena kurangnya persediaan air bersih, seperti yang sering terjadi dan menyerang masyarakat pada daerah banjir. Penyakit trachoma ialah penyakit mata yang menyerang selaput lendir dan selaput bening mata.
Penyakit trachoma ini disebabkan oleh virus trachoma. Pada awalnya penyakit ini, hampir tidak menimbulkan keluhan pada penderitanya. Namun, pada keadaan yang terus berlanjut, akan mengakibatkan peradagangan pada mata. Langkah pengobatan terhadap penyakit ini segera dilakukan, sebab bila terlambat diobati mungkin akan mengakibatkan cacat, bahkan bisa berlanjut mengakibatkan kebutaan.
Penyakit tersebut mudah sekali menyerang anak-anak yang stamina/gizinya buruk, terutama kekurangan vitamin A dan minim menjaga kebersihan dirinya. Penyebaran penyakit ini dapat terjadi secara langsung dari penderita ke orang lain melalui tangan, pakaian atau sapu tangan. Penularan penyakit mata ini akan lebih mudah lagi terjadi, bila kekurangan air bersih akibat air lingkungan yang telah tercemar, terutama di daerah banjir dan daerah kumuh.

2)   Sepsis Kulit
Sepsis adalah suatu keadaan di mana tubuh bereaksi hebat terhadap bakteria atau mikroorganisme lain. Sepsis merupakan suatu keadaan yang mesti ditangani dengan baik yang berhubungan dengan adanya infeksi oleh bakteri. Bila tidak segera diatasi, Sepsis dapat menyebabkan kematian penderita.
Tanda dan gejala infeksi ini harus memenuhi paling sedikit 2 kriteria dari Systemic Inflamatory Response Syndrome (SIRS). Kriteria utama dari SIRS adalah: meningkatnya denyut jantung, demam dan meningkatnya bunyi pernafasan.
Penyebab utama dari Sepsis adalah adanya infeksi oleh bakteri atau jamur. Sepsis merupakan penyebab utama terjadinya Shock dan memberikan angka kematian sekitar 30%-87%.
Faktor risiko untuk terjadinya Sepsis antara lain: umur, penyakit kencing manis, obat imunosupresi (yang dapat menekan sistim kekebalan tubuh) dan adanya riwayat tindakan invasif (pemasukan suatu alat kedokteran ke dalam tubuh), misalnya pemasangan kateter air seni, penyuntikan secara intravena (melalui pembuluh darah balik / vena), dan lain-lain.
Secara umum, Sepsis pada penderita dengan umur lanjut mempunyai Prognosa (ramalan penyakit) yang lebih buruk daripada umur dewasa. Prognosa Sepsis tergantung dari keganasan Sepsis dan status kesehatan dari penderita.

3)   Scabies
Penyakit scabies atau kudis merupakan penyakit kulit yang mudah menular melalui kontak langsung atau melalui pakaian, sapu tangan, atau tempat tidur yang digunakan penderita scabies.
Penyakit kudis ini disebabkan oleh kekurangan air bersih. Penyakit ini disebabkan oleh sarcoptes scabei, sejenis kutu kecil/tungau. Kutu ini masuk ke dalam kulit dan memakan jaringan kulit yang kemudian “meninggalkan” telur-telurnya di dalam kulit.
Pencegahannya yaitu dengan membiasakan membersihkan diri (mandi) secara bersih. Menggunakan air yang bersih merupakan cara terbaik untuk menghindari terkena penyakit scabies. Begitu juga dengan pakaian, hendaknya orang membiaskan diri untuk menggunakan pakaian yang bersih.

c.    Penyakit – penyakit infeksi yang ditimbulkan oleh insekta parasit pada kulit dan selaput lendir.
Penularan melalui binatang pengerat seperti pada penyakit leptospirosis, berjangkitnya penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kurangnya ketersediaan air untuk hygiene perorangan yang ditujukan untuk mencegah investasi insekta parasit pada tubuh dan pakaian.
Insekta parasit akan mudah berkembang biak dan menimbulkan penyakit bila kebersihan perorangan dan kebersihan umum tidak terjamin. Parasit – parasit yang tergolong dalam kelompok ini adalah Lice, Sarcoptes Scabieae, Louse Borne Relapsing Fever, dan sebagainya.


3.    Water based
Penyakit yang ditularkan dengan cara ini memiliki agen penyebab yang menjalani sebagian siklus hidupnya dalam tubuh vektor atau sebagai intermediat host yang hidup didalam air, contohnya Schistosomiasis. Larva  Schistosomiasis hidup di dalam kerang – kerangan air. Setelah waktunya, larva ini akan mengubah bentuk menjadi Cercaria dan menembus kulit (kulit kaki manusia yang berada di dalam air tersebut. Air yang mengandung Cercaria infektif ini sangat berbahaya bagi manusia. Badan – badan air yang potensial untuk menjangkitkan jenis penyakit ini adalah badan – badan air yang terdapat di alam sering berhubungan erat dengan kehidupan sehari – hari manusia seperti manusia menangkap ikan, mandi, dan cuci, dan sebagainya. Dan juga penyakit akibat Dracunculus medinensis (Guinea Worm) di Afrika Barat melengkapi siklus hidupnya di dalam Crustacea air. Infeksi parasit dapat terjadi bila air yang mengadung parasit ini diminum oleh manusia. Penyakit yang sering terjadi akibat kontaminasi yaitu penyakit diare. Badan air yang potensial terhadap berjangkitnya jenis penyakit ini adalah badan air yang terdapat di alam, yang berhubungan erat dengan kehidupan sehari – hari seperti menangkap ikan, mandi, cuci dan sebagainya.

4.    Water – related insect vector
Agen penyakit ditularkan melalui gigitan serangga yang berkembang biak di dalam air. Air yang merupakan salah satu unsur alam yang harus ada dalam lingkungan manusia akan merupakan media yang baik bagi insekta untuk berkembang biak. Contoh penyakit melalui cara ini adalah filariasis,  dengue, malaria, dan yellow fever.
Penyebaran Malaria ( 270 juta orang terinfeksi, 110 juta kasus – kasus klinik pertahun, dan lebih dari satu juta orang meninggal per tahun, tiga per empatnya anak – anak berusia kurang dari 5 tahun) menjadi dipermudah akibat perluasan irigasi pertanian sepanjang tahun. Adanya air tergenang yang luas di sekitar tempat tinggal manusia meningkatkan kemungkinan infeksi, khususnya di Asia dan Amerika Latin. Di daerah Sub Sahara di Afrika tingkat infeksi telah sedemikian tinggi sehingga nampaknya tidak dapat lebih jelek lagi. Manajemen atas sumber daya air secara tajam melalui tindakan efektif dan berskala luas termasuk penyemprotan di dalam rumah dengan insektisida dan produk – produk untuk mengusir serangga, penggunaan pelindung personal (khususnya pada anak), pemakaian obat – obat pencegahan ( termasuk pada masa mendatang, vaksin ), dan yang lebih penting adalah cara preventif dengan manipulasi lingkungan atau pemberantasan sarang nyamuk.
Manipulasi lingkungan adalah cara paling tepat bagi perindukan vektor – vektor berbagai macam penular penyakit. Lingkungan air yang merupakan salah satu unsur alam yang harus ada di dalam lingkungan manusia akan merupakan media yang baik bagi insekta untuk berkembang biak atau menggigit manusia. Beberapa penyakit yang dapat disebarkan oleh insekta ini adalah : Malaria, Yellow Fever, Dengue, Onchocerciasis (Riyer Blindness), Trypanosomiasis (Oleh Tse-Tse Fly). Nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan vektor penyakit Dengue berkembang biak dengan mudah bila di lingkungan tersebut terdapat tempat- tempat sementara untuk air bersih seperti gentong air, pot kembang dan sebagainya.
i.      Malaria
Adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit dan disebarkan oleh nyamuk. Setiap tahun 350-500 juta kasus malaria terjadi di seluruh dunia dan lebih dari satu juta orang meninggal. Penyakit yang kadang-kadang berakibat fatal ini dapat dicegah dan disembuhkan.
Cara penularan adalah nyamuk terinfeksi ketika menyedot darah manusia yang menderita malaria. Setelah berkembang di usus nyamuk, sporozoit dapat ditularkan ke orang lain melalui gigitan nyamuk betina (Anopheles). Nyamuk biasanya menggigit waktu subuh dan senja. Nyamuk anopheles hidup di hutan dan daerah pegunungan termasuk pesisir hutan bakau.
Biasanya dimulai dengan gejala yang samar-samar selama beberapa hari. Kemudian timbul demam yang diiringi menggigil dan banyak berkeringat dibarengi sakit kepala, muntah dan delirium. Kemudian penyakit mencapai tahap kronis yang dapat berlangsung bertahun-tahun sampai pasien membentuk kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang penuh sulit terbentuk di daerah penularan yang rendah seperti Asia Tenggara namun biasa terdapat di daerah penularan yang lebih tinggi di Afrika Sub Sahara.
Langkah-langkah pencegahan dasar adalah Perlindungan dari gigitan nyamuk, menggunakan kelambu dan melindungi tubuh dengan baju lengan panjang dan celana panjang, serta menghilangkan tempat-tempat perindukan nyamuk.
Malaria dapat didiagnosa berdasarkan gejala pasien dan pemeriksaan fisik. Namun demikian, untuk mendapatkan hasil diagnosa pasti, maka uji laboratorium harus dilakukan untuk mendeteksi adanya parasit malaria atau komponennya.

j.     DBD
Organisme penyebab penyakit ini adalah virus. Ini merupakan penyakit mematikan bagi anak-anak dan orang dewasa. Transmisi Demam berdarah berasal dari gigitan nyamuk (Nyamuk Aedes aegypti). Nyamuk Aedes menggigit pada siang hari dan hidup di sekitar rumah dan berkembang biak di wadah-wadah air seperti ban bekas yang tidak dipakai dan batok kelapa. Demam berdarah merupakan penyakit yang dapat mewabah yang menyebabkan sejumlah kasus pada periode tertentu setiap tahun (musim hujan).
Tanda dan gejalanya adalah serangan demam secara mendadak, sakit kepala yang parah, myalgia dan arthralgias, leukopenia, thrombocytopenia (sakit persendian dan punggung). Biasanya ada bercak-bercak merah di kulit (bercak berdarah). Kadang-kadang penyakit ini meyebabkan shock dan pendarahan yang dapat menyebabkan kematian.

k.   Yellow Fever
Demam kuning termasuk kelompok flavivirus. Ledakan penyakit pertama dilaporkan terjadi di Amerika Utara dan Selatan pada 1648(Singh & Brillman, 2001). Demam kuning kemungkinan diintroduksi melalui kapal-kapal dagang dari Afrika Barat yang telah diinfestasi oleh nyamuk Aedes aegypti; sebab, ledakan-ledakan penyakit yang sama terjadi di kota-kota pelabuhan di Amerika  Utara  dan  Selatan  serta di Eropa.  Menurut  Arbeveck (tanpa tahun), dari 1793 sampai 1822 demam kuning merupakan penyakit yang paling berbahaya di kota-kota pelabuhan di Amerika Serikat.
Pada saat itu banyak orang ketakutan karena para dokter belum mengetahui penyebab penyakit tersebut. Demam kuning merupakan bentuk penyakit yang asing karena sebelumnya pada 1699, 1741, dan 1762 telah terjadi epidemik demam berdarah di Filadelfia. Demam berdarah pada saat itu telah diketahui sebagai penyakit tropis dan menginfeksi orang-orang Amerika yang berkunjung ke West Indies yang merupakan salah satu partner penting perdagangan Amerika Serikat.
Epidemik terakhir demam kuning di Amerika Serikat terjadi di New Orleans pada 1905, menyebabkan lebih dari 3.000 orang terinfeksi dan 452 orang di antaranya meninggal dunia.
Virus penyebab demam kuning baru ditemukan pada 1928. Mulai saat itu vektor penyakit ini, yaitu Ae. Aegypti, telah diketahui pula secara pasti. Nyamuk ini senang hidup di daerah perkotaan dan berbiak dalam air-air yang bersih serta menggigit manusia pada waktu siang hari.
Ciri klasik demam kuning adalah hepatitis yang merupakan penyebab terjadinya warna kuning pada kulit (jaundice) dan mata. Demam kuning merupakan penyakit infeksi virus yang serius karena dapat mengakibatkan pengaruh-pengaruh pendarahan, tidak berfungsinya ginjal, dan meningitis. Setiap tahun ada sekitar 200.000 laporan kasus penyakit demam kuning dan sekitar 30.000 orang di antaranya meninggal (Easmon, 2002a). Dikatakan juga bahwa demam kuning terdapat di 33 negara (Afrika dan Amerika) dan diperkirakan 468 juta orang berisiko terinfeksi oleh virus demam kuning. Singh & Brillman (2001), mengatakan bahwa di Afrika Selatan terjadi 200.000 kasus per tahun. Sampai saat ini penyakit demam kuning belum dilaporkan di Asia dan hanya terdapat di Afrika dan Amerika Selatan (CDC, 2003b).
Infeksi terjadi bila virus masuk ke dalam saluran darah melalui kelenjar   ludah   nyamuk   yang   menggigit   penderita. Virus iniditransportasikan ke seluruh bagian tubuh dan bereproduksi di berbagai bagian sel-sel tubuh terutama dalam ginjal, hati, dan saluran-saluran darah. Sel-sel dari sistem yang tahan (immune) terpengaruh dan melepaskan senyawa-senyawa tertentu dalam jumlah besar. Senyawa-senyawa ini yang menyebabkan gejala penyakit seperti sakit otot dan demam.
Penyebarannya sampai saat ini demam kuning masih terbatas di Afrika dan Amerika Latin/Amerika Selatan (Gambar 5.7). Ledakan-ledakan virus demam kuning yang pernah terjadi di Amerika Serikat dan Eropa adalah karena terbawa oleh orang-orang yang berasal dari kedua negara tersebut dan yang sebelumnya sudah terinfeksi oleh virus demam kuning.





Yellow Fever 200 E
Gambar 5.7 Penyebaran Demam Kuning Tahun 2001
Vektor utama virus demam kuning sama dengan demam berdarah. yaitu Ae. aegypti.
Metode Penularan, ada tiga tipe siklus penularan demam kuning, yaitu hutan (sylvatic), antara (intermediate), dan perkotaan (urban). Ketiga siklus ini terdapat di Afrika. Sementara itu, di Amerika Selatan hanya dikenal dua siklus, yaitu demam kuning hutan dan  perkotaan.
Demam kuning  hutan terjadi di  hutan tropis tempat kera yang diinfeksi oleh nyamuk hutan memindahkan virus ke nyamuk yang lain. Nyamuk-nyamuk ini kemudian menggigit dan menginfeksi manusia yang masuk ke hutan.
Penularan demam kuning tipe "siklus antara" terjadi di daerah sabana Afrika yang lembap dan dapat menghasilkan epidemik kecil d: daerah pedesaan. Nyamuk-nyamuk yang bersifat semidomestik menginfeksi kera dan manusia sebagai inang dan adanya kontak terus-menerus yang terjadi antara manusia dan nyamuk yang sudah terinfeksi mengakibatkan terjadinya penyakit demam kuning. Bentuk inilah yang paling umum terjadi selama beberapa dekade terakhir diAfrika (WHO, 2004).
Demam kuning urban terjadi dalam epidemik eksplosif yang besar bila orang-orang dari daerah pedesaan mengintroduksikan virus daerah yang berdensitas populasi tinggi. Nyamuk domestik terutami Ae. aegypti, memindahkan virus dari orang ke orang lain. Ledakan ini biasanya menyebar keluar dari satu sumber ke daerah yang lebir luas.
Gejala Penyakit Demam Kuning yaitu masa inkubasi virus demam kuning adalah 3-16 hari. Mortality  bervariasi dari 5 % sampai 40 % (Easmon, 2002), bahkan semi lebih, yaitu 50 % (Singh & Brillman, 2001). Demam kuning dapat dibagi dalam tiga tingkatan (Kotton, 2002) berikut. Tingkatan awal: sakit kepala, gatal-gatal pada otot, demam, kehilangan nafsu makan, muntah-muntah, dan penyakit kuning (jaundice).
Periode pengampunan (remission): demam dan gejala-gejala lam teratasi- banyak penderita akan sembuh pada tingkatan ini, meskipun sekitar 15 % penderita maju ke tingkat. Ketiga yaitu tingkat paling berbahaya.
Periode intoksifikasi: dicirikan oleh tidak berfungsinya banyak organ (multi-organ dysfunction)-hati dan ginjal gagal berfungsi (rusak), pendarahan/hemorrhage tidak berfungsinya otak termasuk tidak waras (delirium), serangan tiba-tiba (seizures), koma, shock, dan meninggal dunia.
Biasanya gejala-gejala umum yang dialami penderita adalah sebagai berikut. Demam; sakit kepala; sakit otot (myalgia); muntah; mata, wajah, dan lidah menjadi merah; penyakit kuning (jaundice); pendarahan yang dapat menjadi hemorrhage; berkurangnya urinasi; perubahan ritme jantung (arrhythmias), disfungsi jantung; muntah darah; menjadi tidak waras (delirium); serangan tiba-tiba (seizures); koma; meninggal dunia.


l.      Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)
Demam dengue dan dengue hemorrhagic fever (DHF) atau dikenal sebagai demam berdarah dengue disebabkan oleh salah satu dari empat antigen yang berbeda, tetapi sangat dekat satu dengan yang lain, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4 dari genus Flavivirus (Harwood & James, 1979). Demam berdarah dengue (DBD) adalah bentuk dengue yang parah, berpotensi mengakibatkan kematian.
DBD terjadi bilamana pasien mengidap virus dengue sesudah terjadi infeksi sebelumnya oleh tipe virus dengue yang lain. Jadi, imunitas sebelumnya  terhadap  tipe  virus  dengue  yang  lain  adalah   penting  dalam menghasilkan penyakit DBD yang parah. Infeksi oleh salah satu serotipe ini tidak menimbulkan imunitas dengan protektif-silang (cross-protective) sehingga seseorang yang tinggal di daerah endemik dapat terinfeksi oleh demam dengue selama hidupnya. Penyakit ini terutama terdapat di daerah tropis. Virus penyebab penyakit bertahan hidup dalam suatu siklus yang melibatkan manusia dan nyamuk Aedes aegypti yang merupakan nyamuk yang hidup aktif di siang hari dan lebih senang mengisap darah manusia.
Endemik demam dengue pertama dilaporkan terjadi secara simultan pada 1779-1780 di Asia, Afrika, dan Amerika Utara. Hal ini menunjukkan bahwa virus dan vektor penyakit ini memiliki penyebaran yang luas di daerah tropis selama lebih dari 200 tahun (CDC, 2003a). Ledakan demam dengue yang paling serius hanya terjadisatu kali di Amerika Serikat, yaitu di Filadelfia pada 1780 saat di introduksi virus melalui kapal dagang pada Musim Panas yang sangat  panas (NIEHS PR # 4, 1998). Menurut laporan, selama kurun waktu sekitar 200 tahun tersebut demam dengue dianggap sebagai penyakit biasa (tidak berbahaya) dan tidak mematikan. Biasanya periode endemik terjadi dalam interval yang cukup lama, yaitu 10-40 tahun terutama karena pada waktu itu virus dan nyamuk vektor hanya iapat dipindahkan antara sentra-sentra populasi melalui kapal-kapal dagang.
Pandemik global mulai terjadi di Asia Tenggara sesudah Perang Dunia Kedua dan telah lebih meningkat selang 20 tahun terakhir ini. Insiden penyakit dengue dan terutama bentuk yang lebih mematikan yaitu dengue hemorrhagic fever (DHF) atau demam dengue berdarah (DBD), telah bertambah secara dramatis ter-utama di daerah tropis. Epidemik yang disebabkan oleh serotipe berganda (hyperendemicity) lebih sering terjadi. Penyebaran geografls dari virus dengue dan nyamuk vektor telah meluas dan DBD juga telah terjadi di daerah Pasifik dan Amerika. Mulai 1960-an serangan virus dengue diperkirakan rata-rata 30.000 kasus per tahun. Tiga puluh tahun kemudian, yaitu pada 1995, kasus dengue diperkirakan mencapai 592.000. Meskipun begitu, jumlah sebenarnya diduga lebih besar karena banyak pasien yang tidak melaporkan ke rumah-rumah sakit.
Di Asia Tenggara epidemik DBD pertama terjadi pada 1950-an. Namun, sejak 1975 penyakit ini menjadi salah satu penyebab hospitalisasi dan kematian terutama pada anak-anak. Serangan demam berdarah di Indonesia pertama-tama dilaporkan terjadi pada 1968 meskipun pada waktu itu belum dapat dibuktikan secara nyata. Kemudian, pada 1970 terjadi serangan DBD di Jakarta. Antara 1970 dan 1987, tingkat serangan DBD di Asia Tenggara meningkat dari 15 orang per 100.000 menjadi 170 orang per 100.000 (Shepard &Halstead, 1993).
Pada 1980-an perkembangan DBD yang kedua di Asia mulai terjadi saat Sri Langka, India, dan kepulauan Maldive mengalami epidemik DBD pertama. Pakistan baru melaporkan adanya endemik dengue pertama pada 1994 (CDC, 2003a). Sementara itu, Taiwan dan Cina pada 1980-an juga mengalami epidemik dengue sesudah penyakit itu sempat menghilang selama 35 tahun. Serangkaian epidemik yang terjadi di Cina disebabkan oleh keempat serotipe.
Setelah sukses melakukan program pengendalian selama 20 tahun. Singapura ternyata mengalami pula ledakan penyakit dengue/DBD kembali {resurgence) yang berlangsung dari 1990 sampai 1994. Sementara itu, di daerah Pasifik dan Afrika, epidemik dengue yang disebabkan oleh keempat serotipe, juga telah berkembang secara dramatis.
Pada awal 2004 serangan penyakit demam berdarah terjadi di mana-mana di hampir semua propinsi di Indonesia terutama di Jakarta dansekitarnya. Diberitakan bahwa selama bulan Januari dan Februari 2004, jumlah penderita DBD di Indonesia mencapai 19.000 orang lebih dengan angka kematian 1,8 % atau sekitar 342 orang.
Mulai 1997, dengue menjadi penyakit virus yang paling penting yang ditularkan nyamuk dan memengaruhi manusia. Penyebaran secara global hampir sama dengan malaria (CDC, 2003a). Diperkirakan ada 2,5 miliar orang hidup di daerah yang mempunyai risiko tular epidemik dan berisiko tinggi terinfeksi oleh demam dengue (Gubler, 1996). Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memperkirakan saat ini jumlah kasus demam dengue mencapai 20 juta kasus per tahun dan sekitar 500.000 pasien yang harus masuk ke rumah sakit (World Resources Institute, 1998/1999). Gubler (1995) memperkirakan 5 % dari semua kasus DHF adalah fatal. Namun, angka ini dapat ditekan jika penderita segera memperoleh penanganan yang tepat.
Vektor utama demam dengue adalah Aedes aegyti. Di tempat-tempat tertentu seperti Amerika Serikat, Ae. Albopictus juga menjadi vektor penyakit ini (CDC, 2003a; World Resources Institute, 1999; Sembel dkk. 2001; 2002). Kedua jenis nyamuk ini biasanya aktif pada waktu siang hari dan lebih suka mengisap darah manusia daripada hewan. Nyamuk-nyamuk aedes berbiak dalam air-air bersih yang tertampung dalam kontainer-kontainer bekas seperti botol-botol plastik, kaleng-kaleng bekas, ban mobil bekas, tempurung, bak-bak air penam-pungan yang terbuka, bambu-bambu pagar, tempurung kelapa, pelepah kelapa, kulit-kulit buah seperti kulit buah rambutan, vas-vas bunga segar yang berisi air, dan Iain-lain (Sembel dkk. 2000, 2001).
Sampai saat ini penyebaran dengue masih terpusat di daerah tropis, yaitu Australia Utara bagian Timur, Asia Tenggara, India dan sekitarnya, Afrika, Amerika Latin, dan sebagian Amerika Serikat (Gambar 5.6). Namun, dengan adanya pemanasan global, dengue diperkirakan akan meluas sampai ke daerah-daerah beriklim dingin.

World Distribution of Dengue - 2000
Areas infested with Aedes aegypti
Areas withAedes aegypti and dengue epiidenmic activity

Gambar 5.6 Penyebaran Demam Dengue di Dunia Tahun 2000
Menurut CDC (2003a) ada tiga kemungkinan penyebab utama munculnya kembali virus dengue di dunia, yaitu (1) pengendalian nyamuk secara efektif di daerah-daearh yang endemik dengue hampir tidak ada. Pengendalian dengan menggunakan insektidsida ultra-low-volume seperti malathion untuk pengendalian nyamuk Ae. aegypti dewasa tidak efektif lagi. (2) Terjadinya perubahan-perubahan global secara demografi seperti urbanisasi yang tidak terkendali dan pertumbuhan populasi yang tinggi. Perubahan-perubahan demografi mi telah mengakibatkan pemukiman yang di bawah standar, persediaan air bersih yang kurang, dan pengelolaan kebersihan yang kurang baik.                     (3) Meningkatnya  jumlah  orang yang   bepergian dengan  pesawat
terbang menjadi mekanisme yang sangat ideal untuk penyebaran virus dengue. (4) Infrastruktur dan program kesehatan masyarakat di banyak negara telah rusak, serta sumber daya manusia yang kurang, serta biaya pengobatan yang cukup tinggi di negara-negara berkembang.
Gubler (1996) mengemukakan bahwa meskipun berbagai faktor yang bertanggung jawab terhadap peningkatan dengue tidak diketahui sepenuhnya, ia berpendapat bahwa urbanisasi yang cepat, peng-gunaan pembungkus-pembungkus plastik yang nonbiodegra-dable (tidak terurai secara biologis), peningkatan perjalanan dan perdagangan, serta kurangnya upaya pengendalian vektor telah rr.emberi kontribusi terhadap penyebaran penyakit ini.
Sementara itu, kehidupan modern yang mulai dinikmati oleh masyarakat di negara-negara yang sedang berkembang di daerah ropis dapat meningkatkan polutan yang berpeluang menjadi habitatperkembangbiakan nyamuk. Sebagai contoh, maraknya sampah  kontainer-kontainer  minuman    dan makanan  dari plastik
maupun ban-ban bekas yang dibuang sembarangan di halaman, jalan, dan tempat-tempat lain. Sampab-sampah tersebut dapat menjadi tempat-tempat pembiakan nyamuk.
Timbulnya kembali penyakit dengue sebagai ancaman bagi kesehatan masyarakat mengilustrasikan bagaimana perubahan-perubahan yang dilakukan manusia dalam lingkungan dapat memengaruhi pola penyakit-penyakit menular (WRI, 1998/1999).
Para ahli memperkirakan bahwa pemanasan global akan dapat mempercepat penyebaran demam dengue ke daerah-daerah beriklim dingin (NIEHS, 1998). Pemanasan global diprediksikan tidak hanya akan meningkatkan penyebaran nyamuk, tetapi juga akan membuat ukuran nyamuk menjadi lebih kecil. Sebagai akibatnya, nyamuk-nyamuk dewasa akan lebih banyak mengisap darah untuk perkembangan telur-telurnya. Oleh karena itu, insiden mengisap darah dua kali (double feeding) akan semakin meningkat yang berarti pada akhirnya meningkatkan kesempatan untuk menularkan lebih banyak virus kepada manusia.
BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dari pembahasan materi di atas dapat disimpulkan bahwa peranan air terhadap kesehatan,sangat banyak diantaranya, yaitu: 
1.    Air untuk Proses Metabolisme Tubuh Manusia
2.    Air dapat mencegah dan mengobati banyak penyakit
3.    Air sebagai kebutuhan dasar makhluk hidup
4.    Air sebagai media untuk kehidupan mikroba
5.    Air sebagai Komponen Utama dalam Tubuh manusia
Selain itu air juga dapat menjadi penular penyakit, diantaranya adalah penyakit Diare dan Cholera, Demam Typhoid, Poliomyelitis, Trachoma, dan Scabies.
B.   Saran
Pemanfaatan sumber daya air dalam peranannya terhadap kesehatan dan kehidupan manusia perlu di kelola secara baik dan benar, sehingga diharapkan peran dari berbagai pihak, seperti :
1.    Kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kemauan, kesadaran, dan kemampuan untuk menggunakan air dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan pemanfaatannya.
2.   Kepada pemerintah agar lebih memberikan perhatian kepada masyarakat mengenai kebijakan-kebijakan yang berhubungan sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat.







DAFTAR PUSTAKA
Muntu, Ronny. 2008. Penyehatan Air dan Pengelolaan Limbah Cair – A (PAPLC-A). Makassar
Indarto. 2010. Hidrologi Dasar Teori dan Contoh Aplikasi Model Hidrologi. Jember : PT Bumi Aksara
Daryanto. 1995. Ekologi dan Sumber Daya Alam. Bandung : Tarsito.
Purnomo, Hari. 1995. Aktivitas Air dan Peranannya dalam Pengawetan Pangan. Jakarta : UI Press.
http://www.kelair.bppt.go.id/Publikasi/BukuKesmas/BAB1.pdf  (diakses pada tanggal 15 Maret 2015)
http://penyakithepatitisa.com/ (diakses pada tanggal 14 Maret 2015)










If you enjoyed this post Subscribe to our feed